alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Soal Vaksin Covid, Pemprov Kalsel Masih Bingung Gratis atau Bayar

BANJARMASIN – Meski sudah mulai ramai menjadi isu publik, tetapi pemerintah daerah masih belum mendapatkan petunjuk pembagian vaksin Covid-19. Kabarnya, skema imunisasi masih sedang disusun pemerintah.

“Sampai ini belum ada petunjuk pusat bagaimana sistematis pemberian vaksin, termasuk apakah digratiskan semua,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim.

Dari rapat koordinasi sebelumnya dengan pemerintah pusat, pihaknya masih diminta untuk menyiapkan ruang penyimpanan vaksin termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) nya. “Kalau jumlah berapa banyak yang akan divaksin, sudah kami sampaikan sejak lama sebelum adanya vaksin ini,” tukasnya.

Pemprov Kalsel sendiri sudah memetakan siapa saja yang akan diimunisasi. Dari pemetaan lalu, jumlahnya ada sekitar 2 juta orang lebih. Muslim menjelaskan, yang utama diimunisasi nanti adalah petugas medis yang memang bersinggungan langsung dan berada paling depan dalam penanganan Covid-19. “Informasi lanjutan terkait distribusi vaksin ini belum kami dapatkan,” imbuhnya.

Terkait status pemberian vaksin apakah gratis maupun berbayar, Muslim mengaku tergantung kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah sebutnya dipastikan hanya memfasilitasi distribusi dan imunisasi. “Memang skemanya ada yang berbayar. Tapi terbaru kabarnya lagi digratiskan, kita tunggu pemerintah pusat saja,” pintanya.

Pihaknya sendiri sudah menyusun anggaran penopang untuk kesuksesan imunisasi di Kalsel nanti. “Kalau ada sharing dana dari pemerintah pusat, akan kami siapkan. Tapi kalau semuanya dari pemerintah pusat. Kami paling menyiapkan penunjang sarana prasarana lain,” kata Muslim. 

Kabar terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menggratiskan vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Dia secara khusus menyampaikan hal tersebut melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (16/12) kemarin.

Dalam siaran itu, Jokowi menyatakan, setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan kalkulasi ulang, hitung ulang mengenai keuangan negara, bahwa pemberian vaksin Covid-19 digratiskan ke masyarakat. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Meski sudah mulai ramai menjadi isu publik, tetapi pemerintah daerah masih belum mendapatkan petunjuk pembagian vaksin Covid-19. Kabarnya, skema imunisasi masih sedang disusun pemerintah.

“Sampai ini belum ada petunjuk pusat bagaimana sistematis pemberian vaksin, termasuk apakah digratiskan semua,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim.

Dari rapat koordinasi sebelumnya dengan pemerintah pusat, pihaknya masih diminta untuk menyiapkan ruang penyimpanan vaksin termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) nya. “Kalau jumlah berapa banyak yang akan divaksin, sudah kami sampaikan sejak lama sebelum adanya vaksin ini,” tukasnya.

Pemprov Kalsel sendiri sudah memetakan siapa saja yang akan diimunisasi. Dari pemetaan lalu, jumlahnya ada sekitar 2 juta orang lebih. Muslim menjelaskan, yang utama diimunisasi nanti adalah petugas medis yang memang bersinggungan langsung dan berada paling depan dalam penanganan Covid-19. “Informasi lanjutan terkait distribusi vaksin ini belum kami dapatkan,” imbuhnya.

Terkait status pemberian vaksin apakah gratis maupun berbayar, Muslim mengaku tergantung kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah sebutnya dipastikan hanya memfasilitasi distribusi dan imunisasi. “Memang skemanya ada yang berbayar. Tapi terbaru kabarnya lagi digratiskan, kita tunggu pemerintah pusat saja,” pintanya.

Pihaknya sendiri sudah menyusun anggaran penopang untuk kesuksesan imunisasi di Kalsel nanti. “Kalau ada sharing dana dari pemerintah pusat, akan kami siapkan. Tapi kalau semuanya dari pemerintah pusat. Kami paling menyiapkan penunjang sarana prasarana lain,” kata Muslim. 

Kabar terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menggratiskan vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Dia secara khusus menyampaikan hal tersebut melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (16/12) kemarin.

Dalam siaran itu, Jokowi menyatakan, setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan kalkulasi ulang, hitung ulang mengenai keuangan negara, bahwa pemberian vaksin Covid-19 digratiskan ke masyarakat. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/