alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

FKUB Kalsel Dilantik di Tanbu

BATULICIN – Pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kalsel melaksanakan rapat koordinasi dan Pelantikan pengurus diruang Bersujud 1 Kantor Bupati, Senin (26/10). Sebanyak 12 pengurus lintas agama dan daerah itu dikukuhkan Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H Ambo Sakka. 

Sambutan Bupati Tanbu H Sudian Noor melalui Ambo Sakka mengatakan dengan kepengurusan yang baru ini, akan semakin meningkatkan partisipasi bagi pemuka agama dan tokoh masyarakat dalam pembinaan kerukunan umat beragama di Bumi Bersujud.

Sebagai wilayah yang relatif cepat tumbuhnya permukiman baru dan penduduk yang semakin beragam dengan mobilitas tinggi, Kabupaten Tanah Bumbu sangat rentan terhadap terjadinya gesekan antar umat beragama.

“Berkenaan dengan hal tersebut, saya berharap kepengurusan FKUB yang baru ini, dapat mengantisipasi terjadinya hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban kehidupan bermasyarakat,” harapnya.

Selain itu FKUB hendaknya dapat menjadi wadah dialog para pemuka agama, tokoh masyarakat dan menjadi media dalam menampung aspirasi masyarakat, guna menjaga kerukunan antar umat beragama. 

Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor telah menitipkan pesan kepada pengurus, bahwa dasar pembentukan FKUB itu adalah keputusan bersama Menteri Dalam Negeri RI serta Menteri Agama RI. Maka disitulah  jelas bahwa ada tanggung jawab dalam kepengurusan FKUB.

Meski itu lanjutnya  terkait FKUB dapat jadi sebuah gambaran bahwa Tanah Bumbu memberikan keunikan tersendiri dalam hal budaya maupun karakteristiknya. 

“Tanah Bumbu sangatlah kompleks dan plural. Semua suku dan agama ada di Kabupaten Tanah Bumbu maupun warna ras dan budaya turut menghiasi. Karena itu FKUB bisa menciptakan kerukunan di Bumi Bersujud ini,” jelasnya.

Di tahun ini lanjutnya Provinsi Kalsel sedang melaksanakan hajatan demokrasi yakni Pilkada serentak secara langsung.

“Situasi ini adalah hajatan demokrasi bagi kita semua tapi perlu diingat agenda ini bisa saja menjadi bisa saja menjadi benih perpecahan,dengan catatan kalau kita tak satu pandangan menyikapi Pilkada ini,” paparnya.

Menurutnya, pemerintah daerah sangat berkepentingan untuk menitip pesan kepada para tokoh agama tentang bagaimana FKUB menjembatani terciptanya sebuah kedamaian dalam bingkai persatuan dan kesatuan di Kabupaten Tanah Bumbu ini. 

“Kita ketahui bersama, semua dilindungi Undang-Undang, menentukan pilihan turut dilindungi Undang-Undang. Untuk itu mari kita konsekuen melaksanakan Undang-Undang itu. Kalau kita konsekuen dengan aturan  dan perundang-undangan yang berlaku, Insya Allah akan membawa keberkahan bagi masyarakat,” terangnya. 

Dia berharap suasana politik pelaksanaan Pilkada bisa berjalan dengan sebaik-baiknya dan tidak ada gejolak yang menimbulkan perpecahan. “Semoga semua berjalan dalam damai sesuai harapan bersama,” pungkasnya. (kry/ij/ram)

BATULICIN – Pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kalsel melaksanakan rapat koordinasi dan Pelantikan pengurus diruang Bersujud 1 Kantor Bupati, Senin (26/10). Sebanyak 12 pengurus lintas agama dan daerah itu dikukuhkan Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H Ambo Sakka. 

Sambutan Bupati Tanbu H Sudian Noor melalui Ambo Sakka mengatakan dengan kepengurusan yang baru ini, akan semakin meningkatkan partisipasi bagi pemuka agama dan tokoh masyarakat dalam pembinaan kerukunan umat beragama di Bumi Bersujud.

Sebagai wilayah yang relatif cepat tumbuhnya permukiman baru dan penduduk yang semakin beragam dengan mobilitas tinggi, Kabupaten Tanah Bumbu sangat rentan terhadap terjadinya gesekan antar umat beragama.

“Berkenaan dengan hal tersebut, saya berharap kepengurusan FKUB yang baru ini, dapat mengantisipasi terjadinya hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban kehidupan bermasyarakat,” harapnya.

Selain itu FKUB hendaknya dapat menjadi wadah dialog para pemuka agama, tokoh masyarakat dan menjadi media dalam menampung aspirasi masyarakat, guna menjaga kerukunan antar umat beragama. 

Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor telah menitipkan pesan kepada pengurus, bahwa dasar pembentukan FKUB itu adalah keputusan bersama Menteri Dalam Negeri RI serta Menteri Agama RI. Maka disitulah  jelas bahwa ada tanggung jawab dalam kepengurusan FKUB.

Meski itu lanjutnya  terkait FKUB dapat jadi sebuah gambaran bahwa Tanah Bumbu memberikan keunikan tersendiri dalam hal budaya maupun karakteristiknya. 

“Tanah Bumbu sangatlah kompleks dan plural. Semua suku dan agama ada di Kabupaten Tanah Bumbu maupun warna ras dan budaya turut menghiasi. Karena itu FKUB bisa menciptakan kerukunan di Bumi Bersujud ini,” jelasnya.

Di tahun ini lanjutnya Provinsi Kalsel sedang melaksanakan hajatan demokrasi yakni Pilkada serentak secara langsung.

“Situasi ini adalah hajatan demokrasi bagi kita semua tapi perlu diingat agenda ini bisa saja menjadi bisa saja menjadi benih perpecahan,dengan catatan kalau kita tak satu pandangan menyikapi Pilkada ini,” paparnya.

Menurutnya, pemerintah daerah sangat berkepentingan untuk menitip pesan kepada para tokoh agama tentang bagaimana FKUB menjembatani terciptanya sebuah kedamaian dalam bingkai persatuan dan kesatuan di Kabupaten Tanah Bumbu ini. 

“Kita ketahui bersama, semua dilindungi Undang-Undang, menentukan pilihan turut dilindungi Undang-Undang. Untuk itu mari kita konsekuen melaksanakan Undang-Undang itu. Kalau kita konsekuen dengan aturan  dan perundang-undangan yang berlaku, Insya Allah akan membawa keberkahan bagi masyarakat,” terangnya. 

Dia berharap suasana politik pelaksanaan Pilkada bisa berjalan dengan sebaik-baiknya dan tidak ada gejolak yang menimbulkan perpecahan. “Semoga semua berjalan dalam damai sesuai harapan bersama,” pungkasnya. (kry/ij/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/