alexametrics
29.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Ada Staff yang Positif, FMIPA ULM Lockdown

BANJARBARU Penyebaran Covid-19 di Banjarbaru kembali merangkak. Setelah sebelumnya menginfeksi enam tenaga pendidik di sekolah di Banjarbaru. Kini, terkonfirmasi bahwa penularan kembali merebak ke instansi pendidikan lainnya.

Instansi pendidikan ini adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru. Diketahui, tiga staff tertular virus Corona.

Dari informasi yang dihimpun, akibat trio staff ini tertular. Kampus yang berlokasi di Jalan A Yani Km 36 Banjarbaru ini terpaksa meniadakan aktivitasnya sementara waktu. Ya, pihak kampus memutuskan lockdown selama satu pekan.

Soal kabar ini, Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan FMIP ULM, Dr Totok Wianto membenarkan informasi tersebut. Diakuinya bahwa memang ada tiga staff mereka yang tertular Covid-19.

“Benar, jadi awalnya saat hari Kamis lalu ada salah satu staff kita yang terkonfirmasi positif. Tertularnya ini karena ia tinggal satu rumah bersama dengan saudaranya yang juga telah terkonfirmasi positif,” ceritanya.

Karena pada saat itu ada aktivitas di kampus khusus para dosen dan staff. Maka untuk mendeteksi rantai penularan, pihak kampus memutuskan melakukan tes usap (swab test) kepada kurang lebih 50 pegawai yang ada.

“Dari hasil swab yang kita lakukan, ada dua orang lagi yang hasilnya positif. Jadi total sekarang ada 3 staf kita yang tertular. Semuanya kini menjalani karantina, satu orang di tempat karantina dan sisanya di secara mandiri,” katanya.

Karena dikonfirmasi telah tertular. Kampus kata Totok setelah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Banjarbaru dan juga Satgas internal ULM. Maka diputuskan kebijakan meniadakan aktivitas selama satu pekan.

“Setelah ada staf yang tertular kita langsung ambil langkah. Yakni lockdown selama satu pekan dan ruangan-ruangan kita lakukan sterilisasi berkala, bahkan hingga hari ini,” katanya.

Adapun, kondisi ketiga staff yang berprofesi bagian admin ini ujarnya dalam kondisi stabil. Yang mana berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). “Kita akan swab lagi kontak erat, ini sebagai langkah antisipasi,” tuntasnya.

Dengan bertambahnya kasus penularan di instansi pendidikan di Banjarbaru. Maka kini, kota bertajuk Idaman ini tercatat ada 9 kasus penularan yang terjadi khusus di lingkup instansi pendidikan.

Yang mana sebelumnya, lima guru di SMAN 1 Banjarbaru dikonfirmasi juga tertular. Lalu satu guru di SDN Sungai Besar juga mengalami nasib serupa. Dan sekarang ada tiga staf di FMIPA ULM Banjarbaru. Lalu, kini Banjarbaru juga berstatus zona merah kembali.

Protokol Kesehatan Jangan Ditawar

Sementara itu, Memerahnya seluruh kecamatan di Kota Banjarbaru disikapi Pjs Wali Kota Banjarbaru, Bernhard E Rondonuwu yang mengumpulkan tim Satgas Covid-19 Pemko Banjarbaru, Senin (30/11).

“Saya arahkan untuk lebih aktif lagi untuk menerapkan protokol kesehatan,” katanya kemarin usai rapat paripurna di DPRD Banjarbaru.

Dari kacamatanya, pemicu lonjakan dipengaruhi oleh kondisi masyarakat yang mulai jenuh dan letih berhadapan dengan virus menular ini. Termasuk katanya dalam menuruti penerapan protokol kesehatan yang berlaku.

“Protokol kesehatan itu jangan ditawar. Itu harga mati, titik,” seru Bernhard seraya meminta masyarakat terus semangat dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Terpisah, Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar mendorong agar lonjakan kasus ini jadi atensi bersama. Ia juga mengharapkan agar Satgas terus melakukan edukasi dan sosialisasi lebih kepada warga.

“Perlu kita ketahui juga lonjakan kasus ini tidak terlepas dari libur panjang. Jadi kita meminta masyarakat tetap selalu waspada, mengingat sekarang ini vaksin juga belum ada,” pandangnya.

Khusus untuk pemerintah daerah, Fadliansyah mengatakan bahwa naiknya kurva ini jadi PR tersendiri. Yang mana ia mendorong agar tidak ada yang terlena karena kasus sempat melandai.

Adapun, dari data pembaharuan kasus Covid-19 di Banjarbaru pada 29 November 2020. Angka kasus baru Covid-19 di Banjarbaru bertambah 28 orang. Penambahan jumlah tersebut membuat angka kasus Covid-19 mencapai 1325 orang, dengan rincian 62 yang meninggal dunia, sebanyak 1158 yang sudah sembuh dan 11 orang yang masih dirawat. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU Penyebaran Covid-19 di Banjarbaru kembali merangkak. Setelah sebelumnya menginfeksi enam tenaga pendidik di sekolah di Banjarbaru. Kini, terkonfirmasi bahwa penularan kembali merebak ke instansi pendidikan lainnya.

Instansi pendidikan ini adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru. Diketahui, tiga staff tertular virus Corona.

Dari informasi yang dihimpun, akibat trio staff ini tertular. Kampus yang berlokasi di Jalan A Yani Km 36 Banjarbaru ini terpaksa meniadakan aktivitasnya sementara waktu. Ya, pihak kampus memutuskan lockdown selama satu pekan.

Soal kabar ini, Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan FMIP ULM, Dr Totok Wianto membenarkan informasi tersebut. Diakuinya bahwa memang ada tiga staff mereka yang tertular Covid-19.

“Benar, jadi awalnya saat hari Kamis lalu ada salah satu staff kita yang terkonfirmasi positif. Tertularnya ini karena ia tinggal satu rumah bersama dengan saudaranya yang juga telah terkonfirmasi positif,” ceritanya.

Karena pada saat itu ada aktivitas di kampus khusus para dosen dan staff. Maka untuk mendeteksi rantai penularan, pihak kampus memutuskan melakukan tes usap (swab test) kepada kurang lebih 50 pegawai yang ada.

“Dari hasil swab yang kita lakukan, ada dua orang lagi yang hasilnya positif. Jadi total sekarang ada 3 staf kita yang tertular. Semuanya kini menjalani karantina, satu orang di tempat karantina dan sisanya di secara mandiri,” katanya.

Karena dikonfirmasi telah tertular. Kampus kata Totok setelah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Banjarbaru dan juga Satgas internal ULM. Maka diputuskan kebijakan meniadakan aktivitas selama satu pekan.

“Setelah ada staf yang tertular kita langsung ambil langkah. Yakni lockdown selama satu pekan dan ruangan-ruangan kita lakukan sterilisasi berkala, bahkan hingga hari ini,” katanya.

Adapun, kondisi ketiga staff yang berprofesi bagian admin ini ujarnya dalam kondisi stabil. Yang mana berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). “Kita akan swab lagi kontak erat, ini sebagai langkah antisipasi,” tuntasnya.

Dengan bertambahnya kasus penularan di instansi pendidikan di Banjarbaru. Maka kini, kota bertajuk Idaman ini tercatat ada 9 kasus penularan yang terjadi khusus di lingkup instansi pendidikan.

Yang mana sebelumnya, lima guru di SMAN 1 Banjarbaru dikonfirmasi juga tertular. Lalu satu guru di SDN Sungai Besar juga mengalami nasib serupa. Dan sekarang ada tiga staf di FMIPA ULM Banjarbaru. Lalu, kini Banjarbaru juga berstatus zona merah kembali.

Protokol Kesehatan Jangan Ditawar

Sementara itu, Memerahnya seluruh kecamatan di Kota Banjarbaru disikapi Pjs Wali Kota Banjarbaru, Bernhard E Rondonuwu yang mengumpulkan tim Satgas Covid-19 Pemko Banjarbaru, Senin (30/11).

“Saya arahkan untuk lebih aktif lagi untuk menerapkan protokol kesehatan,” katanya kemarin usai rapat paripurna di DPRD Banjarbaru.

Dari kacamatanya, pemicu lonjakan dipengaruhi oleh kondisi masyarakat yang mulai jenuh dan letih berhadapan dengan virus menular ini. Termasuk katanya dalam menuruti penerapan protokol kesehatan yang berlaku.

“Protokol kesehatan itu jangan ditawar. Itu harga mati, titik,” seru Bernhard seraya meminta masyarakat terus semangat dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Terpisah, Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar mendorong agar lonjakan kasus ini jadi atensi bersama. Ia juga mengharapkan agar Satgas terus melakukan edukasi dan sosialisasi lebih kepada warga.

“Perlu kita ketahui juga lonjakan kasus ini tidak terlepas dari libur panjang. Jadi kita meminta masyarakat tetap selalu waspada, mengingat sekarang ini vaksin juga belum ada,” pandangnya.

Khusus untuk pemerintah daerah, Fadliansyah mengatakan bahwa naiknya kurva ini jadi PR tersendiri. Yang mana ia mendorong agar tidak ada yang terlena karena kasus sempat melandai.

Adapun, dari data pembaharuan kasus Covid-19 di Banjarbaru pada 29 November 2020. Angka kasus baru Covid-19 di Banjarbaru bertambah 28 orang. Penambahan jumlah tersebut membuat angka kasus Covid-19 mencapai 1325 orang, dengan rincian 62 yang meninggal dunia, sebanyak 1158 yang sudah sembuh dan 11 orang yang masih dirawat. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/