alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Meski Banjarbaru Masih Zona Merah, Keinginan Warga Tak Bisa Menunggu, Cinepolis pun Buka Layanan Rental Bioskop Pribadi

BANJARBARU – Meski Banjarbaru masih berstatus zona merah Covid-19, namun keinginan warga tidak bisa menunggu. Bioskop Cinepolis di Q Mall Banjarbaru akhirnya memutuskan beroperasi kembali atau reopening kemarin (4/12) siang. Setelah beberapa waktu terpaksa vakum karena pandemi.

Dalam pembukaan kembali kemarin, jajaran Satgas Covid-19 Banjarbaru ikuthadir. Rombongan dipimpin langsung oleh Pjs Wali Kota Banjarbaru, Bernhard E Rondonuwu. Mereka melakukan peninjauan kesiapan protokol kesehatan oleh pihak bioskop.

Menurut Bernhard, Satgas khusunya tim legal sudah menerbitkan rekomendasi untuk Cinepolis. Yang mana kedatangan mereka merupakan tindaklanjut penerbitan rekomendasi tersebut. “Jadi kami tim Satgas memastikan, bahwa sebagaimana rekomendasi yang sudah diberikan tim legal (Satgas). Kami ingin melihat kesiapan manajemen, apakah benar-benar siap,” katanya.

Dari peninjauan, Bernhard mengklaim jika manajemen sudah menerapkan SOP yang berlaku. Mulai dari akses masuk, sistem pembelian tiket hingga kursi penonton yang diberikan jarak.

“Tadi juga manajemen mengatakan apabila ada (penonton) yang melanggar SOP maka tayangan akan dihentikan. Nah ini yang kami mau, bahwa protokol kesehatan harus dikedepankan,” ujarnya.

Dihadapan perwakilan manajemen, Benrhard juga menitipkan saran. Saran ini diutarakannya agar ruangan di bioskop ada mekanisme sirkulasi perputaran udara. Ia mengumpamakan seperti mekanisme dalam kabin pesawat.

“Saya kira ventilasi udara sangat penting, agar masyarakat tidak merasa khawatir. Kita bisa lihat seumpama di pesawat bahwa setiap beberapa menit ada perputaran sirkulasi,” katanya seraya meminta manajemen juga turut membentuk tim satgas internal.

Disinggung soal mengapa reopening dilakukan ketika kasus di Banjarbaru lagi tinggi, Bernhard menjawab kesehatan dan ekonomi harus tetap bisa berjalan seimbang.

“Bagi saya, ketika dalam kondisi seperti ini bagaimana kita dari jajaran kepala daerah adalah pertama memberikan jaminan soal mengedepankan protokol kesehatan dan bagaiaman kita mmgeliatkan ekonomi. Kalau seumpama jalan brsama-sama, saya pkir itu akan saling mendukung,” tanggapnya.

Sementara, Manajer Cinepolis Q Mall Banjarbaru, Sofian yang mendampingi tim Satgas menegaskan bahwa pihaknya memberlakukan protokol ketat. Hal ini sudah jadi kebijakan Cinepolis pusat. “Yang jelas kita punya SOP dan ini berlaku seluruh Indonesia. Di sini protokol juga sangat ketat, mulai dari akses masuk sampai di ruang studio,” katanya.

Ditanya soal saran Bernhard terkait ventilasi udara, Sofyan menjawab bahwa hal ini tergantung kebijakan manajemen pusat nantinya. “Nanti kita akan koordinasi dengan manajemen pusat, mereka sudah ada mekanismenya,” katanya.

Sementara, dari siaran pers Cinepolis yang diterima Radar Banjarmasin. Pihak bioskop mengklaim menerapkan 71 poin protokol kesehatan dalam pembukaan kembali Cinepolis di Q Mall Banjarbaru.

“Cinepolis Cinemas telah menerapkan 71 protokol pelayanan yang bertujuan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar CEO Cinepolus Cinemas Indonesia Gerald Dibbayawan dalam siaran persnya.

Protokol ini katanya meliputi seperti melakukan pemeriksaan suhu badan, membatasi usia pengunjung, mewajibkan penonton menggunakan masker, menyediakan layanan penjualan tiket melalui daring, menetapkan jarak aman dan mengosongkan sebagian kursi di dalam bioskop, serta menyediakan hand sanitizer di semua area.

“Ini sesuai peraturan pemerintah, kapasitas di dalam studio pun dibatasi menjadi hanya 35 persen, Namun kami berharap dapat memanfaatkan situasi ini sebaik-baiknya,” katanya.

Soal hubungan dengan pemerintah dan pihak mall. Menurutnya semuanya sangat berperan penting dalam pembukaan bioskop ini sebagai partner. Karena diakuinya, keduanya telah memberikan dukungan kepada pihaknya untuk menyukseskan reopening ini.

Perihal materi film yang akan diputar di cinepolis cinemas, Gerald menyebutkan bahwa akan ada beberapa film blockbuster Hollywood yang akan tayang seperti Wonder Woman 1984 tayang pada 16 Desember 2020.

Juga ada film baru dari tanah air seperti Asih 2 dan Generasi 90-an Melankolia yang akan segera tayang dibulan Desember ini. “Selama beberapa tahun belakangan ini, film Indonesia kontribusinya terus meningkat dari tahun ke tahun,” lanjutnya.

Pada saat pembukaan bioskop, Gerald mengungkapkan Cinepolis Cinema akan menawarkan terobosan baru yaitu rental cinema pribadi. Yakni ditujukan bagi pengunjung yang ingin menonton dengan keluarga dan kerabatnya tanpa harus seruangan dengan penonton lain yang tidak dikenal. “Tentunya penggunaan studio telah disesuaikan dengan protokol kesehatan yang berlaku, yaitu didisinfektan sebelum dan setelah,” tuntasnya. (rvn/ran/ema)

BANJARBARU – Meski Banjarbaru masih berstatus zona merah Covid-19, namun keinginan warga tidak bisa menunggu. Bioskop Cinepolis di Q Mall Banjarbaru akhirnya memutuskan beroperasi kembali atau reopening kemarin (4/12) siang. Setelah beberapa waktu terpaksa vakum karena pandemi.

Dalam pembukaan kembali kemarin, jajaran Satgas Covid-19 Banjarbaru ikuthadir. Rombongan dipimpin langsung oleh Pjs Wali Kota Banjarbaru, Bernhard E Rondonuwu. Mereka melakukan peninjauan kesiapan protokol kesehatan oleh pihak bioskop.

Menurut Bernhard, Satgas khusunya tim legal sudah menerbitkan rekomendasi untuk Cinepolis. Yang mana kedatangan mereka merupakan tindaklanjut penerbitan rekomendasi tersebut. “Jadi kami tim Satgas memastikan, bahwa sebagaimana rekomendasi yang sudah diberikan tim legal (Satgas). Kami ingin melihat kesiapan manajemen, apakah benar-benar siap,” katanya.

Dari peninjauan, Bernhard mengklaim jika manajemen sudah menerapkan SOP yang berlaku. Mulai dari akses masuk, sistem pembelian tiket hingga kursi penonton yang diberikan jarak.

“Tadi juga manajemen mengatakan apabila ada (penonton) yang melanggar SOP maka tayangan akan dihentikan. Nah ini yang kami mau, bahwa protokol kesehatan harus dikedepankan,” ujarnya.

Dihadapan perwakilan manajemen, Benrhard juga menitipkan saran. Saran ini diutarakannya agar ruangan di bioskop ada mekanisme sirkulasi perputaran udara. Ia mengumpamakan seperti mekanisme dalam kabin pesawat.

“Saya kira ventilasi udara sangat penting, agar masyarakat tidak merasa khawatir. Kita bisa lihat seumpama di pesawat bahwa setiap beberapa menit ada perputaran sirkulasi,” katanya seraya meminta manajemen juga turut membentuk tim satgas internal.

Disinggung soal mengapa reopening dilakukan ketika kasus di Banjarbaru lagi tinggi, Bernhard menjawab kesehatan dan ekonomi harus tetap bisa berjalan seimbang.

“Bagi saya, ketika dalam kondisi seperti ini bagaimana kita dari jajaran kepala daerah adalah pertama memberikan jaminan soal mengedepankan protokol kesehatan dan bagaiaman kita mmgeliatkan ekonomi. Kalau seumpama jalan brsama-sama, saya pkir itu akan saling mendukung,” tanggapnya.

Sementara, Manajer Cinepolis Q Mall Banjarbaru, Sofian yang mendampingi tim Satgas menegaskan bahwa pihaknya memberlakukan protokol ketat. Hal ini sudah jadi kebijakan Cinepolis pusat. “Yang jelas kita punya SOP dan ini berlaku seluruh Indonesia. Di sini protokol juga sangat ketat, mulai dari akses masuk sampai di ruang studio,” katanya.

Ditanya soal saran Bernhard terkait ventilasi udara, Sofyan menjawab bahwa hal ini tergantung kebijakan manajemen pusat nantinya. “Nanti kita akan koordinasi dengan manajemen pusat, mereka sudah ada mekanismenya,” katanya.

Sementara, dari siaran pers Cinepolis yang diterima Radar Banjarmasin. Pihak bioskop mengklaim menerapkan 71 poin protokol kesehatan dalam pembukaan kembali Cinepolis di Q Mall Banjarbaru.

“Cinepolis Cinemas telah menerapkan 71 protokol pelayanan yang bertujuan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar CEO Cinepolus Cinemas Indonesia Gerald Dibbayawan dalam siaran persnya.

Protokol ini katanya meliputi seperti melakukan pemeriksaan suhu badan, membatasi usia pengunjung, mewajibkan penonton menggunakan masker, menyediakan layanan penjualan tiket melalui daring, menetapkan jarak aman dan mengosongkan sebagian kursi di dalam bioskop, serta menyediakan hand sanitizer di semua area.

“Ini sesuai peraturan pemerintah, kapasitas di dalam studio pun dibatasi menjadi hanya 35 persen, Namun kami berharap dapat memanfaatkan situasi ini sebaik-baiknya,” katanya.

Soal hubungan dengan pemerintah dan pihak mall. Menurutnya semuanya sangat berperan penting dalam pembukaan bioskop ini sebagai partner. Karena diakuinya, keduanya telah memberikan dukungan kepada pihaknya untuk menyukseskan reopening ini.

Perihal materi film yang akan diputar di cinepolis cinemas, Gerald menyebutkan bahwa akan ada beberapa film blockbuster Hollywood yang akan tayang seperti Wonder Woman 1984 tayang pada 16 Desember 2020.

Juga ada film baru dari tanah air seperti Asih 2 dan Generasi 90-an Melankolia yang akan segera tayang dibulan Desember ini. “Selama beberapa tahun belakangan ini, film Indonesia kontribusinya terus meningkat dari tahun ke tahun,” lanjutnya.

Pada saat pembukaan bioskop, Gerald mengungkapkan Cinepolis Cinema akan menawarkan terobosan baru yaitu rental cinema pribadi. Yakni ditujukan bagi pengunjung yang ingin menonton dengan keluarga dan kerabatnya tanpa harus seruangan dengan penonton lain yang tidak dikenal. “Tentunya penggunaan studio telah disesuaikan dengan protokol kesehatan yang berlaku, yaitu didisinfektan sebelum dan setelah,” tuntasnya. (rvn/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/