alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Bersimbah Darah, Seorang Wakar Meregang Nyawa di Pasar Cempaka

BANJARMASIN – Malang nian nasib Muhammad Ridwan Noor. Pria 48 tahun itu ditemukan tak bernyawa di Pasar Cempaka. Persis di eks Bioskop Cempaka, Sabtu (5/12) pagi.

Darah berceceran di sekitar jasad warga Jalan Sutoyo S Gang 20 Ampera. Dari mulut dan hidung korban, banyak keluar darah.

Namun, Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Irwan Kurniadi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan, tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Keterangan sementara dari dokter forensik Rumah Sakit Ulin, diterangkan tak ada ciri-ciri korban kekerasan,” ujarnya.

“Diduga mengalami gangguan kesehatan di bagian paru. Yang mengakibatkan darah segar keluar dari mulut dan hidung. Tapi hasil visum belum keluar,” lanjutnya.

Sehari-harinya korban bekerja sebagai wakar di kawasan Pasar Niaga. Urusan tidur dan makan juga di pasar. “Selama menjadi wakar ia tinggal di los pasar lantai tiga,” tukas Irwan.

Di lokasi kejadian, tak jauh dari korban terkapar ditemukan bungkusan nasi kuning yang sempat dimakan korban. “Berdasarkan keterangan putri korban, ayahnya selama tiga bulan terakhir tinggal sendirian di pasar. Selama dua tahun ini ayahnya memang sudah sakit-sakitan. Asma dan darah tinggi,” bebernya.

Menyikapi itu, pihak keluarga memilih untuk segera membawa pulang untuk memakamkannya. “Keluarga menganggap semuanya musibah dan sudah mengikhlaskanya,” tutupnya. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Malang nian nasib Muhammad Ridwan Noor. Pria 48 tahun itu ditemukan tak bernyawa di Pasar Cempaka. Persis di eks Bioskop Cempaka, Sabtu (5/12) pagi.

Darah berceceran di sekitar jasad warga Jalan Sutoyo S Gang 20 Ampera. Dari mulut dan hidung korban, banyak keluar darah.

Namun, Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Irwan Kurniadi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan, tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Keterangan sementara dari dokter forensik Rumah Sakit Ulin, diterangkan tak ada ciri-ciri korban kekerasan,” ujarnya.

“Diduga mengalami gangguan kesehatan di bagian paru. Yang mengakibatkan darah segar keluar dari mulut dan hidung. Tapi hasil visum belum keluar,” lanjutnya.

Sehari-harinya korban bekerja sebagai wakar di kawasan Pasar Niaga. Urusan tidur dan makan juga di pasar. “Selama menjadi wakar ia tinggal di los pasar lantai tiga,” tukas Irwan.

Di lokasi kejadian, tak jauh dari korban terkapar ditemukan bungkusan nasi kuning yang sempat dimakan korban. “Berdasarkan keterangan putri korban, ayahnya selama tiga bulan terakhir tinggal sendirian di pasar. Selama dua tahun ini ayahnya memang sudah sakit-sakitan. Asma dan darah tinggi,” bebernya.

Menyikapi itu, pihak keluarga memilih untuk segera membawa pulang untuk memakamkannya. “Keluarga menganggap semuanya musibah dan sudah mengikhlaskanya,” tutupnya. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/