alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Bangga Menjadi Pemilih, Cipayung Plus Banjarbaru Diresmikan

BANJARBARU – Hari pemungutan menyisakan waktu kurang lebih satu bulan. Warga Kalimantan Selatan bakal menggunakan hak suaranya. Untuk menentukan siapa yang menjadi gubernur-wakil gubernur, maupun bupati-wakil bupati atau wali kota-wakil wali kota.

Menyambut Pilkada 2020, sekelompok mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi mencetuskan program Kampung Pemilih Cerdas dan Integritas menyambut Pilkada 2020. Mereka tergabung dalam Cipayung Plus Banjarbaru.

Sesuai namanya, program ini menyasar satu kawasan di wilayah Banjarbaru. Tepatnya di Kompleks Balitra Jaya Permai RT 01 RW 08 Kelurahan Loktabat Utara.

Ketua pelaksana program M Hanafi mengatakan, program ini sudah diresmikan kemarin. Ada tiga program ke depan yang bakal bergulir hingga hari H pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020.

Hanafi bertutur, embiro program ini berasal dari keinginan mereka untuk berpartisipasi supaya pelaksanaan pilkada berjalar lancar, aman dan sehat. “Di wilayah yang kita pilih ini, harapannya jadi role model sebagai pemilih cerdas dan integritas. Makanya kami mengambil kata kampung. Karena ini di suatu kawasan atau kompleks perumahan,” ujarnya.

Program ini berupaya mencegah terjadinya praktik negatif politik . Seperti politik uang, politik SARA, maupun kampanye hitam. “Kita tidak ingin ada pihak-pihak yang melukai pelaksanaan pilkada ini,” tegasnya.

Di kawasan ini, menurut Hanafi, total ada sekitar 500 pemilih yang bermukim. Warga sendiri menyambut baik program mereka. Bahkan tokoh masyarakat setempat bangga jika kompleks mereka dijadikan percontohan.

“Kompleks ini termasuk jumlah suara yang terbesar di Banjarbaru. Nanti ada dua TPS di sini. Kita menarget bisa jadi percontohan untuk daerah lain. Bahwa politik itu tidak selalu distigmakan negatif, tetapi politik itu bisa bersih dan integritas,” ucapnya.

Ada beberapa tahapan yang akan dilakukan. Usai peresmian, selanjutnya sesi sosialisasi dan edukasi. Mereka akan mengajak instansi atau lembaga lain untuk berkolaborasi. Berupa seputar edukasi dan sosialisasi tentang politik. Misalnya, bagaimana pemilu yang bersih atau aman saat situasi pandemi kepada warga.

Selanjutnya, ada program pengadaan sarana penunjang. Mereka secara kolektif akan menyediakan beberapa perangkat penunjang pelaksanaan pilkada yang bersih dan sehat. Membagikan masker, pengadaan tempat cuci tangan, juga cetak dan pasang spanduk terkait paslon lengkap dengan visi misinya.

Terakhir, jelas Hanafi, mereka akan terlibat aktif dalam pengawasan pemungutan suara di dua TPS di kompleks tersebut. “Kita sejak H-1 pemungutan akan siaga di sini untuk melakukan pemantauan dan pengawasan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Cipayung Plus sendiri terdiri dari beberapa organisasi kepemudaan di Banjarbaru. Seperti HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) serta KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia). (rvn/ema)

BANJARBARU – Hari pemungutan menyisakan waktu kurang lebih satu bulan. Warga Kalimantan Selatan bakal menggunakan hak suaranya. Untuk menentukan siapa yang menjadi gubernur-wakil gubernur, maupun bupati-wakil bupati atau wali kota-wakil wali kota.

Menyambut Pilkada 2020, sekelompok mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi mencetuskan program Kampung Pemilih Cerdas dan Integritas menyambut Pilkada 2020. Mereka tergabung dalam Cipayung Plus Banjarbaru.

Sesuai namanya, program ini menyasar satu kawasan di wilayah Banjarbaru. Tepatnya di Kompleks Balitra Jaya Permai RT 01 RW 08 Kelurahan Loktabat Utara.

Ketua pelaksana program M Hanafi mengatakan, program ini sudah diresmikan kemarin. Ada tiga program ke depan yang bakal bergulir hingga hari H pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020.

Hanafi bertutur, embiro program ini berasal dari keinginan mereka untuk berpartisipasi supaya pelaksanaan pilkada berjalar lancar, aman dan sehat. “Di wilayah yang kita pilih ini, harapannya jadi role model sebagai pemilih cerdas dan integritas. Makanya kami mengambil kata kampung. Karena ini di suatu kawasan atau kompleks perumahan,” ujarnya.

Program ini berupaya mencegah terjadinya praktik negatif politik . Seperti politik uang, politik SARA, maupun kampanye hitam. “Kita tidak ingin ada pihak-pihak yang melukai pelaksanaan pilkada ini,” tegasnya.

Di kawasan ini, menurut Hanafi, total ada sekitar 500 pemilih yang bermukim. Warga sendiri menyambut baik program mereka. Bahkan tokoh masyarakat setempat bangga jika kompleks mereka dijadikan percontohan.

“Kompleks ini termasuk jumlah suara yang terbesar di Banjarbaru. Nanti ada dua TPS di sini. Kita menarget bisa jadi percontohan untuk daerah lain. Bahwa politik itu tidak selalu distigmakan negatif, tetapi politik itu bisa bersih dan integritas,” ucapnya.

Ada beberapa tahapan yang akan dilakukan. Usai peresmian, selanjutnya sesi sosialisasi dan edukasi. Mereka akan mengajak instansi atau lembaga lain untuk berkolaborasi. Berupa seputar edukasi dan sosialisasi tentang politik. Misalnya, bagaimana pemilu yang bersih atau aman saat situasi pandemi kepada warga.

Selanjutnya, ada program pengadaan sarana penunjang. Mereka secara kolektif akan menyediakan beberapa perangkat penunjang pelaksanaan pilkada yang bersih dan sehat. Membagikan masker, pengadaan tempat cuci tangan, juga cetak dan pasang spanduk terkait paslon lengkap dengan visi misinya.

Terakhir, jelas Hanafi, mereka akan terlibat aktif dalam pengawasan pemungutan suara di dua TPS di kompleks tersebut. “Kita sejak H-1 pemungutan akan siaga di sini untuk melakukan pemantauan dan pengawasan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Cipayung Plus sendiri terdiri dari beberapa organisasi kepemudaan di Banjarbaru. Seperti HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) serta KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia). (rvn/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/