alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Tenggelam di Pantai Pagatan, Warga Desa Manurung Tewas

BATULICIN – Kawasan jembatan panggung utama pesta Pantai Pagatan di Kecamatan Kusan Hilir, siang kemarin, mendadak geger. Seorang laki-laki berusia 23 tahun tewas tenggelam di Pantai Pagatan. Lelaki itu bernama Misrani, warga Desa Manurung RT 03 Kecamatan Kusan Hilir.

Kapolsek Kusan Hilir Iptu Opa Atim Wibawa melalui kanit reskrim Bripka Eko, membenarkan peristiwa tersebut.

Diceritakannya, peristiwa itu terjadi siang sekitar pukul 13.30 Wita.

“Siang itu, anggota Polsek Kusan Hilir yang piket mendapat laporan dari pengunjung pantai bahwa ada orang tenggelam di bronjong pantai,” kata Bripka Eko.

Setelah mendapat laporan, anggota polsek menuju ke bronjong. Dan sesampainya di bronjong korban yang tenggelam sudah tidak terlihat.

“Kejadian ini kemudian dilaporkan ke anggota piket Polsek Kusan Hilir dan Damkar Kusan Hilir,” jelasnya.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri pinggir pantai selama 20 menit dan berhasil menemukan tubuh korban yang mengapung terbawa ombak ke pinggir pantai kurang lebih 1 km dari korban tenggelam.

“Kemudian korban langsung dibawa ke puskesmas perawatan Pagatan. Sesampainya di puskesmas korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga saat itu. Kemudian jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” paparnya.

Dikatakan Bripka Eko, saat korban Misrani ditemukan dalam keadaan hidung dan mulut mengeluarkan busa.

“Adapun barang bukti yang ditemukan dekat TKP berupa jaket warna hitam bertulisan Hockey, sandal warna biru milik korban, tas merk Fila milik korban yang isinya dompet, bolpoin dan tutup lem fox,” pungkas Bripka Eko. (kry/bin/ema)

BATULICIN – Kawasan jembatan panggung utama pesta Pantai Pagatan di Kecamatan Kusan Hilir, siang kemarin, mendadak geger. Seorang laki-laki berusia 23 tahun tewas tenggelam di Pantai Pagatan. Lelaki itu bernama Misrani, warga Desa Manurung RT 03 Kecamatan Kusan Hilir.

Kapolsek Kusan Hilir Iptu Opa Atim Wibawa melalui kanit reskrim Bripka Eko, membenarkan peristiwa tersebut.

Diceritakannya, peristiwa itu terjadi siang sekitar pukul 13.30 Wita.

“Siang itu, anggota Polsek Kusan Hilir yang piket mendapat laporan dari pengunjung pantai bahwa ada orang tenggelam di bronjong pantai,” kata Bripka Eko.

Setelah mendapat laporan, anggota polsek menuju ke bronjong. Dan sesampainya di bronjong korban yang tenggelam sudah tidak terlihat.

“Kejadian ini kemudian dilaporkan ke anggota piket Polsek Kusan Hilir dan Damkar Kusan Hilir,” jelasnya.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri pinggir pantai selama 20 menit dan berhasil menemukan tubuh korban yang mengapung terbawa ombak ke pinggir pantai kurang lebih 1 km dari korban tenggelam.

“Kemudian korban langsung dibawa ke puskesmas perawatan Pagatan. Sesampainya di puskesmas korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga saat itu. Kemudian jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” paparnya.

Dikatakan Bripka Eko, saat korban Misrani ditemukan dalam keadaan hidung dan mulut mengeluarkan busa.

“Adapun barang bukti yang ditemukan dekat TKP berupa jaket warna hitam bertulisan Hockey, sandal warna biru milik korban, tas merk Fila milik korban yang isinya dompet, bolpoin dan tutup lem fox,” pungkas Bripka Eko. (kry/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/