alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Hadapi Banjir, BPBD Banjarbaru Cuma Punya Dua Perahu Karet

BANJARBARU – Kawasan Cempaka Banjarbaru bak langganan diterjang luapan air. Jika intensitas tinggi, sejumlah kawasan termasuk pemukiman bakal tergenang. Terparah hingga mencapai dada orang dewasa.

Soal banjir Cempaka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru memang memprioritaskan penanganan di kawasan ini. Mengingat, Cempaka jadi daerah rawan tertinggi untuk urusan banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zainu Syaharnie menyebut saat ini Banjarbaru berstatus siaga banjir. Karena itulah, kurang lebih 40 personel katanya akan disiagakan untuk mengantisipasi banjir.

“Selain personel, kita sudah siapkan peralatan untuk penanganannya, termasuk upaya evakuasi jika diperlukan. Peralatan ini meliputi perahu karet serta sejumlah life jacket (jaket pelampung),” katanya.

Berkaca banjir parah di Cempaka awal tahun lalu. Memang alat-alat ini terang Zaini sangat diperlukan. Sebab ada beberapa rumah warga yang berada di dataran rendah dan harus dievakuasi dengan perahu karet.

“Tentu penanganan banjir ini kita juga berkolaborasi dengan unsur TNI-Polri maupun Basarnas serta para relawan. Karena perahu karet kita hanya ada dua unit, dan jika (banjir) parah ini perlu bantuan dari instansi lain,” ujarnya.

Selain Cempaka sebagai daerah rawan banjir. Dari mapping atau pemetaan BPBD Banjarbaru, kawasan rawan lainnya berada di wilayah Kecamatan Landasan Ulin. Tepatnya katanya masuk kelurahan Guntung Payung.

“Memang yang tersorot selama ini di Cempaka, namun sebetulnya di wilayah Guntung Payung juga rawan. Salah satu yang rawan dan sering terdampak adalah di Jalan Suratno, disini juga cukup dalam,” katanya.

Adapun, selain menyiagakan personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC). Unsur masyarakat klaim Zaini juga sangat membantu ketika urusan informasi dan penanganan awal di lapangan.

“Kita kan punya Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di sejumlah kelurahan, nah ketika ada banjir semisal di Cempaka, mereka yang menginformasikannya di awal dan penanganan dini sebelum tim kita tiba,” ujarnya.

Terakhir ia mengimbau agar warga khususnya yang berdomisili di kawasan rawan banjir untuk selalu waspada. “Khususnya ketika hujan lebat, segera siaga dan melaporkan ke aparat setempat,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Kawasan Cempaka Banjarbaru bak langganan diterjang luapan air. Jika intensitas tinggi, sejumlah kawasan termasuk pemukiman bakal tergenang. Terparah hingga mencapai dada orang dewasa.

Soal banjir Cempaka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru memang memprioritaskan penanganan di kawasan ini. Mengingat, Cempaka jadi daerah rawan tertinggi untuk urusan banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zainu Syaharnie menyebut saat ini Banjarbaru berstatus siaga banjir. Karena itulah, kurang lebih 40 personel katanya akan disiagakan untuk mengantisipasi banjir.

“Selain personel, kita sudah siapkan peralatan untuk penanganannya, termasuk upaya evakuasi jika diperlukan. Peralatan ini meliputi perahu karet serta sejumlah life jacket (jaket pelampung),” katanya.

Berkaca banjir parah di Cempaka awal tahun lalu. Memang alat-alat ini terang Zaini sangat diperlukan. Sebab ada beberapa rumah warga yang berada di dataran rendah dan harus dievakuasi dengan perahu karet.

“Tentu penanganan banjir ini kita juga berkolaborasi dengan unsur TNI-Polri maupun Basarnas serta para relawan. Karena perahu karet kita hanya ada dua unit, dan jika (banjir) parah ini perlu bantuan dari instansi lain,” ujarnya.

Selain Cempaka sebagai daerah rawan banjir. Dari mapping atau pemetaan BPBD Banjarbaru, kawasan rawan lainnya berada di wilayah Kecamatan Landasan Ulin. Tepatnya katanya masuk kelurahan Guntung Payung.

“Memang yang tersorot selama ini di Cempaka, namun sebetulnya di wilayah Guntung Payung juga rawan. Salah satu yang rawan dan sering terdampak adalah di Jalan Suratno, disini juga cukup dalam,” katanya.

Adapun, selain menyiagakan personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC). Unsur masyarakat klaim Zaini juga sangat membantu ketika urusan informasi dan penanganan awal di lapangan.

“Kita kan punya Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di sejumlah kelurahan, nah ketika ada banjir semisal di Cempaka, mereka yang menginformasikannya di awal dan penanganan dini sebelum tim kita tiba,” ujarnya.

Terakhir ia mengimbau agar warga khususnya yang berdomisili di kawasan rawan banjir untuk selalu waspada. “Khususnya ketika hujan lebat, segera siaga dan melaporkan ke aparat setempat,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/