alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

IDI Ingatkan Lonjakan Kasus

BANJARMASIN – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel Rudiansyah mewanti-wanti kepada masyarakat agar tak lengah dengan menurunnya kasus Covid-19. Dia bahkan memprediksi, akan ada lonjakan kasus kembali di 1-2 minggu mendatang.

Tak bisa dipungkiri sebutnya, penularan dan meningkatnya kasus bisa terjadi lantaran kelonggaran acara-acara, seperti pesta perkawinan hingga bukanya resto dan kafe.

Prediksi Rudi seakan terbukti, penambahan kasus Covid-19 di Kalsel kemarin ada sebanyak 88 orang. Kota Banjarbaru menjadi daerah tertinggi penambahan, jumlahnya sebanyak 25 orang disusul Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Selatan dengan jumlah penambahan kasus baru sebanyak 13 orang.

Bahkan, di hari sebelumnya Sabtu (19/12), penambahan kasus baru mencapai 78 orang. Meski berbanding terbalik dengan kasus sembuh yang jumlahnya sebanyak 101 orang. “Di tengah kelonggaran kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, sangat rentan terjadinya lonjakan kasus,” tukasnya.

Dia mengingatkan, terjadinya lonjakan kasus tentu akan merepotkan tenaga medis. Terlebih tak sedikit tenaga medis yang meninggal dunia akibat Covid-19. “Suka atau tidak suka, kebiasaan baru harus tetap dijalankan agar dapat menekan kasus penularan,” pesannya.

Penambahan kasus baru sebutnya juga sangat rentan dengan adanya rencana pembukaan sekolah tatap muka. “Memang ini hanya asumsi. Tapi virus ini berada di sekitar kita semua. Harus tetap waspada,” imbuhnya.

Dia mengatakan bahkan dengan adanya vaksinasi belum menjamin secara medis akan ampuh melawan Covid-19 atau tidak. “Yang paling penting saat ini adalah dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel Rudiansyah mewanti-wanti kepada masyarakat agar tak lengah dengan menurunnya kasus Covid-19. Dia bahkan memprediksi, akan ada lonjakan kasus kembali di 1-2 minggu mendatang.

Tak bisa dipungkiri sebutnya, penularan dan meningkatnya kasus bisa terjadi lantaran kelonggaran acara-acara, seperti pesta perkawinan hingga bukanya resto dan kafe.

Prediksi Rudi seakan terbukti, penambahan kasus Covid-19 di Kalsel kemarin ada sebanyak 88 orang. Kota Banjarbaru menjadi daerah tertinggi penambahan, jumlahnya sebanyak 25 orang disusul Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Selatan dengan jumlah penambahan kasus baru sebanyak 13 orang.

Bahkan, di hari sebelumnya Sabtu (19/12), penambahan kasus baru mencapai 78 orang. Meski berbanding terbalik dengan kasus sembuh yang jumlahnya sebanyak 101 orang. “Di tengah kelonggaran kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, sangat rentan terjadinya lonjakan kasus,” tukasnya.

Dia mengingatkan, terjadinya lonjakan kasus tentu akan merepotkan tenaga medis. Terlebih tak sedikit tenaga medis yang meninggal dunia akibat Covid-19. “Suka atau tidak suka, kebiasaan baru harus tetap dijalankan agar dapat menekan kasus penularan,” pesannya.

Penambahan kasus baru sebutnya juga sangat rentan dengan adanya rencana pembukaan sekolah tatap muka. “Memang ini hanya asumsi. Tapi virus ini berada di sekitar kita semua. Harus tetap waspada,” imbuhnya.

Dia mengatakan bahkan dengan adanya vaksinasi belum menjamin secara medis akan ampuh melawan Covid-19 atau tidak. “Yang paling penting saat ini adalah dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/