alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Jalan ke Proyek Strategis Belum Tuntas

BANJARMASIN – Pembangunan Bendungan Pipitak Jaya di Kabupaten Tapin hampir tuntas. Sayangnya akses menuju proyek strategis nasional ini belum didukung jalan yang nyaman.

Menuju ke lokasi bendungan yang nantinya juga akan menjadi tempat wisata ini, masyarakat harus bersabar. Dari panjang jalan 22 Km, baru sebagian yang mulus. Sisanya, selain lebar jalan sempit, juga masih berupa kerikil.

Poros jalan yang sudah tertangani mencapai 8 Km, itu pun setelah dihibahkan Pemkab Tapin kepada Pemprov Kalsel. Lokasinya berada di antara Kelurahan Bitahan Kecamatan Lokpaikat menuju Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya Kecamatan Piani.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel Yasin Toyib mengatakan jalan tersebut menjadi prioritas ditangani untuk menunjang akses ke bendungan. Tahap pertama penanganan dan peningkatan jalan ini sudah dikerjakan sesuai kontrak pada 15 Mei lalu. “Kondisinya sekarang sudah nyaman. Paling tidak sudah tertangani sebagian,” tambahnya.

Jalan ini merupakan akses utama masyarakat sekitar. Dengan lancar dan nyamannya jalan ini nantinya, diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat di Wilayah Kecamatan Piani menuju Kota Rantau.

Jalan Bitahan ke Bendungan Tapin ini juga merupakan jalan alternatif dari dan ke berbagai desa di Kecamatan Piani seperti Pipitak Jaya, Harakit, Batung, Miawa dan lain-lain. “Banyak warga yang memanfaatkan jalan ini. Setelah statusnya milik provinsi, akan kami prioritaskan untuk ditangani,” janjinya.

Jalan ini sendiri selain dilakukan pengaspalan, pemprov juga melakukan pelebaran jalannya. Dari yang hanya lebar 3 meter dilebarkan menjadi 5 meter. “Sebenarnya rencananya lebih 5 meter, karena terkendala pembebasan lahan, dilebarkan 5 meter dulu,” terang Yasin.

Diceritakannya, kondisi jalan sebelum ditangani kondisinya cukup parah. Apalagi ketika hujan turun. Kubangan di sana sini. Jika tak hati-hati pengendara bisa celaka.

Pengerjaan jalan sendiri memakan anggaran sebesar Rp13,8 miliar. Dikerjakan oleh PT Citra Intan Kurnia. Ditarget tuntas tahun ini, pekerjaan diklaim sudah mencapai 80 persen. “Tak ada kendala. Insya Allah akan selesai tepat waktu pada akhir tahun 2020 ini,” kata Project Manager PT Citra Intan Kurnia, Dody Wibisono. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Pembangunan Bendungan Pipitak Jaya di Kabupaten Tapin hampir tuntas. Sayangnya akses menuju proyek strategis nasional ini belum didukung jalan yang nyaman.

Menuju ke lokasi bendungan yang nantinya juga akan menjadi tempat wisata ini, masyarakat harus bersabar. Dari panjang jalan 22 Km, baru sebagian yang mulus. Sisanya, selain lebar jalan sempit, juga masih berupa kerikil.

Poros jalan yang sudah tertangani mencapai 8 Km, itu pun setelah dihibahkan Pemkab Tapin kepada Pemprov Kalsel. Lokasinya berada di antara Kelurahan Bitahan Kecamatan Lokpaikat menuju Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya Kecamatan Piani.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel Yasin Toyib mengatakan jalan tersebut menjadi prioritas ditangani untuk menunjang akses ke bendungan. Tahap pertama penanganan dan peningkatan jalan ini sudah dikerjakan sesuai kontrak pada 15 Mei lalu. “Kondisinya sekarang sudah nyaman. Paling tidak sudah tertangani sebagian,” tambahnya.

Jalan ini merupakan akses utama masyarakat sekitar. Dengan lancar dan nyamannya jalan ini nantinya, diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat di Wilayah Kecamatan Piani menuju Kota Rantau.

Jalan Bitahan ke Bendungan Tapin ini juga merupakan jalan alternatif dari dan ke berbagai desa di Kecamatan Piani seperti Pipitak Jaya, Harakit, Batung, Miawa dan lain-lain. “Banyak warga yang memanfaatkan jalan ini. Setelah statusnya milik provinsi, akan kami prioritaskan untuk ditangani,” janjinya.

Jalan ini sendiri selain dilakukan pengaspalan, pemprov juga melakukan pelebaran jalannya. Dari yang hanya lebar 3 meter dilebarkan menjadi 5 meter. “Sebenarnya rencananya lebih 5 meter, karena terkendala pembebasan lahan, dilebarkan 5 meter dulu,” terang Yasin.

Diceritakannya, kondisi jalan sebelum ditangani kondisinya cukup parah. Apalagi ketika hujan turun. Kubangan di sana sini. Jika tak hati-hati pengendara bisa celaka.

Pengerjaan jalan sendiri memakan anggaran sebesar Rp13,8 miliar. Dikerjakan oleh PT Citra Intan Kurnia. Ditarget tuntas tahun ini, pekerjaan diklaim sudah mencapai 80 persen. “Tak ada kendala. Insya Allah akan selesai tepat waktu pada akhir tahun 2020 ini,” kata Project Manager PT Citra Intan Kurnia, Dody Wibisono. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/