alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Kasus Menurun, Tracking Tetap Dilakukan

BANJARMASIN – Angka kasus Covid-19 Kalsel terus mengalami penurunan. Sampai kemarin, kasus yang sudah sembuh mencapai 10.521 orang dari total kasus sebanyak 11.662 orang.

Tersebarnya alat uji spesimen membuat kasus Covid cepat terungkap. Berbeda dengan dulu, untuk mendapatkan hasil uji swab, Gugus Tugas Covid-19 Kalsel perlu waktu sekitar 15 hari.

“Sekarang sudah real time. 1×24 jam sudah ada hasil. Ini yang membuat angka kasus cepat didapat dan bisa cepat pula ditangani,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Muslim kemarin.

Diterangkannya, seiring laju kasus yang sudah melandai tes spesimen pun tak sebanyak lalu. Muslim menyebut, jika dulu spesimen yang diperiksa 500-1000 spesimen di Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL- PP), sekarang hanya berkisar 300 sampel.

Pasalnya, pemeriksaan PCR tak lagi terfokus di sana. Di Banjarmasin sendiri beberapa rumah sakit sudah bisa memeriksa spesimen. Seperti di Rumah Sakit Sultan Suriansyah, RSUD Ulin, RSUD Mohammad Ansari Saleh dan RS Bhayangkara.

Tak hanya di Banjarmain, lab lain terang Muslim juga sudah tersedia di beberapa daerah. Bahkan hingga di Tanah Bumbu. “Ini yang memudahkan penelusuran kasus sekarang. Banyak tersebarnya lab PCR mempercepat pula penanganan,” imbuhnya.

Bagaimana dengan upaya tracking? Disampaikannya, meski kasus sudah mulai berkurang, upaya tracking oleh surveilans tetap dilakukan. “Buktinya kasus suspec masih ada. Tak ada penghentian,” tegasnya.

Lalu bagaimana dengan anggaran penanganan Covid-19 di Kalsel, apakah masih mencukupi sampai akhir tahun? Muslim mengaku tak tahu persis. Pasalnya semua anggaran ada di BPBD Kalsel. “Soal anggaran silakan ke BPBD yang mengetahui persis,” tandas Muslim.

Sayangnya, Plt Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat tak merespon ketika ditanya perihal anggaran ini. Seperti diketahui, pada 14 Oktober lalu Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan mengungkapkan, anggaran yang tersedia sampai akhir tahun untuk penanganan, tersisa Rp25 miliar dari yang dianggarkan mencapai Rp233 miliar. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Angka kasus Covid-19 Kalsel terus mengalami penurunan. Sampai kemarin, kasus yang sudah sembuh mencapai 10.521 orang dari total kasus sebanyak 11.662 orang.

Tersebarnya alat uji spesimen membuat kasus Covid cepat terungkap. Berbeda dengan dulu, untuk mendapatkan hasil uji swab, Gugus Tugas Covid-19 Kalsel perlu waktu sekitar 15 hari.

“Sekarang sudah real time. 1×24 jam sudah ada hasil. Ini yang membuat angka kasus cepat didapat dan bisa cepat pula ditangani,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Muslim kemarin.

Diterangkannya, seiring laju kasus yang sudah melandai tes spesimen pun tak sebanyak lalu. Muslim menyebut, jika dulu spesimen yang diperiksa 500-1000 spesimen di Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL- PP), sekarang hanya berkisar 300 sampel.

Pasalnya, pemeriksaan PCR tak lagi terfokus di sana. Di Banjarmasin sendiri beberapa rumah sakit sudah bisa memeriksa spesimen. Seperti di Rumah Sakit Sultan Suriansyah, RSUD Ulin, RSUD Mohammad Ansari Saleh dan RS Bhayangkara.

Tak hanya di Banjarmain, lab lain terang Muslim juga sudah tersedia di beberapa daerah. Bahkan hingga di Tanah Bumbu. “Ini yang memudahkan penelusuran kasus sekarang. Banyak tersebarnya lab PCR mempercepat pula penanganan,” imbuhnya.

Bagaimana dengan upaya tracking? Disampaikannya, meski kasus sudah mulai berkurang, upaya tracking oleh surveilans tetap dilakukan. “Buktinya kasus suspec masih ada. Tak ada penghentian,” tegasnya.

Lalu bagaimana dengan anggaran penanganan Covid-19 di Kalsel, apakah masih mencukupi sampai akhir tahun? Muslim mengaku tak tahu persis. Pasalnya semua anggaran ada di BPBD Kalsel. “Soal anggaran silakan ke BPBD yang mengetahui persis,” tandas Muslim.

Sayangnya, Plt Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat tak merespon ketika ditanya perihal anggaran ini. Seperti diketahui, pada 14 Oktober lalu Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan mengungkapkan, anggaran yang tersedia sampai akhir tahun untuk penanganan, tersisa Rp25 miliar dari yang dianggarkan mencapai Rp233 miliar. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/