alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

PPIU Kalsel Koordinasi Program Yess di Bappeda Kab Banjar

Banjar, – SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalimantan Selatan dalam Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS), kembali melakukan rapat untuk koordinasi tim Program YESS di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banjar, Kamis (10/12/2020).

Rapat koordinasi ini diikuti oleh stakeholder Kab. Banjar, yang masuk dalam SK Bupati Banjar No. 188.45/479/KUM/2020, tentang Pembentukan Tim Koordinasi Daerah (District Coordination Team) Program YESS Kab. Banjar yang diketuai oleh Kepala Bappeda Litbang Kab. Banjar.

Dijelaskan oleh salah satu Liaison Officer (LO) dari PPIU Kalsel, Rizky Amalia, “Kegiatan ini menindaklanjuti kegiatan District Multistakeholder Forum Kab.Banjar yang pernah dilaksanakan secara online melingkupi stakeholder yang ada di Kab. Banjar”, Tegasnya.

Rapat yang dihadiri 24 stakeholder ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kab. Banjar, dilanjutkan dengan paparan oleh Kepala Bappeda Kab Banjar (DCT), Plt.Kepala Dinas TPH kab banjar (DIT) dan SMK PP N Banjarbaru (PPIU KALSEL).

Kesempatan itu Sekretaris Daerah Kab. Banjar, Mokhammad Hilman menyampaikan, “Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi Stakholder terkait Program Yess. Kementan dan IFAD memfasilitasi pemuda untuk bergerak di bidang pertanian yang didanai oleh IFAD. Harapannya agar terwujudnya regenerasi pertanian, meningkatnya pekerja dan wirausaha di bidang pertanian”, Ujarnya.

Lanjut Kepala Bappeda Kab. Banjar, Galuh Tantri Narindar menjelaskan, “Sebagai DCT, Bappeda bertugas mengoordinasikan perencanaan, pelaksanaan dan monev program, mengkoordinasikan pemanfaatan sumberdaya dan memberikan fasilitasi kegiatan”, Jelasnya.

“Agar program ini bisa berhasil, ada beberapa peran multi stakeholder tingkat kabupaten, agar bisa bergerak bersama untuk kesuksesan Program Yess di Kab. Banjar sebagai pilot project Program Yess, sehingga dukungan dari SKPD sangat diperlukan”, Lanjut Galuh Tantri Narindar.

Program Youth Entrepreneurship and Employment Support (YESS) merupakan program bagi generasi milenial, seperti dijelaskan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. Dan meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda.

Lanjut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, menjelaskan, “Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” Tambahnya.

Selain itu Program YESS dilaksanakan sebagai proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan melalui fasilitasi dan bimbingan kepada generasi muda. Proyek yang didanai oleh International Fund For Agricultural Development (IFAD) ini bertujuan menghasilkan wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian.(WD/ra)
Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru

Banjar, – SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalimantan Selatan dalam Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS), kembali melakukan rapat untuk koordinasi tim Program YESS di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banjar, Kamis (10/12/2020).

Rapat koordinasi ini diikuti oleh stakeholder Kab. Banjar, yang masuk dalam SK Bupati Banjar No. 188.45/479/KUM/2020, tentang Pembentukan Tim Koordinasi Daerah (District Coordination Team) Program YESS Kab. Banjar yang diketuai oleh Kepala Bappeda Litbang Kab. Banjar.

Dijelaskan oleh salah satu Liaison Officer (LO) dari PPIU Kalsel, Rizky Amalia, “Kegiatan ini menindaklanjuti kegiatan District Multistakeholder Forum Kab.Banjar yang pernah dilaksanakan secara online melingkupi stakeholder yang ada di Kab. Banjar”, Tegasnya.

Rapat yang dihadiri 24 stakeholder ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kab. Banjar, dilanjutkan dengan paparan oleh Kepala Bappeda Kab Banjar (DCT), Plt.Kepala Dinas TPH kab banjar (DIT) dan SMK PP N Banjarbaru (PPIU KALSEL).

Kesempatan itu Sekretaris Daerah Kab. Banjar, Mokhammad Hilman menyampaikan, “Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi Stakholder terkait Program Yess. Kementan dan IFAD memfasilitasi pemuda untuk bergerak di bidang pertanian yang didanai oleh IFAD. Harapannya agar terwujudnya regenerasi pertanian, meningkatnya pekerja dan wirausaha di bidang pertanian”, Ujarnya.

Lanjut Kepala Bappeda Kab. Banjar, Galuh Tantri Narindar menjelaskan, “Sebagai DCT, Bappeda bertugas mengoordinasikan perencanaan, pelaksanaan dan monev program, mengkoordinasikan pemanfaatan sumberdaya dan memberikan fasilitasi kegiatan”, Jelasnya.

“Agar program ini bisa berhasil, ada beberapa peran multi stakeholder tingkat kabupaten, agar bisa bergerak bersama untuk kesuksesan Program Yess di Kab. Banjar sebagai pilot project Program Yess, sehingga dukungan dari SKPD sangat diperlukan”, Lanjut Galuh Tantri Narindar.

Program Youth Entrepreneurship and Employment Support (YESS) merupakan program bagi generasi milenial, seperti dijelaskan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. Dan meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda.

Lanjut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, menjelaskan, “Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” Tambahnya.

Selain itu Program YESS dilaksanakan sebagai proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan melalui fasilitasi dan bimbingan kepada generasi muda. Proyek yang didanai oleh International Fund For Agricultural Development (IFAD) ini bertujuan menghasilkan wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian.(WD/ra)
Tim Humas SMK-PP Negeri Banjarbaru

Most Read

Artikel Terbaru

/