alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Teknologi dan Manfaatnya

Arus globalisasi yang semakin maju dan ditopang derasnya informasi dan komunikasi terus mengalami peningkatan. Kemajuan teknologi informasi akan menjadi sebuah solusi bagi keterbatasan akses informasi.

======================
Oleh: Noor Heldawati S.Pd
Guru SMPN 2 Satui
Guru Inti PKP Zonasi Sungai Loban
======================

Perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat membawa perubahan yang cepat pula dalam bidang teknologi. Globalisasi membawa masyarakat melakukan penyesuaian terhadap perubahan sosial budaya. Hal ini dapat dilihat dari minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan yang semakin besar. Teknologi yang dihasilkan dari sebagai aplikasi dari ilmu pengetahuan kemudian dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat.

Pemanfaatan teknologi ini membawa banyak keuntungan bagi masyarakat, seperti kemudahan dalam melakukan berbagai kegiatan, hasil produksi menjadi lebih banyak, dan sebagainya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang kehidupan membawa pengaruh positif dalam masyarakat.
Dalam bidang pertanian misalnya, perkembangan teknologi yang diterapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian. Contohnya ada mesin pemotong padi yang bisa mempermudah dan dan cepat selesainya pekerjaan. Selain keuntungan terhadap hasil produksi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mampu meningkatkan efektivitas, sehingga terjadi efisiensi.

Sedangkan revolusi teknologi smartphone sudah memengaruhi generasi milenial dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Bentuk smartphone yang kecil dan praktis, membuat barang satu ini selalu dibawa oleh pemiliknya. Benda yang kecil ini ternyata sangat berpengaruh bagi para generasi milenial.

Perubahan ini dapat kita cermati dalam gaya bahasa yang tidak baku, cara mereka belajar dalam dunia pendidikan formal, dan mengikisnya budaya sedikit demi sedikit. Hal ini menimbulkan gejala dan memunculkan perubahan sosial.

Perubahan sosial merupakan perubahan yang terjadi dalam masyarakat berkaitan dengan perilaku, nilai sosial yang dipegang, dan norma yang dijalankan oleh masyarakat. Perubahan yang dialami oleh masyarakat dapat dipicu oleh berbagai sosial globalisasi, westernisasi, modernisasi, hedonisme, konsumerisme dan lain-lain. (Suranto, dkk; 2016:116-127).

Sebanyak 93,52 % penggunaan media sosial dan 65,34 % penggunaan internet berada di usia 9-19 tahun. Umumnya anak-anak menggunakan internet untuk mengakses media sosial, games dan Youtube. WHO telah mengeluarkan International Classification of Disease (ICD) edisi ke-11 yang menyebutkan kecanduan main games sebagai gangguan kesehatan jiwa, yang masuk sebagai gaming disorder. (Kemkominfo, 2018 )

Berdasarkan data tersebut, pengaruh globalisasi sosial budaya pada era teknologi informasi dan komunikasi yang paling rentan adalah usia remaja. Sebab mereka paling akrab dalam penggunaan internet. Fasilitas internet tidak hanya digunakan untuk bersosial, tetapi juga untuk kebutuhan belajar. Namun, apabila anak tidak bijak menggunakan fasilitas internet, maka anak akan mudah terjerumus pada kenakalan remaja.

Pengaruh penggunaan teknologi bisa membawa dampak positif dan negatif. Media sosial sangat berguna bagi generasi milenial untuk berkomunikasi dengan mudah, cepat, hemat, tanpa batasan waktu dan tempat. Kini mereka tidak lagi menggunakan pesan teks tertulis di kertas untuk mengirim sebuah pesan kepada seseorang.

Dalam dunia pendidikan, smartphone sangat mempengaruhi aktivitas generasi milenial ini. Seperti contoh dalam kasus pembelajaran, kini mereka tidak lagi gemar membaca dalam bentuk buku cetak melainan e-book atau sejenisnya ,penggunaan berbagai macam aplikasi pembelajaran, video–video pembelajaran yang menarik dan sebagainya. Sedangkan dampak negatifnya, tergesernya nilai sosial budaya pada generasi milenial dapat dilihat dari pola hidup mereka.

Contoh budaya mengetok pintu rumah teman saat hendak bermain pun sekarang diganti dengan mengirimkan pesan yang menyatakan dirinya sudah di depan rumah. Budaya jual beli online agar terjalin komunikasi langsung pun kini digantikan dengan smartphone. 

Dalam hal ini, sebagai orang tua untuk dapat mengawasi anaknya dalam bermain smartphone. Anak generasi milenial memang sangat pintar dalam menggunakan gawai, namun orang tua harus lebih cerdas. (*)

Arus globalisasi yang semakin maju dan ditopang derasnya informasi dan komunikasi terus mengalami peningkatan. Kemajuan teknologi informasi akan menjadi sebuah solusi bagi keterbatasan akses informasi.

======================
Oleh: Noor Heldawati S.Pd
Guru SMPN 2 Satui
Guru Inti PKP Zonasi Sungai Loban
======================

Perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat membawa perubahan yang cepat pula dalam bidang teknologi. Globalisasi membawa masyarakat melakukan penyesuaian terhadap perubahan sosial budaya. Hal ini dapat dilihat dari minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan yang semakin besar. Teknologi yang dihasilkan dari sebagai aplikasi dari ilmu pengetahuan kemudian dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat.

Pemanfaatan teknologi ini membawa banyak keuntungan bagi masyarakat, seperti kemudahan dalam melakukan berbagai kegiatan, hasil produksi menjadi lebih banyak, dan sebagainya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang kehidupan membawa pengaruh positif dalam masyarakat.
Dalam bidang pertanian misalnya, perkembangan teknologi yang diterapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian. Contohnya ada mesin pemotong padi yang bisa mempermudah dan dan cepat selesainya pekerjaan. Selain keuntungan terhadap hasil produksi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mampu meningkatkan efektivitas, sehingga terjadi efisiensi.

Sedangkan revolusi teknologi smartphone sudah memengaruhi generasi milenial dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Bentuk smartphone yang kecil dan praktis, membuat barang satu ini selalu dibawa oleh pemiliknya. Benda yang kecil ini ternyata sangat berpengaruh bagi para generasi milenial.

Perubahan ini dapat kita cermati dalam gaya bahasa yang tidak baku, cara mereka belajar dalam dunia pendidikan formal, dan mengikisnya budaya sedikit demi sedikit. Hal ini menimbulkan gejala dan memunculkan perubahan sosial.

Perubahan sosial merupakan perubahan yang terjadi dalam masyarakat berkaitan dengan perilaku, nilai sosial yang dipegang, dan norma yang dijalankan oleh masyarakat. Perubahan yang dialami oleh masyarakat dapat dipicu oleh berbagai sosial globalisasi, westernisasi, modernisasi, hedonisme, konsumerisme dan lain-lain. (Suranto, dkk; 2016:116-127).

Sebanyak 93,52 % penggunaan media sosial dan 65,34 % penggunaan internet berada di usia 9-19 tahun. Umumnya anak-anak menggunakan internet untuk mengakses media sosial, games dan Youtube. WHO telah mengeluarkan International Classification of Disease (ICD) edisi ke-11 yang menyebutkan kecanduan main games sebagai gangguan kesehatan jiwa, yang masuk sebagai gaming disorder. (Kemkominfo, 2018 )

Berdasarkan data tersebut, pengaruh globalisasi sosial budaya pada era teknologi informasi dan komunikasi yang paling rentan adalah usia remaja. Sebab mereka paling akrab dalam penggunaan internet. Fasilitas internet tidak hanya digunakan untuk bersosial, tetapi juga untuk kebutuhan belajar. Namun, apabila anak tidak bijak menggunakan fasilitas internet, maka anak akan mudah terjerumus pada kenakalan remaja.

Pengaruh penggunaan teknologi bisa membawa dampak positif dan negatif. Media sosial sangat berguna bagi generasi milenial untuk berkomunikasi dengan mudah, cepat, hemat, tanpa batasan waktu dan tempat. Kini mereka tidak lagi menggunakan pesan teks tertulis di kertas untuk mengirim sebuah pesan kepada seseorang.

Dalam dunia pendidikan, smartphone sangat mempengaruhi aktivitas generasi milenial ini. Seperti contoh dalam kasus pembelajaran, kini mereka tidak lagi gemar membaca dalam bentuk buku cetak melainan e-book atau sejenisnya ,penggunaan berbagai macam aplikasi pembelajaran, video–video pembelajaran yang menarik dan sebagainya. Sedangkan dampak negatifnya, tergesernya nilai sosial budaya pada generasi milenial dapat dilihat dari pola hidup mereka.

Contoh budaya mengetok pintu rumah teman saat hendak bermain pun sekarang diganti dengan mengirimkan pesan yang menyatakan dirinya sudah di depan rumah. Budaya jual beli online agar terjalin komunikasi langsung pun kini digantikan dengan smartphone. 

Dalam hal ini, sebagai orang tua untuk dapat mengawasi anaknya dalam bermain smartphone. Anak generasi milenial memang sangat pintar dalam menggunakan gawai, namun orang tua harus lebih cerdas. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/