alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Saidi Penuhi Panggilan Gakumdu, Klarifikasi Laporan Netralitas Camat Aluh-aluh

MARTAPURA – Camat Aluh–aluh Syaifullah Effendi dan Calon Bupati Banjar H Saidi Mansyur dipanggil di waktu berbeda oleh Sentra Penegak Hukum Terpadu (Sentra Gakumdu). 

Saidi memenuhi panggilan, Sabtu (24/10) dan dicecar 30 pertanyaan tentang keterlibatan Syaifullah Effendi. Yang hadir di pertemuan terbatas ke Desa Pemurus Dalam, Kecamatan Aluh-aluh.

Syaifullah sendiri dilaporkan oleh Kasmayuda, belum lama tadi. Warga Aluh-aluh itu mendatangi Bawaslu Banjar didampingi kuasa hukum Muhammad Rusdi. Kasmayuda menyoroti netralitas ASN setelah Syaifullah memberikan sambutan pada acara yang dihadiri Saidi Mansyur.

Syaifullah Effendi membatah ikut mengampanyekan Saidi Mansyur. Sebagai kepala wilayah di Aluh-aluh, tentu ia harus netral dengan semua paslon. Lagipula, kehadiran para kandidat melalui proses izin Kecamatan Aluh-aluh. Sehingga, siapapun yang datang akan disambut. Terlebih untuk kepentingan menyerap aspirasi masyarakat.

“Saya sebatas menyampaikan tentang protokol kesehatan. Kami ASN harus netral dan tidak mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu paslon,” katanya.

Saksi dalam pertemuan juga banyak. “Silakan ditanya,” ujarnya. Apalagi, tidak ada ajakan mencoblos nomor urut dan memihak pada pertemuan tersebut. Ia juga menyilakan kepada semua kalangan bertanya kepada Saidi Mansyur tentang isi sambutan ketika digelar pertemuan di Aluh-aluh.

Sedangkan Saidi Mansyur yang juga diminta klarifikasi tertutup oleh Gakumdu menjelaskan, Camat Aluh-aluh datang ke acara silaturahmi di rumah warga tanpa diundang. Datang sendiri dan spontan. Yang disampaikan Camat Aluh-aluh adalah informasi seputar pilkada, bahwa di Banjar ada tiga kandidat yang bersaing.

Saidi menjelaskan, saat itu Syaifullah meminta semua paslon agar memperhatikan Aluh-aluh. Terutama soal dukungan infrastruktur dan letak kecamatan yang cukup jauh dari Martapura. “Camat mengajak warga menyukseskan pemilihan kepala daerah dan tidak golput. Itu saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kasmayuda bersama M Rusdi menyoal kehadiran Camat Aluh-aluh di pertemuan Saidi Mansyur. Laporan itu diserta bukti foto dan tayangan video seorang camat sedang menyampaikan sambutan. Menurut Rusdi, pertemuan itu digelar di Desa Pemurus sekitar 15 Oktober 2020 pukul 14.00 Wita.

Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Banjar M Syahrial Fitri menyatakan, bawaslu tetap menerima laporan warga tersebut. Dan memprosesnya sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku. “Sampai saat ini, kami menangani 6 laporan dugaan pelanggaran pemilu dan semua berproses,” ucapnya. (mam/ema)

MARTAPURA – Camat Aluh–aluh Syaifullah Effendi dan Calon Bupati Banjar H Saidi Mansyur dipanggil di waktu berbeda oleh Sentra Penegak Hukum Terpadu (Sentra Gakumdu). 

Saidi memenuhi panggilan, Sabtu (24/10) dan dicecar 30 pertanyaan tentang keterlibatan Syaifullah Effendi. Yang hadir di pertemuan terbatas ke Desa Pemurus Dalam, Kecamatan Aluh-aluh.

Syaifullah sendiri dilaporkan oleh Kasmayuda, belum lama tadi. Warga Aluh-aluh itu mendatangi Bawaslu Banjar didampingi kuasa hukum Muhammad Rusdi. Kasmayuda menyoroti netralitas ASN setelah Syaifullah memberikan sambutan pada acara yang dihadiri Saidi Mansyur.

Syaifullah Effendi membatah ikut mengampanyekan Saidi Mansyur. Sebagai kepala wilayah di Aluh-aluh, tentu ia harus netral dengan semua paslon. Lagipula, kehadiran para kandidat melalui proses izin Kecamatan Aluh-aluh. Sehingga, siapapun yang datang akan disambut. Terlebih untuk kepentingan menyerap aspirasi masyarakat.

“Saya sebatas menyampaikan tentang protokol kesehatan. Kami ASN harus netral dan tidak mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu paslon,” katanya.

Saksi dalam pertemuan juga banyak. “Silakan ditanya,” ujarnya. Apalagi, tidak ada ajakan mencoblos nomor urut dan memihak pada pertemuan tersebut. Ia juga menyilakan kepada semua kalangan bertanya kepada Saidi Mansyur tentang isi sambutan ketika digelar pertemuan di Aluh-aluh.

Sedangkan Saidi Mansyur yang juga diminta klarifikasi tertutup oleh Gakumdu menjelaskan, Camat Aluh-aluh datang ke acara silaturahmi di rumah warga tanpa diundang. Datang sendiri dan spontan. Yang disampaikan Camat Aluh-aluh adalah informasi seputar pilkada, bahwa di Banjar ada tiga kandidat yang bersaing.

Saidi menjelaskan, saat itu Syaifullah meminta semua paslon agar memperhatikan Aluh-aluh. Terutama soal dukungan infrastruktur dan letak kecamatan yang cukup jauh dari Martapura. “Camat mengajak warga menyukseskan pemilihan kepala daerah dan tidak golput. Itu saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kasmayuda bersama M Rusdi menyoal kehadiran Camat Aluh-aluh di pertemuan Saidi Mansyur. Laporan itu diserta bukti foto dan tayangan video seorang camat sedang menyampaikan sambutan. Menurut Rusdi, pertemuan itu digelar di Desa Pemurus sekitar 15 Oktober 2020 pukul 14.00 Wita.

Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Banjar M Syahrial Fitri menyatakan, bawaslu tetap menerima laporan warga tersebut. Dan memprosesnya sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku. “Sampai saat ini, kami menangani 6 laporan dugaan pelanggaran pemilu dan semua berproses,” ucapnya. (mam/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/