alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Kasus Masih Berlanjut, Kontroversi Video Viral Dinkes akan Diselesaikan Secara Internal

BANJARMASIN – Kontroversi video viral pegawai Dinas Kesehatan Banjarmasin yang berjoget dan berkerumun pada perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada pertengahan November lalu masih berlanjut.

Kasus itu telah dibahas Majelis Pertimbangan Pegawai atas dugaan pelanggaran protokol pencegahan corona.

Namun, dalam upaya konfirmasi, tak seorang pejabat pemko pun yang mau membeberkan hasil musyawarah majelis. Mereka sibuk saling lempar.

“Majelis itu kan sifatnya internal. Tanyakan ke BKD saja,” kata Sekdako Banjarmasin yang juga menjabat sebagai ketua majelis, Hamli Kursani, kemarin (3/12) saat dihubungi via telepon.

Dia menambahkan, itu baru pembahasan awal. “Sampai sekarang belum tahu perkembangannya,” tambahnya sembari buru-buru menutup telepon.

Di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Banjarmasin, setali tiga uang.

Kabid Kesejahteraan dan Disiplin ASN, Gusti Dewi Aprilina, menolak berkomentar. “Saya tidak pantas menjelaskan persoalan ini. Yang pantas atasan saja langsung,” ujarnya.

Sementara Kepala BKD dan Diklat Banjarmasin, Syaffri Azmi sedang isolasi mandiri di rumah karena baru pulang dari Balikpapan.

Sebelumnya, kepolisian telah memanggil Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi untuk dimintai klarifikasi.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pemko.

“Mungkin tanyakan saja ke pak wali kota. Sudah ada teguran juga dari Plt Gubernur Kalsel secara tertulis maupun lisan,” kata Rachmat.

Teguran gubernur, Dinkes semestinya menjadi teladan di tengah pandemi. Bukan malah memberi contoh buruk kepada masyarakat.

Machli sendiri mengakui lalai dan sudah meminta maaf. Menurutnya, acara dangdutan itu murni spontanitas. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Kontroversi video viral pegawai Dinas Kesehatan Banjarmasin yang berjoget dan berkerumun pada perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada pertengahan November lalu masih berlanjut.

Kasus itu telah dibahas Majelis Pertimbangan Pegawai atas dugaan pelanggaran protokol pencegahan corona.

Namun, dalam upaya konfirmasi, tak seorang pejabat pemko pun yang mau membeberkan hasil musyawarah majelis. Mereka sibuk saling lempar.

“Majelis itu kan sifatnya internal. Tanyakan ke BKD saja,” kata Sekdako Banjarmasin yang juga menjabat sebagai ketua majelis, Hamli Kursani, kemarin (3/12) saat dihubungi via telepon.

Dia menambahkan, itu baru pembahasan awal. “Sampai sekarang belum tahu perkembangannya,” tambahnya sembari buru-buru menutup telepon.

Di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Banjarmasin, setali tiga uang.

Kabid Kesejahteraan dan Disiplin ASN, Gusti Dewi Aprilina, menolak berkomentar. “Saya tidak pantas menjelaskan persoalan ini. Yang pantas atasan saja langsung,” ujarnya.

Sementara Kepala BKD dan Diklat Banjarmasin, Syaffri Azmi sedang isolasi mandiri di rumah karena baru pulang dari Balikpapan.

Sebelumnya, kepolisian telah memanggil Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi untuk dimintai klarifikasi.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pemko.

“Mungkin tanyakan saja ke pak wali kota. Sudah ada teguran juga dari Plt Gubernur Kalsel secara tertulis maupun lisan,” kata Rachmat.

Teguran gubernur, Dinkes semestinya menjadi teladan di tengah pandemi. Bukan malah memberi contoh buruk kepada masyarakat.

Machli sendiri mengakui lalai dan sudah meminta maaf. Menurutnya, acara dangdutan itu murni spontanitas. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/