alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Rumah Indekos "Digeprek" Kapal Tunda

BANJARMASIN – Rumah indekos di Jalan Barito Hulu RT 53 Banjarmasin Barat “digeprek” oleh kapal tug boat Kedaung III Jakarta, Ahad (20/12) sore.

Empat belas pintu rumah kontrakan itu pun rusak. Empat diantaranya rusak berat, habis disapu.

Tujuh penghuni dilaporkan mengalami luka. Dari luka gores hingga keseleo. Semuanya dilarikan ke Rumah Sakit TPT Dr Soeharsono.

Kapal tunda itu sebenarnya sudah lama tak beroperasi. Ditambat bersama kapal tunda lainnya. Tapi terlepas dan terseret dari tambatan setelah disenggol kapal lain.

“Katanya sih pembawa minyak, kapal tanker yang menyenggol. Lalu tug boat yang sandar di tambahan ini terdorong hingga menggencet rumah warga. Dapur rumah saya juga kena,” kata pemilik indekos, Agus Ardani.

“Tug boat Kedaung itu sudah tujuh tahun sandar di sini,” tambah pria 43 tahun itu.

Salah satu korban, Sapawadi, 28 tahun menceritakan, mereka bersama yang lain sedang sibuk mengolah gulali. “Karena hujan, jadi tak mendengar sama sekali ada bunyi benturan. Kami semua sedang sibuk di depan kompor,” tuturnya.

Begitu disapu tug boat, kepanikan pun muncul. Menyadari rumah mereka sudah bergeser.

“Hanya ada sekian detik untuk meloloskan diri keluar rumah,” tambahnya. “Pundak saya terkena pecahan beling. Bahkan ada yang kakinya terjepit kayu,” tukasnya.

Ketua RT 53, Aspahani mengatakan, ia kebetulan sedang berada di luar rumah saat insiden itu terjadi.

“Saya dengar kapal tanker dari Pelabuhan Trisakti. Di depan dermaga, sudah berselisihan dengan kapal lain. Hilang kendali, mengarah ke tepi. Bahkan kabarnya kapal polisi air juga nyaris disenggol,” bebernya.

“Kabarnya lagi, tanker itu tak pakai kapal pemandu. Apalagi cuaca beberapa hari ini buruk. Anginnya kencang sekali,” tambahnya.

Terpantau di lokasi, personel Satpol Air Polresta Banjarmasin dan Ditpolair Polda Kalsel mendata kerusakan. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Rumah indekos di Jalan Barito Hulu RT 53 Banjarmasin Barat “digeprek” oleh kapal tug boat Kedaung III Jakarta, Ahad (20/12) sore.

Empat belas pintu rumah kontrakan itu pun rusak. Empat diantaranya rusak berat, habis disapu.

Tujuh penghuni dilaporkan mengalami luka. Dari luka gores hingga keseleo. Semuanya dilarikan ke Rumah Sakit TPT Dr Soeharsono.

Kapal tunda itu sebenarnya sudah lama tak beroperasi. Ditambat bersama kapal tunda lainnya. Tapi terlepas dan terseret dari tambatan setelah disenggol kapal lain.

“Katanya sih pembawa minyak, kapal tanker yang menyenggol. Lalu tug boat yang sandar di tambahan ini terdorong hingga menggencet rumah warga. Dapur rumah saya juga kena,” kata pemilik indekos, Agus Ardani.

“Tug boat Kedaung itu sudah tujuh tahun sandar di sini,” tambah pria 43 tahun itu.

Salah satu korban, Sapawadi, 28 tahun menceritakan, mereka bersama yang lain sedang sibuk mengolah gulali. “Karena hujan, jadi tak mendengar sama sekali ada bunyi benturan. Kami semua sedang sibuk di depan kompor,” tuturnya.

Begitu disapu tug boat, kepanikan pun muncul. Menyadari rumah mereka sudah bergeser.

“Hanya ada sekian detik untuk meloloskan diri keluar rumah,” tambahnya. “Pundak saya terkena pecahan beling. Bahkan ada yang kakinya terjepit kayu,” tukasnya.

Ketua RT 53, Aspahani mengatakan, ia kebetulan sedang berada di luar rumah saat insiden itu terjadi.

“Saya dengar kapal tanker dari Pelabuhan Trisakti. Di depan dermaga, sudah berselisihan dengan kapal lain. Hilang kendali, mengarah ke tepi. Bahkan kabarnya kapal polisi air juga nyaris disenggol,” bebernya.

“Kabarnya lagi, tanker itu tak pakai kapal pemandu. Apalagi cuaca beberapa hari ini buruk. Anginnya kencang sekali,” tambahnya.

Terpantau di lokasi, personel Satpol Air Polresta Banjarmasin dan Ditpolair Polda Kalsel mendata kerusakan. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/