alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Reka Ulang Kasus Pembunuhan Kelayan: Lampiaskan Dendam, Misra Bawa Mandau dan Belati Sekaligus

BANJARMASIN – Pembunuhan di Jalan Kelayan B Gang Cempaka direka ulang, kemarin (1/12). Dari adegan ke adegan, terlihat bagaimana Misra (35) melampiaskan dendamnya.

Pada adegan ke-4, setelah melihat korban M Jani (47), pelaku bergegas pulang ke rumah mengambil sajam. Tidak satu, tapi dua sekaligus: mandau dan belati!

Dari rumahnya di Gang Sukaria, pelaku berjalan kaki. Hingga keduanya bertemu di Gang Cempaka. “Masih ingat sama masalah kemarin?” teriak pelaku sembari senjatanya.

Pada adegan ke-7, menyadari nyawanya sudah di ujung tanduk, korban hanya tertunduk diam.

Tanpa ampun, Misra menyerang bertubi-tubi. Korban mendapat dua tebasan di badan dan satu tebasan di lengan.

Korban terluka, tapi coba menyerang balik dengan pisau. Tapi pelaku menginjak hingga senjatanya terjatuh. Hingga tersangka mengambil pisau itu untuk menyerangnya lagi.

Pada adegan ke-17, adegan terakhir, pelaku melepas serangan terakhir ke arah pipi. Total, korban tewas karena kehabisan darah dari 17 mata luka.

Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Idit Aditya menjelaskan, reka ulang ini guna menyamakan hasil keterangan BAP tersangka.

Karena ini pembunuhan terencana, pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara. “Kami sangkakan dengan pasal berlapis. Pasal 340 KUHP, 338 dan 351,” sebutnya.

Reka ulang bertempat di halaman mapolsek di Jalan Tembus Mantuil. “Demi keamanan, sengaja di sini saja. Kami tidak bisa memprediksi gangguan keamanan kalau di TKP. Di sana ada sekolah, permukiman padat pula,” pungkas Idit.

Diwartakan sebelumnya, pembunuhan ini dipicu balas dendam. Beberapa bulan sebelumnya, pelaku dianiaya korban. Kala itu, Misra datang untuk melerai perkelahian antara temannya dan Jani. Tapi malah ia yang menjadi sasaran kemarahan. Terkena bacokan di tangan. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Pembunuhan di Jalan Kelayan B Gang Cempaka direka ulang, kemarin (1/12). Dari adegan ke adegan, terlihat bagaimana Misra (35) melampiaskan dendamnya.

Pada adegan ke-4, setelah melihat korban M Jani (47), pelaku bergegas pulang ke rumah mengambil sajam. Tidak satu, tapi dua sekaligus: mandau dan belati!

Dari rumahnya di Gang Sukaria, pelaku berjalan kaki. Hingga keduanya bertemu di Gang Cempaka. “Masih ingat sama masalah kemarin?” teriak pelaku sembari senjatanya.

Pada adegan ke-7, menyadari nyawanya sudah di ujung tanduk, korban hanya tertunduk diam.

Tanpa ampun, Misra menyerang bertubi-tubi. Korban mendapat dua tebasan di badan dan satu tebasan di lengan.

Korban terluka, tapi coba menyerang balik dengan pisau. Tapi pelaku menginjak hingga senjatanya terjatuh. Hingga tersangka mengambil pisau itu untuk menyerangnya lagi.

Pada adegan ke-17, adegan terakhir, pelaku melepas serangan terakhir ke arah pipi. Total, korban tewas karena kehabisan darah dari 17 mata luka.

Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Idit Aditya menjelaskan, reka ulang ini guna menyamakan hasil keterangan BAP tersangka.

Karena ini pembunuhan terencana, pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara. “Kami sangkakan dengan pasal berlapis. Pasal 340 KUHP, 338 dan 351,” sebutnya.

Reka ulang bertempat di halaman mapolsek di Jalan Tembus Mantuil. “Demi keamanan, sengaja di sini saja. Kami tidak bisa memprediksi gangguan keamanan kalau di TKP. Di sana ada sekolah, permukiman padat pula,” pungkas Idit.

Diwartakan sebelumnya, pembunuhan ini dipicu balas dendam. Beberapa bulan sebelumnya, pelaku dianiaya korban. Kala itu, Misra datang untuk melerai perkelahian antara temannya dan Jani. Tapi malah ia yang menjadi sasaran kemarahan. Terkena bacokan di tangan. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/