alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Mahasiswa UMM Bagi Startet Kit

BANJARMASIN – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bagikan starter kit new normal untuk masyarakat untuk warga RT 11 Keramat, Kelurahan Sungai Bilu, Banjarmasin, Minggu (20/12) kemarin. Mereka ke Kota Seribu Sungai dalam rangka mengikuti program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM).

Selain membagikan starter kit berupa vitamin C, masker dan hand sanitaizer, para mahasiswa juga melakukan penyuluhan dari pintu ke pintu. Terkait cara menggunakan masker dan mencuci tangan yang baik dan benar. Mereka juga mengajak masyarakat terus menjaga protokol kesehatan dengan ketat saat pandemi Covid -19 ini.

“Langkah ini kami lakukan, mengingat angka penularan Covid-19 di Banjarmasin cukup tinggi,” kata Ketua Koordinator Kelompok PMM M Luthfi Noorandika.

Menurut mahasiswa UMM asal Kalsel tersebut, dirinya bersama dengan 4 rekannya dari Kalsel, ikut terpanggil membantu pemerintah dalam sosialisasi pentingnya melaksanakan protokol kesehatan di new normal.

Kalsel sempat menjadi daerah khusus yang menjadi pantauan pemerintah pusat, karena lonjakan reaktif positif sangat tinggi. Dari data yang mereka peroleh, sampai Sabtu (19/12), ada 14.495 warga Kalsel positif Covid. Sebanyak 3.874 di antaranya berasal dari Banjarmasin. Dengan angka kematian 563 orang di Kalsel dan 175 orang dari kota ini.

“Banjarmasin menjadi pantauan radar pemerintah pusat,” kata Arifah Urfa, mahasiswi Fakultas Kedokteran UMM menambahkan.

Meski sempat masuk zona hijau, namun beberapa waktu lalu ada beberapa kelurahan yang kembali menjadi zona merah. Karena itu, lanjut dia, semua pihak harus peduli dan tidak boleh lengah dengan pentingnya selalu mematuhi protokol kesehatan.

Program PMM UMM sendiri mereka laksanakan selama satu bulan. Mulai tanggal 25 November sampai 25 Desember 2020 mendatang. Kegiatan tersebut dimulai dengan survei lokasi, pengumpulan data dan informasi, komunikasi dengan tokoh masyarakat, ketua RT, pihak kelurahan, Puskesmas hingga instansi terkait. Selain penyuluhan door to door, para mahasiswa juga melakukan penyuluhan kepada kelompok pengajian ibu-ibu dan mencuci mukena di Masjid Al Munawwaroh Jalan Keramat. (tri/ema)

BANJARMASIN – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bagikan starter kit new normal untuk masyarakat untuk warga RT 11 Keramat, Kelurahan Sungai Bilu, Banjarmasin, Minggu (20/12) kemarin. Mereka ke Kota Seribu Sungai dalam rangka mengikuti program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM).

Selain membagikan starter kit berupa vitamin C, masker dan hand sanitaizer, para mahasiswa juga melakukan penyuluhan dari pintu ke pintu. Terkait cara menggunakan masker dan mencuci tangan yang baik dan benar. Mereka juga mengajak masyarakat terus menjaga protokol kesehatan dengan ketat saat pandemi Covid -19 ini.

“Langkah ini kami lakukan, mengingat angka penularan Covid-19 di Banjarmasin cukup tinggi,” kata Ketua Koordinator Kelompok PMM M Luthfi Noorandika.

Menurut mahasiswa UMM asal Kalsel tersebut, dirinya bersama dengan 4 rekannya dari Kalsel, ikut terpanggil membantu pemerintah dalam sosialisasi pentingnya melaksanakan protokol kesehatan di new normal.

Kalsel sempat menjadi daerah khusus yang menjadi pantauan pemerintah pusat, karena lonjakan reaktif positif sangat tinggi. Dari data yang mereka peroleh, sampai Sabtu (19/12), ada 14.495 warga Kalsel positif Covid. Sebanyak 3.874 di antaranya berasal dari Banjarmasin. Dengan angka kematian 563 orang di Kalsel dan 175 orang dari kota ini.

“Banjarmasin menjadi pantauan radar pemerintah pusat,” kata Arifah Urfa, mahasiswi Fakultas Kedokteran UMM menambahkan.

Meski sempat masuk zona hijau, namun beberapa waktu lalu ada beberapa kelurahan yang kembali menjadi zona merah. Karena itu, lanjut dia, semua pihak harus peduli dan tidak boleh lengah dengan pentingnya selalu mematuhi protokol kesehatan.

Program PMM UMM sendiri mereka laksanakan selama satu bulan. Mulai tanggal 25 November sampai 25 Desember 2020 mendatang. Kegiatan tersebut dimulai dengan survei lokasi, pengumpulan data dan informasi, komunikasi dengan tokoh masyarakat, ketua RT, pihak kelurahan, Puskesmas hingga instansi terkait. Selain penyuluhan door to door, para mahasiswa juga melakukan penyuluhan kepada kelompok pengajian ibu-ibu dan mencuci mukena di Masjid Al Munawwaroh Jalan Keramat. (tri/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/