alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Misteri Hilangnya Tutup Drainase: Ada Maling yang Menyamar Menjadi Petugas

Sejumlah tutup drainase hilang dicuri. Meninggalkan lubang menganga yang membahayakan pengguna jalan. Mirisnya, Pemko Banjarmasin seakan membiarkan.

BANJARMASIN – Pantauan Radar Banjarmasin Selasa (15/12), setidaknya ada 10 titik yang tutup drainasenya hilang. Enam titik di Kuin Utara, empat lagi di Kuin Cerucuk. Masing-masing menyisakan lubang besar menganga. Di beberapa lubang, warga meletakkan kayu. Menghindari ada pejalan kaki yang jatuh terperosok.

Penuturan warga yang tinggal di kawasan Kuin Utara, Hj Bihah, keadaan itu sudah lama. Bahkan, sebelum pandemi melanda. “Saya sudah berulang-ulang memotret. Kemudian mengunggah ke media sosial. Tapi, tidak ada tanggapan pemerintah,” ungkapnya.

Sebab, perempuan 50 tahun itu sudah pernah melihat ada pesepeda motor yang apes. “Terakhir sepekan lalu. Ada mobil yang bannya terperosok. Membahayakan sekali. Saya khawatir sampai jatuh korban. Soalnya di sini banyak anak-anak,” tambahnya.

Warga menduga, ada pencuri yang sengaja mengincar tutup drainase besi dan berat itu. Tapi sampai sekarang, tak kunjung tertangkap. “Kami sering berjaga-jaga. Perkiraan pencuri beroperasi dini hari. Soalnya, bila sampai jam 12 malam, warung-warung masih banyak yang buka,” bebernya.

Senada dengan kisah Ain. Perempuan 48 tahun itu mengaku jengkel. Kendati warga kerap mengintai, masih saja mereka kecolongan oleh aksi pencuri. “Seingat saya, bahkan pernah hilang pada siang bolong. Kata orang, dulu pernah ada yang ketahuan mengangkut, tapi ketika dicegat mengaku dari petugas drainase,” tuturnya.

Lantas, apa yang diharapkan warga setempat? Bihah maupun Ain berharap, Pemko Banjarmasin segera bertindak. Mengganti tutup lubang drainase tersebut. Keduanya khawatir jika dibiarkan berlarut-larut, korban jatuh hanya soal waktu. “Disemen saja sekalian. Biar tidak bisa dicuri lagi,” pinta keduanya kompak.

 

Tanyakan ke PUPR Saja

PENUTUP saluran dari besi itu, mungkin dijual kepada pengepul logam. Warga menaksir harganya sekitar Rp300 ribu. Tak bisa disebut murah.

Terlepas dari itu, masyarakat berharap, lubang-lubang itu segera ditutup karena membahayakan pengguna jalan. Perlu diketahui, pembangunan drainase di kawasan Kuin Utara dan Kuin Cerucuk termasuk bagian program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Dikerjakan pada tahun 2017 dan 2018 silam.

Ketika dihubungi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Banjarmasin, Ahmad Fanani Saifudin menyarankan agar sebaiknya masalah ini ditanyakan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saja.

Tapi Fanani tak menampik, drainase itu masih satu paket dengan Kotaku. “Itu proyek strategis dari Kementerian PU,” ujarnya.

Sayang, Radar Banjarmasin belum memperoleh konfirmasi. Sampai berita ini ditulis, baik Kepala Bidang Drainase PUPR, Khairul Saleh maupun Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Windiasti Kartika belum memberikan balasan. (war/fud/ema)

Sejumlah tutup drainase hilang dicuri. Meninggalkan lubang menganga yang membahayakan pengguna jalan. Mirisnya, Pemko Banjarmasin seakan membiarkan.

BANJARMASIN – Pantauan Radar Banjarmasin Selasa (15/12), setidaknya ada 10 titik yang tutup drainasenya hilang. Enam titik di Kuin Utara, empat lagi di Kuin Cerucuk. Masing-masing menyisakan lubang besar menganga. Di beberapa lubang, warga meletakkan kayu. Menghindari ada pejalan kaki yang jatuh terperosok.

Penuturan warga yang tinggal di kawasan Kuin Utara, Hj Bihah, keadaan itu sudah lama. Bahkan, sebelum pandemi melanda. “Saya sudah berulang-ulang memotret. Kemudian mengunggah ke media sosial. Tapi, tidak ada tanggapan pemerintah,” ungkapnya.

Sebab, perempuan 50 tahun itu sudah pernah melihat ada pesepeda motor yang apes. “Terakhir sepekan lalu. Ada mobil yang bannya terperosok. Membahayakan sekali. Saya khawatir sampai jatuh korban. Soalnya di sini banyak anak-anak,” tambahnya.

Warga menduga, ada pencuri yang sengaja mengincar tutup drainase besi dan berat itu. Tapi sampai sekarang, tak kunjung tertangkap. “Kami sering berjaga-jaga. Perkiraan pencuri beroperasi dini hari. Soalnya, bila sampai jam 12 malam, warung-warung masih banyak yang buka,” bebernya.

Senada dengan kisah Ain. Perempuan 48 tahun itu mengaku jengkel. Kendati warga kerap mengintai, masih saja mereka kecolongan oleh aksi pencuri. “Seingat saya, bahkan pernah hilang pada siang bolong. Kata orang, dulu pernah ada yang ketahuan mengangkut, tapi ketika dicegat mengaku dari petugas drainase,” tuturnya.

Lantas, apa yang diharapkan warga setempat? Bihah maupun Ain berharap, Pemko Banjarmasin segera bertindak. Mengganti tutup lubang drainase tersebut. Keduanya khawatir jika dibiarkan berlarut-larut, korban jatuh hanya soal waktu. “Disemen saja sekalian. Biar tidak bisa dicuri lagi,” pinta keduanya kompak.

 

Tanyakan ke PUPR Saja

PENUTUP saluran dari besi itu, mungkin dijual kepada pengepul logam. Warga menaksir harganya sekitar Rp300 ribu. Tak bisa disebut murah.

Terlepas dari itu, masyarakat berharap, lubang-lubang itu segera ditutup karena membahayakan pengguna jalan. Perlu diketahui, pembangunan drainase di kawasan Kuin Utara dan Kuin Cerucuk termasuk bagian program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Dikerjakan pada tahun 2017 dan 2018 silam.

Ketika dihubungi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Banjarmasin, Ahmad Fanani Saifudin menyarankan agar sebaiknya masalah ini ditanyakan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saja.

Tapi Fanani tak menampik, drainase itu masih satu paket dengan Kotaku. “Itu proyek strategis dari Kementerian PU,” ujarnya.

Sayang, Radar Banjarmasin belum memperoleh konfirmasi. Sampai berita ini ditulis, baik Kepala Bidang Drainase PUPR, Khairul Saleh maupun Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Windiasti Kartika belum memberikan balasan. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/