alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Marketing Sektor Publik untuk Pelayanan Terbaik

Marketing sektor publik terdiri dari dua kata, yaitu marketing dan sektor publik. Marketing merupakan aktivitas sosial yang meresap semua perhatian organisasi pada produk-produk yang diproduksi perusahaan tertentu melalui atau dari kacamata konsumen dan terus mencari segala upaya untuk dapat mempertahankan penerimaan konsumen pada produk mereka. (Widjayanti, 2011).

====================
Oleh: Tina Purnamawati
Widyaiswara Ahli Madya BPSDMD Kalsel
====================

Sementara, sektor publik diartikan sebagai semua organisasi atau lembaga serta aktivitas yang dengan sebuah cara maupun cara-cara lain dapat didanai dengan uang rakyat (Derbyshire, 1987). Melalui kedua pengertian tersebut, maka dapat dilihat dan dirangkum bahwa marketing sektor publik adalah marketing pada sektor yang terbilang non-profit. Di dalamnya terdapat inti dari konsep marketing yaitu adanya produk, pasar, dan transaksi.

Tanpa disadari peran marketing sangat penting dan strategis dalam pemasaran, termasuk di sektor publik. Tujuan utama dari marketing sektor publik adalah untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan memberikan tawaran yang bernilai bagi konsumen.

Sekarang ini, marketing sektor publik sangat diperlukan dengan alasan yang didasarkan pada pelayanan publik yang kerap kali berhadapan dengan masyarakat yang mereka membutuhkan pelayanan yang memuaskan. Tetapi, sering kali konsumen atau masyarakat luas merasa tidak puas dengan pelayanan-pelayanan yang diberikan di sektor publik.

Hal itu cukup berbeda dengan sektor swasta yang sering dinilai sukses dalam mengembangkan metode pelayanan, baik barang maupun jasa yang memuaskan pada pelanggannya. Kesuksesan sektor swasta ini dapat ditiru dan dijadikan contoh oleh sektor publik atau bahkan pada sistem birokrasi.

Selain itu, seperti yang diuraikan oleh Marketeers (2013), ada beberapa alasan penting bagi sektor publik untuk mengimplementasikan marketing. Pertama, sektor publik juga perlu untuk memiliki pola pikir market orientation di dalam proses perencanaan kebijakan. Market orientation dalam konteks sektor publik adalah pola pikir yang berarti melihat kecenderungan tren yang ada di publik lalu membaca kecemasan dan keinginan masyarakat. Hal ini perlu dilakukan agar sektor publik dapat menjawab dan mengatasi permasalahan publik.

Kedua, penggunaan pendekatan marketing yang kreatif dan dapat disesuaikan dengan situasi lokal akan membuat sosialisasi kebijakan lebih mudah dan lebih efektif. Ketiga, kemampuan marketing dapat membantu dalam mengantarkan nilai proposisi kepada publik sebagai yang memangku kepentingan.

Bagian dari marketing adalah untuk mengantarkan sejumlah nilai tambah yang dapat dilakukan melalui pelayanan dan proses yang unggul. Hal ini bersesuaian dengan sektor publik yang produknya bukan hanya kebijakan, tetapi juga pelayanan. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pelayanan yang baik dan kapasitas sumber daya manusia yang dapat mendukung berjalannya proses pelayanan yang prima.

Keempat, melalui marketing sebuah reputasi dari suatu institusi sektor publik tertentu dapat dibentuk, diciptakan, dan dikembangkan. Inilah yang disebut dengan branding. Melalui upaya branding ini, marketing dapat bergerak lebih luas dalam memperkenalkan dan mensosialisasikan kebijakan-kebijakan dari institusi sektor publik tertentu.

Berdasarkan hal tersebut, maka dalam pengembangan marketing sektor publik perlu untuk mengetahui dan memperhatikan beberapa hal. Contohnya, keinginan dan kebutuhan konsumen, biaya pelayanan, kenyamanan, komunikasi, dan waktu (Abdullah, 2019). Langkah awal kesuksesan marketing adalah memahami kemauan dan keinginan dari masyarakat, sehingga instansi pelayanan publik harus dapat memahami benar mengenai apa yang sangat dibutuhkan dan diinginkan oleh suatu masyarakat dalam birokrasi yang mampu menciptakan suatu sistem pelayanan dan juga produk yang sungguh-sungguh dapat berguna bagi masyarakat luas.

Berikutnya adalah, upaya untuk melakukan perubahan dan terobosan dalam birokrasi dengan memberikan pelayanan yang gratis bagi masyarakat, sehingga mereka sudah tidak perlu membayar lagi. Dengan begitu, kepuasan masyarakat terhadap pelayanan sektor publik dapat dijamin.

Kemudian, dalam sektor publik, kenyamanan juga merupakan kunci penting dalam melakukan marketing. Kemampuan untuk memberikan rasa nyaman pada masyarakat luas yang membutuhkan bantuan instansi dari sektor publik merupakan modal penting dalam menyukseskan marketing.

Sementara, komunikasi tak kalah penting, sebab bagian dari keterampilan yang harus dikuasai dalam marketing. Utamanya untuk memberikan pelayanan di frontdesk secara langsung bertatap muka dengan masyarakat yang membutuhkan.

Terakhir, adalah waktu. Pelayanan di sektor publik seharusnya tidak perlu memakan waktu yang terlalu lama. Pelayanan yang terlalu lama tidak menunjukkan adanya terobosan dan inovasi dalam pelayanan masyarakat di sektor publik. Hal ini dapat menyebabkan marketing sektor publik yang tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Marketing dalam sektor publik harus menunjukkan efektifitas waktu dalam pelayanan maupun menghasilkan produk-produk tertentu, seperti kartu tanda penduduk dan lain sebagainya.

Dengan mengutamakan tujuan dan juga faktor-faktor yang menentukan marketing dalam sektor publik, maka pelayanan yang memuaskan seperti di sektor swasta pun dapat diraih oleh sektor publik. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pemerintah melakukan banyak upaya dan metode untuk selalu mengkomunikasikan program-program dan citra kelembagaan mereka kepada publik dan masyarakat luas (Rumah Komunikasi, 2008) karena ini merupakan bagian dari marketing sektor publik. (*)

Marketing sektor publik terdiri dari dua kata, yaitu marketing dan sektor publik. Marketing merupakan aktivitas sosial yang meresap semua perhatian organisasi pada produk-produk yang diproduksi perusahaan tertentu melalui atau dari kacamata konsumen dan terus mencari segala upaya untuk dapat mempertahankan penerimaan konsumen pada produk mereka. (Widjayanti, 2011).

====================
Oleh: Tina Purnamawati
Widyaiswara Ahli Madya BPSDMD Kalsel
====================

Sementara, sektor publik diartikan sebagai semua organisasi atau lembaga serta aktivitas yang dengan sebuah cara maupun cara-cara lain dapat didanai dengan uang rakyat (Derbyshire, 1987). Melalui kedua pengertian tersebut, maka dapat dilihat dan dirangkum bahwa marketing sektor publik adalah marketing pada sektor yang terbilang non-profit. Di dalamnya terdapat inti dari konsep marketing yaitu adanya produk, pasar, dan transaksi.

Tanpa disadari peran marketing sangat penting dan strategis dalam pemasaran, termasuk di sektor publik. Tujuan utama dari marketing sektor publik adalah untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan memberikan tawaran yang bernilai bagi konsumen.

Sekarang ini, marketing sektor publik sangat diperlukan dengan alasan yang didasarkan pada pelayanan publik yang kerap kali berhadapan dengan masyarakat yang mereka membutuhkan pelayanan yang memuaskan. Tetapi, sering kali konsumen atau masyarakat luas merasa tidak puas dengan pelayanan-pelayanan yang diberikan di sektor publik.

Hal itu cukup berbeda dengan sektor swasta yang sering dinilai sukses dalam mengembangkan metode pelayanan, baik barang maupun jasa yang memuaskan pada pelanggannya. Kesuksesan sektor swasta ini dapat ditiru dan dijadikan contoh oleh sektor publik atau bahkan pada sistem birokrasi.

Selain itu, seperti yang diuraikan oleh Marketeers (2013), ada beberapa alasan penting bagi sektor publik untuk mengimplementasikan marketing. Pertama, sektor publik juga perlu untuk memiliki pola pikir market orientation di dalam proses perencanaan kebijakan. Market orientation dalam konteks sektor publik adalah pola pikir yang berarti melihat kecenderungan tren yang ada di publik lalu membaca kecemasan dan keinginan masyarakat. Hal ini perlu dilakukan agar sektor publik dapat menjawab dan mengatasi permasalahan publik.

Kedua, penggunaan pendekatan marketing yang kreatif dan dapat disesuaikan dengan situasi lokal akan membuat sosialisasi kebijakan lebih mudah dan lebih efektif. Ketiga, kemampuan marketing dapat membantu dalam mengantarkan nilai proposisi kepada publik sebagai yang memangku kepentingan.

Bagian dari marketing adalah untuk mengantarkan sejumlah nilai tambah yang dapat dilakukan melalui pelayanan dan proses yang unggul. Hal ini bersesuaian dengan sektor publik yang produknya bukan hanya kebijakan, tetapi juga pelayanan. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem pelayanan yang baik dan kapasitas sumber daya manusia yang dapat mendukung berjalannya proses pelayanan yang prima.

Keempat, melalui marketing sebuah reputasi dari suatu institusi sektor publik tertentu dapat dibentuk, diciptakan, dan dikembangkan. Inilah yang disebut dengan branding. Melalui upaya branding ini, marketing dapat bergerak lebih luas dalam memperkenalkan dan mensosialisasikan kebijakan-kebijakan dari institusi sektor publik tertentu.

Berdasarkan hal tersebut, maka dalam pengembangan marketing sektor publik perlu untuk mengetahui dan memperhatikan beberapa hal. Contohnya, keinginan dan kebutuhan konsumen, biaya pelayanan, kenyamanan, komunikasi, dan waktu (Abdullah, 2019). Langkah awal kesuksesan marketing adalah memahami kemauan dan keinginan dari masyarakat, sehingga instansi pelayanan publik harus dapat memahami benar mengenai apa yang sangat dibutuhkan dan diinginkan oleh suatu masyarakat dalam birokrasi yang mampu menciptakan suatu sistem pelayanan dan juga produk yang sungguh-sungguh dapat berguna bagi masyarakat luas.

Berikutnya adalah, upaya untuk melakukan perubahan dan terobosan dalam birokrasi dengan memberikan pelayanan yang gratis bagi masyarakat, sehingga mereka sudah tidak perlu membayar lagi. Dengan begitu, kepuasan masyarakat terhadap pelayanan sektor publik dapat dijamin.

Kemudian, dalam sektor publik, kenyamanan juga merupakan kunci penting dalam melakukan marketing. Kemampuan untuk memberikan rasa nyaman pada masyarakat luas yang membutuhkan bantuan instansi dari sektor publik merupakan modal penting dalam menyukseskan marketing.

Sementara, komunikasi tak kalah penting, sebab bagian dari keterampilan yang harus dikuasai dalam marketing. Utamanya untuk memberikan pelayanan di frontdesk secara langsung bertatap muka dengan masyarakat yang membutuhkan.

Terakhir, adalah waktu. Pelayanan di sektor publik seharusnya tidak perlu memakan waktu yang terlalu lama. Pelayanan yang terlalu lama tidak menunjukkan adanya terobosan dan inovasi dalam pelayanan masyarakat di sektor publik. Hal ini dapat menyebabkan marketing sektor publik yang tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Marketing dalam sektor publik harus menunjukkan efektifitas waktu dalam pelayanan maupun menghasilkan produk-produk tertentu, seperti kartu tanda penduduk dan lain sebagainya.

Dengan mengutamakan tujuan dan juga faktor-faktor yang menentukan marketing dalam sektor publik, maka pelayanan yang memuaskan seperti di sektor swasta pun dapat diraih oleh sektor publik. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pemerintah melakukan banyak upaya dan metode untuk selalu mengkomunikasikan program-program dan citra kelembagaan mereka kepada publik dan masyarakat luas (Rumah Komunikasi, 2008) karena ini merupakan bagian dari marketing sektor publik. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/