alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Merayakan Hari Disabilitas Internasional dengan Mural

BANJARMASIN – Merayakan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh kemarin (3/12), penyandang disabilitas melukis mural di tembok rumah-rumah warga di Jalan Bara Batuah RT 17 Banjarmasin Barat.

Lewat seni urban itu, mereka berharap, masyarakat Kota Seribu Sungai kian menyadari keberadaan kaum difabel.

Lukisan-lukisan itu mengangkat tema kemandirian dan kesamaan hak. Mengulas isu-isu yang dekat dengan kehidupan keseharian.

Ada 25 penyandang disabilitas yang turut menyapukan kuasnya. Salah satunya Rudiansyah.

“Kami dibantu para seniman mural dari komunitas Kune,” ujarnya. “Gambar-gambar ini sarat makna. Di sini, bisa menjadi percontohan kampung inklusif,” tambahnya.

Koordinator acara, Yanti menceritakan, warga Kelurahan Pelambuan menyambut baik ide melukis mural tersebut.

“Kami dari komunitas Kaki Kota dan organisasi Kota Kita hanya memfasilitasi. Yang mengerjakan muralnya adalah warga dan kawan-kawan disabilitas,” jelasnya.

“Mudahan bisa memantik kampung-kampung lain di Banjarmasin untuk menjadi kampung ramah dan inklusif,” tukas Yanti. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Merayakan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh kemarin (3/12), penyandang disabilitas melukis mural di tembok rumah-rumah warga di Jalan Bara Batuah RT 17 Banjarmasin Barat.

Lewat seni urban itu, mereka berharap, masyarakat Kota Seribu Sungai kian menyadari keberadaan kaum difabel.

Lukisan-lukisan itu mengangkat tema kemandirian dan kesamaan hak. Mengulas isu-isu yang dekat dengan kehidupan keseharian.

Ada 25 penyandang disabilitas yang turut menyapukan kuasnya. Salah satunya Rudiansyah.

“Kami dibantu para seniman mural dari komunitas Kune,” ujarnya. “Gambar-gambar ini sarat makna. Di sini, bisa menjadi percontohan kampung inklusif,” tambahnya.

Koordinator acara, Yanti menceritakan, warga Kelurahan Pelambuan menyambut baik ide melukis mural tersebut.

“Kami dari komunitas Kaki Kota dan organisasi Kota Kita hanya memfasilitasi. Yang mengerjakan muralnya adalah warga dan kawan-kawan disabilitas,” jelasnya.

“Mudahan bisa memantik kampung-kampung lain di Banjarmasin untuk menjadi kampung ramah dan inklusif,” tukas Yanti. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/