alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Dinkes Rekomendasikan 10 Klinik untuk Layani Rapid Test Antigen di Banjarmasin

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Banjarmasin memberi rekomendasi 10 pelaksana rapid test antigen di ibu kota provinsi ini.

Yaitu Rumah Sakit Bhayangkara, Klinik Jelita, Klinik Citra Sehat Utama, Klinik Abdi Persada dan Klinik An-Nur.

Lalu Klinik Tirta Medika, Klinik Kini Balu, Klinik Panasea, Klinik Alesha dan UTD PMI Banjarmasin.

“Ke-10 tempat itulah yang mendapat rekomendasi kami untuk membuka layanan rapid test antigen,” kata Kadinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, kemarin (22/12).

Sasaran rapid test antigen adalah pelaku perjalanan. Apakah itu lewat jalur udara atau laut.

“Tidak sama dengan rapid test pada umumnya yang hasilnya reaktif atau non reaktif. Rapid test antigen ini hasilnya positif atau negatif,” jelasnya.

Jika ternyata hasilnya positif, maka harus menjalani karantina mandiri. Asalkan tidak menunjukkan gejala sakit.

“Yang bersangkutan juga tidak diizinkan bepergian,” tegas Juru Bicara Satgas COVID-19 Banjarmasin itu.

Perlu diketahui, baru-baru ini pemerintah mengubah syarat perjalanan keluar kota di masa pandemi. Kebijakan baru mensyaratkan dokumen rapid test antigen berbasis metode usap atau swab. Di mana sebelumnya rapid test antibodi memakai sampel darah.

Masyarakat diminta tak khawatir soal biaya. Karena Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah menetapkan batasan tarif tertinggi rapid test antigen.

Batasan tertinggi test antigen di Pulau Jawa sebesar Rp250 ribu dan Rp275 ribu untuk luar Pulau Jawa. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Banjarmasin memberi rekomendasi 10 pelaksana rapid test antigen di ibu kota provinsi ini.

Yaitu Rumah Sakit Bhayangkara, Klinik Jelita, Klinik Citra Sehat Utama, Klinik Abdi Persada dan Klinik An-Nur.

Lalu Klinik Tirta Medika, Klinik Kini Balu, Klinik Panasea, Klinik Alesha dan UTD PMI Banjarmasin.

“Ke-10 tempat itulah yang mendapat rekomendasi kami untuk membuka layanan rapid test antigen,” kata Kadinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, kemarin (22/12).

Sasaran rapid test antigen adalah pelaku perjalanan. Apakah itu lewat jalur udara atau laut.

“Tidak sama dengan rapid test pada umumnya yang hasilnya reaktif atau non reaktif. Rapid test antigen ini hasilnya positif atau negatif,” jelasnya.

Jika ternyata hasilnya positif, maka harus menjalani karantina mandiri. Asalkan tidak menunjukkan gejala sakit.

“Yang bersangkutan juga tidak diizinkan bepergian,” tegas Juru Bicara Satgas COVID-19 Banjarmasin itu.

Perlu diketahui, baru-baru ini pemerintah mengubah syarat perjalanan keluar kota di masa pandemi. Kebijakan baru mensyaratkan dokumen rapid test antigen berbasis metode usap atau swab. Di mana sebelumnya rapid test antibodi memakai sampel darah.

Masyarakat diminta tak khawatir soal biaya. Karena Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah menetapkan batasan tarif tertinggi rapid test antigen.

Batasan tertinggi test antigen di Pulau Jawa sebesar Rp250 ribu dan Rp275 ribu untuk luar Pulau Jawa. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/