alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Tekad Maksimalkan Promosi Olahraga Tradisional

BANJARMASIN – Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kalsel bertekad memaksimalkan promosi olahraga tradisional di Banua. Hal ini dinilai penting lantaran olahraga tradisional memiliki arah prestasi yang menjanjikan. 

Di level nasional, olahraga tradisional dipertandingkan pada ajang Festival Olahraga Rekreasi dan Tradisional Nasional (Fornas) tiap dua tahun sekali. Sementara di level internasional, olahraga rekreasi dan tradisional memungkinkan dipertandingkan di ajang Tafisa.

Ketua Umum Portina Kalsel, Agus Pebrianto tak menampik mempromosikan olahraga tradisional bakal menghadapi berbagai tantangan. Namun, mereka bakal memprogramkan promosi olahraga tradisional secara maksimal ke seluruh penjuru Kalsel. “Selama ini, olahraga tradisional Kalsel belum menembus ke level nasional. Inilah yang kami perjuangkan,” sebut Agus.

Kalsel memiliki banyak olahraga tradisional yang berasal dari kebiasaan atau tradisi masyarakat setempat. Antara lain balogo, sumpit, hadang, bagasing, kuntau, dan panahan tradisional. Semua permainan atau olahraga tradisional itu memang harus benar-benar dikenal dan populer di kalangan masyarakat. Ditambah sejumlah indikator lain sebagai persyaratan supaya bisa masuk sebagai olahraga tradisional yang diakui di level nasional. “Dengan dukungan segenap masyarakat Kalsel dan Pemprov Kalsel, saya optimistis olahraga tradisional Kalsel bisa naik level ke tingkat nasional,” yakinnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalsel, Hermansyah menyatakan dukungannya kepada Portina Kalsel untuk memaksimalkan promosi olahraga tradisional Banua. Dispora Kalsel juga berupaya mempromosikannya. Salah satunya dengan menggelar festival balogo dan bagasing bagi ASN Pemprov Kalsel dalam rangkaian memeriahkan Hari Korpri ke-49 2020, belum lama tadi. “Ke depan, kami akan rancang lagi kompetisi olahraga tradisional dengan target peserta para generasi muda,” tuntasnya.(oza/dye/ema)

BANJARMASIN – Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kalsel bertekad memaksimalkan promosi olahraga tradisional di Banua. Hal ini dinilai penting lantaran olahraga tradisional memiliki arah prestasi yang menjanjikan. 

Di level nasional, olahraga tradisional dipertandingkan pada ajang Festival Olahraga Rekreasi dan Tradisional Nasional (Fornas) tiap dua tahun sekali. Sementara di level internasional, olahraga rekreasi dan tradisional memungkinkan dipertandingkan di ajang Tafisa.

Ketua Umum Portina Kalsel, Agus Pebrianto tak menampik mempromosikan olahraga tradisional bakal menghadapi berbagai tantangan. Namun, mereka bakal memprogramkan promosi olahraga tradisional secara maksimal ke seluruh penjuru Kalsel. “Selama ini, olahraga tradisional Kalsel belum menembus ke level nasional. Inilah yang kami perjuangkan,” sebut Agus.

Kalsel memiliki banyak olahraga tradisional yang berasal dari kebiasaan atau tradisi masyarakat setempat. Antara lain balogo, sumpit, hadang, bagasing, kuntau, dan panahan tradisional. Semua permainan atau olahraga tradisional itu memang harus benar-benar dikenal dan populer di kalangan masyarakat. Ditambah sejumlah indikator lain sebagai persyaratan supaya bisa masuk sebagai olahraga tradisional yang diakui di level nasional. “Dengan dukungan segenap masyarakat Kalsel dan Pemprov Kalsel, saya optimistis olahraga tradisional Kalsel bisa naik level ke tingkat nasional,” yakinnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalsel, Hermansyah menyatakan dukungannya kepada Portina Kalsel untuk memaksimalkan promosi olahraga tradisional Banua. Dispora Kalsel juga berupaya mempromosikannya. Salah satunya dengan menggelar festival balogo dan bagasing bagi ASN Pemprov Kalsel dalam rangkaian memeriahkan Hari Korpri ke-49 2020, belum lama tadi. “Ke depan, kami akan rancang lagi kompetisi olahraga tradisional dengan target peserta para generasi muda,” tuntasnya.(oza/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/