alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Dana Covid Masih Dilaporkan

BANJARBARU – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalsel memberikan catatan kepada Pemprov Kalsel dan pemerintah kabupaten/kota terkait penanganan Covid-19 yang dilakukan selama ini.

Mantan Kepala BPK Kalsel, Tornando Syaifullah mengatakan, catatan tersebut didapatkan setelah mereka melakukan pemeriksaan dana Covid-19 di Kalsel, baru-baru ini.

“Ada beberapa catatan kami, khususnya masalah testing, tracing, treatmen dan edukasi,” katanya usai acara serah terima jabatan Kepala BPK Kalsel dari dirinya kepada pejabat baru, M Ali Asyhar di Aula Kantor BPK Kalsel, kemarin.

Dia menilai, edukasi masih perlu digencarkan di Kalsel. Sebab, ada masyarakat yang masih menganggap remeh virus corona. “Padahal banyak sudah korbannya. Termasuk mantan Wali Kota Banjarbaru,” bebernya.

Terkait hasil pemeriksaan dana Covid-19 di Kalsel, pria yang sekarang menjabat sebagai Kepala Auditorat VIA pada Auditorat Utama Keuangan Negara VI BKP RI ini menyampaikan bahwa saat ini masih dalam proses pelaporan. “Mudah-mudahan akhir tahun ini selesai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPK Kalsel yang baru, M Ali Asyhar mengaku akan berusaha meneruskan capaian kinerja Tornando Syaifullah di Kalsel. “Ini tantangan bagi saya. Mudah-mudahan minimal saya bisa mempertahankan capaian beliau. Targetnya bisa lebih,” katanya.

Dia mengaku perlu dukungan dari semua stakeholder di Kalsel, guna mewujudkan visi dan misi BPK Kalsel. “Terutama dalam mencapai tujuan bernegara melalui pemeriksaan berkualitas dan bermanfaat,” paparnya.

Di sisi lain, Auditor Utama (Tortama) Keuangan Negara VI BPK RI, Dori Santosa, dalam sambutannya di acara sertijab Kepala BPK Kalsel menyatakan bahwa kegiatan promosi, rotasi, dan mutasi dalam suatu organisasi merupakan upaya yang harus dilakukan dalam rangka menjaga, serta mengembangkan profesionalisme organisasi.

“Serah terima jabatan pada hari ini (kemarin) merupakan bukti bahwa BPK terus berusaha mengupayakan perbaikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya,” bebernya.

Dia mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Tornanda Syaifullah atas kontribusi terbaiknya untuk BPK selama menjabat sebagai Kepala Perwakilan BPK RI Kalimantan Selatan. “Diharapkan dengan jabatan barunya, kinerja dan sumbangan pemikirannya dalam manajemen pemeriksaan internal dapat terus ditingkatkan,” harapnya.

Kepada Ali Asyhar yang menggantikan Tornanda Syaifullah, Dori berpesan agar dapat meneruskan program-program yang selama ini telah dirintis oleh pejabat sebelumnya di Perwakilan BPK RI Kalsel dengan baik.

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan yang juga berhadir dalam acara sertijab mengucapkan selamat datang kepada Kepala BPK Kalsel yang baru. “Selamat bergabung di Kalsel. Kami semua terbuka kepada pejabat yang bertugas atau menjalankan amanah di Kalsel,” ucapnya.

Dia mengapresiasi kinerja BPK Kalsel selama ini, sebagai lembaga yang mengontrol tata kelola keuangan. “BPK mampu menekan dan meminimalisir terjadinya kesalahan penggunaan anggaran. Sehingga Pemprov Kalsel meraih opini WTP 7 kali. Begitu juga pemerintah kabupaten/ kota,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalsel memberikan catatan kepada Pemprov Kalsel dan pemerintah kabupaten/kota terkait penanganan Covid-19 yang dilakukan selama ini.

Mantan Kepala BPK Kalsel, Tornando Syaifullah mengatakan, catatan tersebut didapatkan setelah mereka melakukan pemeriksaan dana Covid-19 di Kalsel, baru-baru ini.

“Ada beberapa catatan kami, khususnya masalah testing, tracing, treatmen dan edukasi,” katanya usai acara serah terima jabatan Kepala BPK Kalsel dari dirinya kepada pejabat baru, M Ali Asyhar di Aula Kantor BPK Kalsel, kemarin.

Dia menilai, edukasi masih perlu digencarkan di Kalsel. Sebab, ada masyarakat yang masih menganggap remeh virus corona. “Padahal banyak sudah korbannya. Termasuk mantan Wali Kota Banjarbaru,” bebernya.

Terkait hasil pemeriksaan dana Covid-19 di Kalsel, pria yang sekarang menjabat sebagai Kepala Auditorat VIA pada Auditorat Utama Keuangan Negara VI BKP RI ini menyampaikan bahwa saat ini masih dalam proses pelaporan. “Mudah-mudahan akhir tahun ini selesai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPK Kalsel yang baru, M Ali Asyhar mengaku akan berusaha meneruskan capaian kinerja Tornando Syaifullah di Kalsel. “Ini tantangan bagi saya. Mudah-mudahan minimal saya bisa mempertahankan capaian beliau. Targetnya bisa lebih,” katanya.

Dia mengaku perlu dukungan dari semua stakeholder di Kalsel, guna mewujudkan visi dan misi BPK Kalsel. “Terutama dalam mencapai tujuan bernegara melalui pemeriksaan berkualitas dan bermanfaat,” paparnya.

Di sisi lain, Auditor Utama (Tortama) Keuangan Negara VI BPK RI, Dori Santosa, dalam sambutannya di acara sertijab Kepala BPK Kalsel menyatakan bahwa kegiatan promosi, rotasi, dan mutasi dalam suatu organisasi merupakan upaya yang harus dilakukan dalam rangka menjaga, serta mengembangkan profesionalisme organisasi.

“Serah terima jabatan pada hari ini (kemarin) merupakan bukti bahwa BPK terus berusaha mengupayakan perbaikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya,” bebernya.

Dia mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Tornanda Syaifullah atas kontribusi terbaiknya untuk BPK selama menjabat sebagai Kepala Perwakilan BPK RI Kalimantan Selatan. “Diharapkan dengan jabatan barunya, kinerja dan sumbangan pemikirannya dalam manajemen pemeriksaan internal dapat terus ditingkatkan,” harapnya.

Kepada Ali Asyhar yang menggantikan Tornanda Syaifullah, Dori berpesan agar dapat meneruskan program-program yang selama ini telah dirintis oleh pejabat sebelumnya di Perwakilan BPK RI Kalsel dengan baik.

Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan yang juga berhadir dalam acara sertijab mengucapkan selamat datang kepada Kepala BPK Kalsel yang baru. “Selamat bergabung di Kalsel. Kami semua terbuka kepada pejabat yang bertugas atau menjalankan amanah di Kalsel,” ucapnya.

Dia mengapresiasi kinerja BPK Kalsel selama ini, sebagai lembaga yang mengontrol tata kelola keuangan. “BPK mampu menekan dan meminimalisir terjadinya kesalahan penggunaan anggaran. Sehingga Pemprov Kalsel meraih opini WTP 7 kali. Begitu juga pemerintah kabupaten/ kota,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/