alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Identitas Mr X Terkuak, Keluarganya Masih Dicari

BANJARMASIN – Identitas Mr X yang ditemukan mengapung di Sungai Martapura, kawasan Basirih, akhirnya terungkap. Namanya adalah Haris Munandar, 26 tahun.

Dia warga Jalan Ahmad Yani kilometer 7 Gang Samiya, Kertak Hanyar. Tapi kasus ini tak lantas ditutup. Lantaran polisi masih mencari keberadan keluarga korban.

“Kami menemukan identitasnya melalui data sidik jari kependudukan. Tapi keluarganya belum ketemu. Alamat di data itu, mungkin tempat tinggalnya dulu,” kata Kanit Gakkum Satpolair Polresta Banjarmasin, Iptu Selamet Riyadi.

Konfirmasi juga telah diberikan ketua rukun tetangga setempat. Dia mengenali korban sebagai Haris. Tapi sudah pindah rumah sejak ayah tirinya meninggal dunia.

“Katanya, Haris dan ibunya kemudian ikut kakaknya yang tinggal di Banjarmasin. Tapi ketua RT tak mengetahui alamat barunya,” tambahnya.

Namun, pencarian ini tampaknya masih panjang. Sebab, kakak korban yang membawa Haris pun ternyata sudah meninggal dunia. “Lalu, ibunya mengikuti jejak saudaranya yang bekerja di Muara Teweh, Kalteng,” tukasnya.

Jasad korban sudah dua hari di lemari pendingin mayat. Jika sampai Jumat (11/12) keluarga korban belum juga ditemukan, maka akan dimakamkan.

Korban ditemukan tak jauh dari Jembatan Basirih pada Rabu (9/12) pagi. Yang pertama kali melihatnya adalah anak buah kapal di dermaga dekat situ.

Ketika ditemukan, korban tak mengenakan pakaian sehelai pun. Saat divisum di Rumah Sakit Ulin, tidak didapati tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Identitas Mr X yang ditemukan mengapung di Sungai Martapura, kawasan Basirih, akhirnya terungkap. Namanya adalah Haris Munandar, 26 tahun.

Dia warga Jalan Ahmad Yani kilometer 7 Gang Samiya, Kertak Hanyar. Tapi kasus ini tak lantas ditutup. Lantaran polisi masih mencari keberadan keluarga korban.

“Kami menemukan identitasnya melalui data sidik jari kependudukan. Tapi keluarganya belum ketemu. Alamat di data itu, mungkin tempat tinggalnya dulu,” kata Kanit Gakkum Satpolair Polresta Banjarmasin, Iptu Selamet Riyadi.

Konfirmasi juga telah diberikan ketua rukun tetangga setempat. Dia mengenali korban sebagai Haris. Tapi sudah pindah rumah sejak ayah tirinya meninggal dunia.

“Katanya, Haris dan ibunya kemudian ikut kakaknya yang tinggal di Banjarmasin. Tapi ketua RT tak mengetahui alamat barunya,” tambahnya.

Namun, pencarian ini tampaknya masih panjang. Sebab, kakak korban yang membawa Haris pun ternyata sudah meninggal dunia. “Lalu, ibunya mengikuti jejak saudaranya yang bekerja di Muara Teweh, Kalteng,” tukasnya.

Jasad korban sudah dua hari di lemari pendingin mayat. Jika sampai Jumat (11/12) keluarga korban belum juga ditemukan, maka akan dimakamkan.

Korban ditemukan tak jauh dari Jembatan Basirih pada Rabu (9/12) pagi. Yang pertama kali melihatnya adalah anak buah kapal di dermaga dekat situ.

Ketika ditemukan, korban tak mengenakan pakaian sehelai pun. Saat divisum di Rumah Sakit Ulin, tidak didapati tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/