alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

2 Kelurahan Masih Zona Merah, Rencana Pembukaan Sekolah Jadi Samar

BANJARMASIN – Hingga kemarin (21/12), status dua kelurahan belum berubah. Pemurus Dalam dan Pelambuan masih berada di zona merah.

Ini bisa menjadi ganjalan bagi rencana pembukaan sekolah pada Januari 2021 nanti.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina pun meminta Dinas Pendidikan untuk membuat evaluasi. “Melihat arahan pusat, hanya sekolah di zona hijau yang dibuka,” ujarnya (21/12). Bukan hanya soal warna zona, tapi juga kesiapan sekolah itu sendiri. “Makanya harus dievaluasi dulu. Siap atau tidak untuk belajar tatap muka,” tambahnya.

Diwartakan sebelumnya, apabila zona merah bertahan bahkan bertambah, rencana simulasi untuk pembukaan sekolah pada masa transisi bisa dibatalkan. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto. Bahwa bukan hanya sekolah yang beralamat di zona merah, tapi juga mengacu tempat tinggal siswa.

“Contoh, siswa yang berada di zona merah, tapi bersekolah di zona hijau, kami sarankan untuk tetap belajar daring. Meskipun orang tua yang bersangkutan mengizinkan,” jelasnya.

Karena pihaknya tidak ingin mengambil risiko. Mengorbankan keamanan siswa dan guru. “Memang, zonasi tidak lagi menjadi pertimbangan utama dalam SKB empat menteri. Tapi kami tidak mau mengambil risiko, siapa yang bisa menjamin siswa tidak terpapar COVID-19,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan, simulasi tak bisa serempak, harus bertahap. Pembukaan juga tak permanen. Utamanya, ketika tiba-tiba zona sekolah itu berubah menjadi merah dari kuning atau hijau.

“Setiap pelaksanaan belajar tatap muka pun selalu dievaluasi per dua pekan,” tutupnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Hingga kemarin (21/12), status dua kelurahan belum berubah. Pemurus Dalam dan Pelambuan masih berada di zona merah.

Ini bisa menjadi ganjalan bagi rencana pembukaan sekolah pada Januari 2021 nanti.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina pun meminta Dinas Pendidikan untuk membuat evaluasi. “Melihat arahan pusat, hanya sekolah di zona hijau yang dibuka,” ujarnya (21/12). Bukan hanya soal warna zona, tapi juga kesiapan sekolah itu sendiri. “Makanya harus dievaluasi dulu. Siap atau tidak untuk belajar tatap muka,” tambahnya.

Diwartakan sebelumnya, apabila zona merah bertahan bahkan bertambah, rencana simulasi untuk pembukaan sekolah pada masa transisi bisa dibatalkan. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto. Bahwa bukan hanya sekolah yang beralamat di zona merah, tapi juga mengacu tempat tinggal siswa.

“Contoh, siswa yang berada di zona merah, tapi bersekolah di zona hijau, kami sarankan untuk tetap belajar daring. Meskipun orang tua yang bersangkutan mengizinkan,” jelasnya.

Karena pihaknya tidak ingin mengambil risiko. Mengorbankan keamanan siswa dan guru. “Memang, zonasi tidak lagi menjadi pertimbangan utama dalam SKB empat menteri. Tapi kami tidak mau mengambil risiko, siapa yang bisa menjamin siswa tidak terpapar COVID-19,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan, simulasi tak bisa serempak, harus bertahap. Pembukaan juga tak permanen. Utamanya, ketika tiba-tiba zona sekolah itu berubah menjadi merah dari kuning atau hijau.

“Setiap pelaksanaan belajar tatap muka pun selalu dievaluasi per dua pekan,” tutupnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/