alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Sambil Ngopi, Pecatur Tuna Netra Banua Berpotensi Raih Prestasi

BANJARMASIN – National Paralympic Committee (NPC) Kalsel semakin serius mengembangkan kemampuan para atlet difabelnya. Salah satunya untuk cabang olahraga catur tuna netra (catur tunet). Ada dua atlet difabel yang dibina secara serius oleh NPC Kalsel di cabor catur tunet ini. Abdulrahman untuk kategori tunet B1, dan Iberahim untuk kategori tunet B2. 

Pelatih atlet catur tunet NPC Kalsel, Syaifani menuturkan kemampuan kedua atlet difabel tersebut semakin terasah. “Ini berkat kemauan dan kerja keras, serta kedisiplinan Abdulrahman dan Iberamsyah dalam berlatih. Keduanya tanpa kenal lelah selalu latihan setiap hari, baik didampingi pelatih maupun secara mandiri,” sebut pria yang akrab disapa Fani itu.

Keduanya juga sering ditandingkan dengan pecatur normal. Mereka mengandalkan indera peraba untuk mengenali bidak-bidak catur yang dimainkan. “Dalam beberapa rangkaian uji coba bermain catur melawan pecatur normal, mereka juga sering menang,” sambungnya.

Ke depan, Fani mengajukan kepada NPC Kalsel agar kedua atlet catur tunet tersebut diikutsertakan dalam kejuaraan catur resmi, baik yang difabel maupun normal. “Tahun depan, ada beberapa agenda pertandingan catur tingkat nasional. Mudah-mudahan, NPC Kalsel bisa memfasilitasi mereka berlaga di kejuaraan tersebut. Apalagi keduanya sudah masuk sebagai atlet Pelatprov NPC Kalsel, dan ditarget prestasi,” harapnya.

Ketua Umum NPC Kalsel, Ahmad Firdaus menyatakan sangat berharap cabor catur tunet bisa menjadi salah satu lumbung medali buat Kalsel di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XI 2021 Papua. “Untuk pembinaan akan kami upayakan semaksimal mungkin untuk catur tunet ini. Untuk saat ini, kami minta kedua atlet catur tunet Kalsel tersebut giat berlatih. Apabila kelak ada kejuaraan, maka bisa kami berangkatkan,” janjinya.(oza/dye/ema)

BANJARMASIN – National Paralympic Committee (NPC) Kalsel semakin serius mengembangkan kemampuan para atlet difabelnya. Salah satunya untuk cabang olahraga catur tuna netra (catur tunet). Ada dua atlet difabel yang dibina secara serius oleh NPC Kalsel di cabor catur tunet ini. Abdulrahman untuk kategori tunet B1, dan Iberahim untuk kategori tunet B2. 

Pelatih atlet catur tunet NPC Kalsel, Syaifani menuturkan kemampuan kedua atlet difabel tersebut semakin terasah. “Ini berkat kemauan dan kerja keras, serta kedisiplinan Abdulrahman dan Iberamsyah dalam berlatih. Keduanya tanpa kenal lelah selalu latihan setiap hari, baik didampingi pelatih maupun secara mandiri,” sebut pria yang akrab disapa Fani itu.

Keduanya juga sering ditandingkan dengan pecatur normal. Mereka mengandalkan indera peraba untuk mengenali bidak-bidak catur yang dimainkan. “Dalam beberapa rangkaian uji coba bermain catur melawan pecatur normal, mereka juga sering menang,” sambungnya.

Ke depan, Fani mengajukan kepada NPC Kalsel agar kedua atlet catur tunet tersebut diikutsertakan dalam kejuaraan catur resmi, baik yang difabel maupun normal. “Tahun depan, ada beberapa agenda pertandingan catur tingkat nasional. Mudah-mudahan, NPC Kalsel bisa memfasilitasi mereka berlaga di kejuaraan tersebut. Apalagi keduanya sudah masuk sebagai atlet Pelatprov NPC Kalsel, dan ditarget prestasi,” harapnya.

Ketua Umum NPC Kalsel, Ahmad Firdaus menyatakan sangat berharap cabor catur tunet bisa menjadi salah satu lumbung medali buat Kalsel di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XI 2021 Papua. “Untuk pembinaan akan kami upayakan semaksimal mungkin untuk catur tunet ini. Untuk saat ini, kami minta kedua atlet catur tunet Kalsel tersebut giat berlatih. Apabila kelak ada kejuaraan, maka bisa kami berangkatkan,” janjinya.(oza/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/