alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Serangan Amplop Digerebek Warga, 36 Amplop Berisi 100 Ribu Disita

BARABAI – Tiga warga Desa Telang Kecamatan Batang Alai Utara mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kemarin (10/12). Guna melaporkan dugaan politik uang yang dilancarkan salah satu kandidat Pilbup.

“Saya melaporkan tindakan money politik yang sudah merugikan paslon lain. Ini perbuatan melanggar hukum,” kata salah satu pelapor Muhammad Ali saat keluar dari kantor pengawas pemilu tersebut.

Ali berharap, laporan ini segera ditindaklanjuti Bawaslu. “Kami juga membawa bukti lengkap. Salah satunya amplop yang dibagikan kepada warga desa,” tambahnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu HST, Ahmad Zulfadli menjelaskan, laporan Ali dan koleganya telah diproses sesuai aturan.

“Kami kaji dulu. Jadi belum bisa menyatakan ini pelanggaran atau tidak. Dalam dua hari ke depan, kami akan memeriksa bukti-bukti yang ada,” jelasnya.

Kronologi kasus, bermula saat ada orang membagi-bagikan amplop berisi uang kepada masyarakat di Desa Telang, Selasa (8/12) malam, sekira pukul 22.20 Wita.

Sungguh apes. Bukannya menyambut hangat, warga malah mengamankannya. Dari tangannya, disita sisa 36 amplop. Masing-masing berisi pecahan uang Rp100 ribu. Di dalam amplop juga terdapat stiker bergambar salah satu paslon.

Penelusuran Radar Banjarmasin di lapangan, yang menyebarkan pria berinisial MR, usianya 20 tahun.

Bahkan, penggerebekan MR direkam warga. Video berdurasi satu menit 50 detik itu menjadi viral di media sosial. Dalam pengakuannya, ia membawa sebanyak seratus amplop.

“Banyak pang orangnya lagi. Ulun kada hapal. Ulun disuruh membawakan ja (banyak yang disuruh membagikan, saya tak hafal, saya cuma disuruh mengantarkan),” ujarnya dengan nada ketakutan. (mal/fud/ema)

BARABAI – Tiga warga Desa Telang Kecamatan Batang Alai Utara mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kemarin (10/12). Guna melaporkan dugaan politik uang yang dilancarkan salah satu kandidat Pilbup.

“Saya melaporkan tindakan money politik yang sudah merugikan paslon lain. Ini perbuatan melanggar hukum,” kata salah satu pelapor Muhammad Ali saat keluar dari kantor pengawas pemilu tersebut.

Ali berharap, laporan ini segera ditindaklanjuti Bawaslu. “Kami juga membawa bukti lengkap. Salah satunya amplop yang dibagikan kepada warga desa,” tambahnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu HST, Ahmad Zulfadli menjelaskan, laporan Ali dan koleganya telah diproses sesuai aturan.

“Kami kaji dulu. Jadi belum bisa menyatakan ini pelanggaran atau tidak. Dalam dua hari ke depan, kami akan memeriksa bukti-bukti yang ada,” jelasnya.

Kronologi kasus, bermula saat ada orang membagi-bagikan amplop berisi uang kepada masyarakat di Desa Telang, Selasa (8/12) malam, sekira pukul 22.20 Wita.

Sungguh apes. Bukannya menyambut hangat, warga malah mengamankannya. Dari tangannya, disita sisa 36 amplop. Masing-masing berisi pecahan uang Rp100 ribu. Di dalam amplop juga terdapat stiker bergambar salah satu paslon.

Penelusuran Radar Banjarmasin di lapangan, yang menyebarkan pria berinisial MR, usianya 20 tahun.

Bahkan, penggerebekan MR direkam warga. Video berdurasi satu menit 50 detik itu menjadi viral di media sosial. Dalam pengakuannya, ia membawa sebanyak seratus amplop.

“Banyak pang orangnya lagi. Ulun kada hapal. Ulun disuruh membawakan ja (banyak yang disuruh membagikan, saya tak hafal, saya cuma disuruh mengantarkan),” ujarnya dengan nada ketakutan. (mal/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/