alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Jembatan Gantung Pulau Bromo Hampir Rampung, Semoga Cuaca Mendukung

Memasuki pekan ke-32, proyek jembatan gantung menuju Pulau Bromo hampir rampung. Sudah 96 persen. Meleset satu persen saja dari target.

BANJARMASIN – Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Thomas Sigit Mugiarto mengatakan, cuaca buruk membuat pekerjaan sedikit terlambat.

“Karena sudah memasuki musim hujan, jadi sedikit terhambat. Ditambah pasang surut sungai yang sulit ditebak,” ujarnya.

Saat Sungai Barito surut, tongkang pengangkut material tak bisa bergerak. Praktis, mobilisasi kapal harus menunggu air pasang dulu.

Lalu, saat hujan turun, pengecoran maupun pengecatan jembatan menjadi sulit. Tapi Thomas masih optimis, jembatan di Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan ini rampung pada 30 Desember nanti.

“Ya, kami optimis. Soalnya pekerjaan-pekerjaan utamanya sudah selesai,” yakinnya.

Disinggung apa saja pekerjaan yang tersisa, manajer pelaksana proyek, Mustafa menjelaskan, pekerjaan utama seperti jembatan gantung, pondasi dan akses jalan sudah selesai dibangun.

Yang belum selesai, yakni pengerjaan fasilitas penunjang. Di seberang pulau, ada akses jalan sepanjang 15 meter dan selebar 1 meter yang harus dibuka. Kemudian pagar jembatan, dan lampu penerangan.

“Cukup memakan waktu. Tapi paling lambat, dua pekan beres. Sekali lagi, semoga cuacanya bersahabat. Contoh pengecatan, kalau hujan harus setop,” tuturnya.

Ini belum termasuk sarana umum di sekitar jembatan seperti taman, tempat parkir sepeda, dan toilet umum. “Semoga warga ikut memelihara,” pesannya.

Kembali pada Thomas, jembatan bakal diresmikan wali kota. “Tergantung jadwal beliau,” ujarnya.

Selama ini, penduduk Pulau Bromo mengandalkan satu unit kapal feri atau perahu bermesin untuk menyeberang. Itu pun tergantung pasang surut air sungai. Dikerjakan sejak awal Mei lalu, proyek ini mendapat alokasi Rp40 miliar lebih dari APBD Banjarmasin. (war/at/fud)

Bisa Melihat Sunset

JEMBATAN yang sudah lama diidam-idamkan penduduk Pulau Bromo hampir rampung.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (14/12) siang, meski belum dibuka, jembatan gantung itu sudah bisa dilintasi. Dari atas jembatan, Pulau Bromo hampir terlihat seluruhnya.

Memiliki panjang 100 meter, meski disebut jembatan gantung, desainnya diklaim modern dan unik.

“Aktivitas warga di sungai bisa terlihat dari sini. Bahkan pemandangan di sebelah pulau,” kata manajer pelaksana proyek, Mustafa.

Salah seorang warga sekitar, Siti Maryam berharap bakal banyak yang berkunjung ke Pulau Bromo. “Di sini, kalau sore pemandangannya bagus. Bisa melihat matahari terbenam. Asyik buat bersantai,” bebernya.

Senada dengan Ketua RT 06 Pulau Bromo, Widodo. Dia berharap, jembatan ini mendongkrak perekonomian penduduknya. “Yang jelas, akses warga menjadi nyaman,” ujarnya.

Titian kayu yang menjadi jalan permukiman, yang dulu rusak berat, kini juga mulai diperbaiki.

PPTK Jembatan di Dinas PUPR Banjarmasin, Thomas Sigit Mugiarto mengatakan, perbaikan titian meliputi kawasan hulu dan hilir Pulau Bromo. “Ada 2.000 keping papan yang dipakai. Yang rusak kami tambal alias diganti. Secara keseluruhan, perbaikan sepanjang 250 meter,” sebutnya. (war/fud/ema)

Memasuki pekan ke-32, proyek jembatan gantung menuju Pulau Bromo hampir rampung. Sudah 96 persen. Meleset satu persen saja dari target.

BANJARMASIN – Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Thomas Sigit Mugiarto mengatakan, cuaca buruk membuat pekerjaan sedikit terlambat.

“Karena sudah memasuki musim hujan, jadi sedikit terhambat. Ditambah pasang surut sungai yang sulit ditebak,” ujarnya.

Saat Sungai Barito surut, tongkang pengangkut material tak bisa bergerak. Praktis, mobilisasi kapal harus menunggu air pasang dulu.

Lalu, saat hujan turun, pengecoran maupun pengecatan jembatan menjadi sulit. Tapi Thomas masih optimis, jembatan di Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan ini rampung pada 30 Desember nanti.

“Ya, kami optimis. Soalnya pekerjaan-pekerjaan utamanya sudah selesai,” yakinnya.

Disinggung apa saja pekerjaan yang tersisa, manajer pelaksana proyek, Mustafa menjelaskan, pekerjaan utama seperti jembatan gantung, pondasi dan akses jalan sudah selesai dibangun.

Yang belum selesai, yakni pengerjaan fasilitas penunjang. Di seberang pulau, ada akses jalan sepanjang 15 meter dan selebar 1 meter yang harus dibuka. Kemudian pagar jembatan, dan lampu penerangan.

“Cukup memakan waktu. Tapi paling lambat, dua pekan beres. Sekali lagi, semoga cuacanya bersahabat. Contoh pengecatan, kalau hujan harus setop,” tuturnya.

Ini belum termasuk sarana umum di sekitar jembatan seperti taman, tempat parkir sepeda, dan toilet umum. “Semoga warga ikut memelihara,” pesannya.

Kembali pada Thomas, jembatan bakal diresmikan wali kota. “Tergantung jadwal beliau,” ujarnya.

Selama ini, penduduk Pulau Bromo mengandalkan satu unit kapal feri atau perahu bermesin untuk menyeberang. Itu pun tergantung pasang surut air sungai. Dikerjakan sejak awal Mei lalu, proyek ini mendapat alokasi Rp40 miliar lebih dari APBD Banjarmasin. (war/at/fud)

Bisa Melihat Sunset

JEMBATAN yang sudah lama diidam-idamkan penduduk Pulau Bromo hampir rampung.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (14/12) siang, meski belum dibuka, jembatan gantung itu sudah bisa dilintasi. Dari atas jembatan, Pulau Bromo hampir terlihat seluruhnya.

Memiliki panjang 100 meter, meski disebut jembatan gantung, desainnya diklaim modern dan unik.

“Aktivitas warga di sungai bisa terlihat dari sini. Bahkan pemandangan di sebelah pulau,” kata manajer pelaksana proyek, Mustafa.

Salah seorang warga sekitar, Siti Maryam berharap bakal banyak yang berkunjung ke Pulau Bromo. “Di sini, kalau sore pemandangannya bagus. Bisa melihat matahari terbenam. Asyik buat bersantai,” bebernya.

Senada dengan Ketua RT 06 Pulau Bromo, Widodo. Dia berharap, jembatan ini mendongkrak perekonomian penduduknya. “Yang jelas, akses warga menjadi nyaman,” ujarnya.

Titian kayu yang menjadi jalan permukiman, yang dulu rusak berat, kini juga mulai diperbaiki.

PPTK Jembatan di Dinas PUPR Banjarmasin, Thomas Sigit Mugiarto mengatakan, perbaikan titian meliputi kawasan hulu dan hilir Pulau Bromo. “Ada 2.000 keping papan yang dipakai. Yang rusak kami tambal alias diganti. Secara keseluruhan, perbaikan sepanjang 250 meter,” sebutnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/