alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Banjarbaru Masih Oranye, Belum Zona Hijau

BANJARBARU – Selama kurang lebih tiga pekan terakhir. Kurva kasus penularan Covid-19 di Kota Banjarbaru mulai melandai. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, penambahan kasus sangat minim.

Menilik dari pembaharuan data Satgas Covid-19 Banjarbaru teranyar. Dominan penambahan kasus terbanyak hanya 1-2 kasus. Bahkan beberapa hari ada yang 0 kasus.

Meski ada kecenderungan turun, namun tim Satgas Covid-19 Banjarbaru sendiri tak ingin lengah.

“Memang ada kecenderungan menurun semenjak tiga pekan terakhir. Tapi di Banjarbaru ini kasusnya dinamis, artinya masih ada terjadi kasus walau tidak signifikan naiknya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza.

Ditanya soal status zonasi Kota Banjarbaru. Mirza mengatakan jika untuk Banjarbaru masih berstatus zona oranye. Yang mana kategori ini berstatus resiko sedang.

“Kita tidak berada di zona merah lagi, sekarang untuk zonanya oranye. Untuk daerah di Kalsel sendiri memang rata-rata berstatus resiko sedang,” ujar Jubir Satgas Covid-19 ini.

Lantas apakah dengan penurunan kasus ini Banjarbaru bisa menarget kapan bisa menjadi zona hijau? Rizana menegaskan bahwa pihaknya tak berani menarget kapan jadi zona hijau.

Hal ini katanya disebabkan bahwa untuk suatu daerah dinyatakan zona hijau harus memenuhi beberapa idnikator tertentu. Salah satunya terangnya bahwa di daerah tersevut tidak ada penambahan kasus dalam beberapa waktu tertentu.

“Kita tidak berani menarget kapan bisa zona hijau. Karena seperti saya bilang tadi, kasus kita dinamis dan mobilitas masyarakat kita masih tinggi. Tapi pada dasarnya kita mengupayakan,” katanya.

Ia juga mengklarifikasi bahwa penetapan status zona tak berlaku secara kelurahan atau kecamatan. Sebab zonasi tegas Kadinkes sifatnya skala kabupaten/kota, bukan di level yang lebih rendah.

“Untuk data tiap-tiap kelurahan yang kita rilis itu bukan status zona, melainkan untuk menyatakan peta kewaspadaan. Jadi tetap zona daerah itu levelnya minimal harus kab/kota,” tegasnya.

Terakhir, ia sendiri berpesan agar warga jangan abai atau acuh meski angka kasus di Banjarbaru mulai melandai. “Kita tidak boleh larut dalam euforia, bahkan meski nanti sudah ada vaksin, protokol kesehatan tetap harus dijalankan,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

 

 

BANJARBARU – Selama kurang lebih tiga pekan terakhir. Kurva kasus penularan Covid-19 di Kota Banjarbaru mulai melandai. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, penambahan kasus sangat minim.

Menilik dari pembaharuan data Satgas Covid-19 Banjarbaru teranyar. Dominan penambahan kasus terbanyak hanya 1-2 kasus. Bahkan beberapa hari ada yang 0 kasus.

Meski ada kecenderungan turun, namun tim Satgas Covid-19 Banjarbaru sendiri tak ingin lengah.

“Memang ada kecenderungan menurun semenjak tiga pekan terakhir. Tapi di Banjarbaru ini kasusnya dinamis, artinya masih ada terjadi kasus walau tidak signifikan naiknya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza.

Ditanya soal status zonasi Kota Banjarbaru. Mirza mengatakan jika untuk Banjarbaru masih berstatus zona oranye. Yang mana kategori ini berstatus resiko sedang.

“Kita tidak berada di zona merah lagi, sekarang untuk zonanya oranye. Untuk daerah di Kalsel sendiri memang rata-rata berstatus resiko sedang,” ujar Jubir Satgas Covid-19 ini.

Lantas apakah dengan penurunan kasus ini Banjarbaru bisa menarget kapan bisa menjadi zona hijau? Rizana menegaskan bahwa pihaknya tak berani menarget kapan jadi zona hijau.

Hal ini katanya disebabkan bahwa untuk suatu daerah dinyatakan zona hijau harus memenuhi beberapa idnikator tertentu. Salah satunya terangnya bahwa di daerah tersevut tidak ada penambahan kasus dalam beberapa waktu tertentu.

“Kita tidak berani menarget kapan bisa zona hijau. Karena seperti saya bilang tadi, kasus kita dinamis dan mobilitas masyarakat kita masih tinggi. Tapi pada dasarnya kita mengupayakan,” katanya.

Ia juga mengklarifikasi bahwa penetapan status zona tak berlaku secara kelurahan atau kecamatan. Sebab zonasi tegas Kadinkes sifatnya skala kabupaten/kota, bukan di level yang lebih rendah.

“Untuk data tiap-tiap kelurahan yang kita rilis itu bukan status zona, melainkan untuk menyatakan peta kewaspadaan. Jadi tetap zona daerah itu levelnya minimal harus kab/kota,” tegasnya.

Terakhir, ia sendiri berpesan agar warga jangan abai atau acuh meski angka kasus di Banjarbaru mulai melandai. “Kita tidak boleh larut dalam euforia, bahkan meski nanti sudah ada vaksin, protokol kesehatan tetap harus dijalankan,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/