alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Petugas Berhazmat Pungut Suara di RS

BANJARBARU – Selain pemungutan suara di TPS “umum” yang tersebar di seluruh Kecamatan di Banjarbaru. Pada tanggal 9 Desember kemarin, pemungutan rupanya juga sampai dilakukan di ruang pasien di dua rumah sakit di Banjarbaru. 

Dua rumah sakit yang dilakukan pemungutan suara ini adalah Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru serta Rumah Sakit Syifa Medika Banjarbaru. Menurut KPU, ada lebih dari 40 pasien yang menuntaskan hak pilihnya meski sedang dirawat.

Komisioner KPU Banjarbaru yang juga Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Hereyanto merinci pemungutan dilakukan dari pukul 12.00 Wita. Total katanya ada 44 pasien yang nyoblos.

“Untuk di Rumah Sakit Idaman dilayani oleh KPPS dari TPS 006 dan TPS 055 Kelurahan Guntung Manggis dengan jumlah pasien yang dilayani sebanyak 24 orang. Sedangkan di Rumah Sakit Syifa Medika dilayani oleh KPPS dari TPS 012 Kelurahan Loktabat Selatan dengan jumlah pasien yang dilayani sebanyak 20 orang,” informasi Hereyanto.

Karena terbilang pemungutan khusus. Maka dalam prosesinya kata Hereyanto pihak KPPS yang “jemput bola” masuk ke ruang pasien. Tentunya ditegaskannya bahwa ini sudah melalui koordinasi dan izin dari pihak rumah sakit maupun pasien.

“Mekanismenya dengan cara didatangi oleh KPPS ke rumah sakit dengan dibantu oleh petugas ketertiban dan diawasi oleh panwas,” lanjutnya.

Khusus untuk di RS ini, pasien yang bisa menyoblos katanya adalah pasien umum. Yakni bukan penyintas Covid-19. Namun meski begitu, petugas terangnya juga tetap wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap hingga pakai Hazmat.

“Untuk warga yang dilayani di rumah sakit adalah pasien yang non covid-19. Petugas KPPS yang bertugas menggunakan APD lengkap, dengan prinsip penerapan protokol kesehatan yang ketat,” klaimnya.

Selepas suara pasien sukses dikumpulkan. Lembar surat suara yang sudah dicoblos ini katanya dibawa oleh KPPS setempat lalu diakumulasikan dengan rekapitulasi di TPS setempat.

“Pemilih di RS ini sebagai pemilih pindahan,” katanya.

Ia sendiri mengaku bersyukur bahwa pelayanan di fasilitas kesehatan ini tetap bisa terakomodir dengan lancar dan menerapkan protokol ketat. Mengingat, pihak rumah sakit terangnya juga memberlakukan prokes ketat.

“Kegiatan pelayanan bagi warga yang dirawat di rumah sakit ini, bisa terlaksana dengan baik juga berkat koordinasi yang baik dengan pihak rumah sakit. Sehingga kami berterima kasih kepada pihak rumah sakit yang membantu dalam pelayanan memilih bagi pasien di rumah sakit tersebut,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Selain pemungutan suara di TPS “umum” yang tersebar di seluruh Kecamatan di Banjarbaru. Pada tanggal 9 Desember kemarin, pemungutan rupanya juga sampai dilakukan di ruang pasien di dua rumah sakit di Banjarbaru. 

Dua rumah sakit yang dilakukan pemungutan suara ini adalah Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru serta Rumah Sakit Syifa Medika Banjarbaru. Menurut KPU, ada lebih dari 40 pasien yang menuntaskan hak pilihnya meski sedang dirawat.

Komisioner KPU Banjarbaru yang juga Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Hereyanto merinci pemungutan dilakukan dari pukul 12.00 Wita. Total katanya ada 44 pasien yang nyoblos.

“Untuk di Rumah Sakit Idaman dilayani oleh KPPS dari TPS 006 dan TPS 055 Kelurahan Guntung Manggis dengan jumlah pasien yang dilayani sebanyak 24 orang. Sedangkan di Rumah Sakit Syifa Medika dilayani oleh KPPS dari TPS 012 Kelurahan Loktabat Selatan dengan jumlah pasien yang dilayani sebanyak 20 orang,” informasi Hereyanto.

Karena terbilang pemungutan khusus. Maka dalam prosesinya kata Hereyanto pihak KPPS yang “jemput bola” masuk ke ruang pasien. Tentunya ditegaskannya bahwa ini sudah melalui koordinasi dan izin dari pihak rumah sakit maupun pasien.

“Mekanismenya dengan cara didatangi oleh KPPS ke rumah sakit dengan dibantu oleh petugas ketertiban dan diawasi oleh panwas,” lanjutnya.

Khusus untuk di RS ini, pasien yang bisa menyoblos katanya adalah pasien umum. Yakni bukan penyintas Covid-19. Namun meski begitu, petugas terangnya juga tetap wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap hingga pakai Hazmat.

“Untuk warga yang dilayani di rumah sakit adalah pasien yang non covid-19. Petugas KPPS yang bertugas menggunakan APD lengkap, dengan prinsip penerapan protokol kesehatan yang ketat,” klaimnya.

Selepas suara pasien sukses dikumpulkan. Lembar surat suara yang sudah dicoblos ini katanya dibawa oleh KPPS setempat lalu diakumulasikan dengan rekapitulasi di TPS setempat.

“Pemilih di RS ini sebagai pemilih pindahan,” katanya.

Ia sendiri mengaku bersyukur bahwa pelayanan di fasilitas kesehatan ini tetap bisa terakomodir dengan lancar dan menerapkan protokol ketat. Mengingat, pihak rumah sakit terangnya juga memberlakukan prokes ketat.

“Kegiatan pelayanan bagi warga yang dirawat di rumah sakit ini, bisa terlaksana dengan baik juga berkat koordinasi yang baik dengan pihak rumah sakit. Sehingga kami berterima kasih kepada pihak rumah sakit yang membantu dalam pelayanan memilih bagi pasien di rumah sakit tersebut,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/