alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Dinas Pertanian: Buah Maja Bisa Tangkal Hama Tikus

RANTAU – Lahan jagung hibrida di Bumi Ruhuy Rahayu mencapai 1.130 hektare tersebar di 6 kecamatan. Tak sedikit menjadi incaran hama, baik ulat maupun tikus.

Dinas Pertanian Tapin menyarankan kepada para pekebun jagung untuk melakukan langkah antisipasi. Terutama hama tikus dengan cara memberi racun tikus. “Tidak hanya itu, ada cara terbaru. Sudah dilakukan oleh pekebun jagung di Kecamatan Salam Babaris. Dengan memberi makan buah Maja,” ucap Kepala Dinas Pertanian Tapin, Wagimin.

Terbukti dengan diberi makan buah Maja yang ditaruh di sekeliling tanaman jagung bisa menangkal hama tikus. Hasil produksinya lebih bagus. “Hal ini sudah saya buktikan sendiri di Kecamatan Salam Babaris,” tuturnya.

Diberitahukan Wagimin, serangan hama pada jagung hibrida dimulai saat muda. Ulat menyerang batangnya. Namun, untuk serangan ulat tidak terlalu berpengaruh. Jagung tersebut masih bisa tumbuh dan berbuah. “Sedangkan serangan tikus, memakan buahnya,” katanya.

Pekebun jagung hibrida di Desa Tandui, Kecamatan Tapin Selatan, Surianti membenarkan bahwa hama yang menyerang jagung hibrida mulai ulat sampai tikus. “Paling banyak yang menyerang hama tikus. Untungnya benihnya dibantu oleh Dinas Pertanian. Jadi tidak ada kerugian,” tuturnya.

Terkait saran Kepala Dinas Pertanian, dia pun bersedia menuruti. Dengan harapan tanaman jagungnya terhindar dari hama.(dly/dye/ema)

RANTAU – Lahan jagung hibrida di Bumi Ruhuy Rahayu mencapai 1.130 hektare tersebar di 6 kecamatan. Tak sedikit menjadi incaran hama, baik ulat maupun tikus.

Dinas Pertanian Tapin menyarankan kepada para pekebun jagung untuk melakukan langkah antisipasi. Terutama hama tikus dengan cara memberi racun tikus. “Tidak hanya itu, ada cara terbaru. Sudah dilakukan oleh pekebun jagung di Kecamatan Salam Babaris. Dengan memberi makan buah Maja,” ucap Kepala Dinas Pertanian Tapin, Wagimin.

Terbukti dengan diberi makan buah Maja yang ditaruh di sekeliling tanaman jagung bisa menangkal hama tikus. Hasil produksinya lebih bagus. “Hal ini sudah saya buktikan sendiri di Kecamatan Salam Babaris,” tuturnya.

Diberitahukan Wagimin, serangan hama pada jagung hibrida dimulai saat muda. Ulat menyerang batangnya. Namun, untuk serangan ulat tidak terlalu berpengaruh. Jagung tersebut masih bisa tumbuh dan berbuah. “Sedangkan serangan tikus, memakan buahnya,” katanya.

Pekebun jagung hibrida di Desa Tandui, Kecamatan Tapin Selatan, Surianti membenarkan bahwa hama yang menyerang jagung hibrida mulai ulat sampai tikus. “Paling banyak yang menyerang hama tikus. Untungnya benihnya dibantu oleh Dinas Pertanian. Jadi tidak ada kerugian,” tuturnya.

Terkait saran Kepala Dinas Pertanian, dia pun bersedia menuruti. Dengan harapan tanaman jagungnya terhindar dari hama.(dly/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/