alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Punya Prioritas Jalan, Tapi Abaikan Keselamatan, Mobil BPK dan Damkar Mulai Meresahkan

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Apriyansa Sinatra angkat bicara terkait terus terulangnya kecelakaan yang melibatkan pemadam kebakaran (damkar) saat menuju ke lokasi kebakaran.

Dia mengungkapkan, sesuai dengan undang-undang lalu lintas, damkar sebenarnya punya prioritas di jalan ketika ada kebakaran. Hanya saja, menurutnya sejumlah anggota pemadam masih ada yang tidak mengedepankan keselamatan dalam berkendara.

“Saya lihat mereka cepat-cepatan supaya bisa sampai ke lokasi. Bisa dikatakan ugal-ugalan,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia berpandangan, para damkar berusaha sampai lebih dulu di lokasi kebakaran, agar bisa diakui oleh kelompok damkar yang lain. “Jadi kesannya supaya bisa tahu lebih dulu kondisi di TKP. Terus bisa memberikan kabar ke lain,” ujarnya.

Padahal, menurutnya cepat-cepatan di jalan sangat berbahaya bagi para kelompok damkar. “Mereka ‘kan membawa beban berat. Kalau kecepatan tinggi gampang oleng,” ujarnya.

Oleh karena itu, Apriyansa mengimbau supaya para damkar tetap mengedepankan keselamatan. Baik untuk diri sendiri, maupun orang lain. “Karena sudah beberapa kali kejadian damkar kecelakaan saat menuju ke lokasi kebakaran,” katanya.

Disinggung bagaimana proses hukum apabila ada damkar terlibat kecelakaan, dia menjelaskan, meski damkar punya prioritas di jalan namun kalau tidak mengikuti aturan lalu lintas tetap akan mendapatkan sanksi.

“Apalagi kalau menabrak pengendara lain. Jika dari hasil penyelidikan, sopir dianggap lalai maka bisa diproses hukum. Jadi, boleh kejar waktu tapi jangan melalaikan keselamatan,” ujarnya.

Sementara itu, Psikolog Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Sukma Noor Akbar mengamati, faktor psikologis turut berpengaruh dalam kasus kecelakaan yang melibatkan armada pemadam kebakaran. “Seperti kurang matangnya usia dalam mengemudi, sehingga emosi masih labil,” paparnya.

Di samping itu, dia menuturkan bahwa beberapa mobil pemadam kebakaran juga ada yang tidak layak, sehingga tidak aman digunakan. “Selain itu, ada yang tidak dijalankannya SOP sesuai dengan aturan yang diterbitkan pemerintah,” tuturnya.

Sukma berpendapat, guna meminimalisir angka kecelakaan damkar, perlu ada pembagian lokasi atau wilayah yang jelas dalam memadamkan kebakaran. Sehingga tidak ada kepadatan armada damkar, ketika ada kebakaran.

“Selain itu memberi pengetahuan kepada para damkar mengenai SOP dalam memadamkan kebakaran dan memperhatikan usia bagi pengemudi. Sebab jika usia remaja, maka masih belum matang dalam mengemudi dan cenderung mengutamakan emosinya,” bebernya.

Lanjutnya, pelatihan terhadap damkar dan lomba ketangkasan BPK / PMK swasta juga perlu lebih ditingkatkana. Supaya damkar bisa lebih terampil dan paham terhadap aturan-aturan. (ris/ran/ema)

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Apriyansa Sinatra angkat bicara terkait terus terulangnya kecelakaan yang melibatkan pemadam kebakaran (damkar) saat menuju ke lokasi kebakaran.

Dia mengungkapkan, sesuai dengan undang-undang lalu lintas, damkar sebenarnya punya prioritas di jalan ketika ada kebakaran. Hanya saja, menurutnya sejumlah anggota pemadam masih ada yang tidak mengedepankan keselamatan dalam berkendara.

“Saya lihat mereka cepat-cepatan supaya bisa sampai ke lokasi. Bisa dikatakan ugal-ugalan,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia berpandangan, para damkar berusaha sampai lebih dulu di lokasi kebakaran, agar bisa diakui oleh kelompok damkar yang lain. “Jadi kesannya supaya bisa tahu lebih dulu kondisi di TKP. Terus bisa memberikan kabar ke lain,” ujarnya.

Padahal, menurutnya cepat-cepatan di jalan sangat berbahaya bagi para kelompok damkar. “Mereka ‘kan membawa beban berat. Kalau kecepatan tinggi gampang oleng,” ujarnya.

Oleh karena itu, Apriyansa mengimbau supaya para damkar tetap mengedepankan keselamatan. Baik untuk diri sendiri, maupun orang lain. “Karena sudah beberapa kali kejadian damkar kecelakaan saat menuju ke lokasi kebakaran,” katanya.

Disinggung bagaimana proses hukum apabila ada damkar terlibat kecelakaan, dia menjelaskan, meski damkar punya prioritas di jalan namun kalau tidak mengikuti aturan lalu lintas tetap akan mendapatkan sanksi.

“Apalagi kalau menabrak pengendara lain. Jika dari hasil penyelidikan, sopir dianggap lalai maka bisa diproses hukum. Jadi, boleh kejar waktu tapi jangan melalaikan keselamatan,” ujarnya.

Sementara itu, Psikolog Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Sukma Noor Akbar mengamati, faktor psikologis turut berpengaruh dalam kasus kecelakaan yang melibatkan armada pemadam kebakaran. “Seperti kurang matangnya usia dalam mengemudi, sehingga emosi masih labil,” paparnya.

Di samping itu, dia menuturkan bahwa beberapa mobil pemadam kebakaran juga ada yang tidak layak, sehingga tidak aman digunakan. “Selain itu, ada yang tidak dijalankannya SOP sesuai dengan aturan yang diterbitkan pemerintah,” tuturnya.

Sukma berpendapat, guna meminimalisir angka kecelakaan damkar, perlu ada pembagian lokasi atau wilayah yang jelas dalam memadamkan kebakaran. Sehingga tidak ada kepadatan armada damkar, ketika ada kebakaran.

“Selain itu memberi pengetahuan kepada para damkar mengenai SOP dalam memadamkan kebakaran dan memperhatikan usia bagi pengemudi. Sebab jika usia remaja, maka masih belum matang dalam mengemudi dan cenderung mengutamakan emosinya,” bebernya.

Lanjutnya, pelatihan terhadap damkar dan lomba ketangkasan BPK / PMK swasta juga perlu lebih ditingkatkana. Supaya damkar bisa lebih terampil dan paham terhadap aturan-aturan. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/