alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Pelatih Peseban Sedang Berduka

BANJARMASIN – Pelatih kepala Peseban Banjarmasin, Bambang Hermawan sedang berduka. Sang ibunda, Syahriah telah menghembuskan napas terakhir pada Kamis (22/10) siang. 

Kabar meninggalnya sang ibu langsung dikabarkan Bambang di grup WhatsApp tim pelatih Peseban Banjarmasin pada Jumat, dinihari pukul 03.19. Kabar tersebut langsung ditanggapi tim pelatih dengan ucapan bela sungkawa. “Innalillahi wainnailaihi rojiun, turut berduka cita coach Bambang. Semoga arwah beliau di terima sisi Allah SWT,” tulis Direktur Teknik Peseban, Tommy Pranata.

Kepada Radar Banjarmasin, Bambang menceritakan keinginannya yang masih belum sempat diwujudkan kepada sang bunda. “Seharusnya jika tidak dalam situasi pandemi Covid-19, saya bersama keluarga dan ibu akan berangkat haji tahun ini. Niat hati menghajikan beliau. Namun Allah SWT berkehendak lain. Insya Allah tetap dicatat sebagai amaliah haji beliau,” ungkapnya.

Bambang juga mengatakan bahwa kondisi sang ibu sudah mulai memburuk dalam beberapa hari terakhir. “Sejak tanggal 5 Oktober atau dua minggu lebih, beliau tidak napsu makan,” jelasnya.

Dengan kondisi ibunya yang mulai lemah, Bambang mengurungkan niatnya saat seluruh manajer dan pelatih Liga Internal Peseban menjalani laga persahabatan di Lapangan Green Yakin, Rabu (21/10) malam lalu.(bir/gr/dye)

BANJARMASIN – Pelatih kepala Peseban Banjarmasin, Bambang Hermawan sedang berduka. Sang ibunda, Syahriah telah menghembuskan napas terakhir pada Kamis (22/10) siang. 

Kabar meninggalnya sang ibu langsung dikabarkan Bambang di grup WhatsApp tim pelatih Peseban Banjarmasin pada Jumat, dinihari pukul 03.19. Kabar tersebut langsung ditanggapi tim pelatih dengan ucapan bela sungkawa. “Innalillahi wainnailaihi rojiun, turut berduka cita coach Bambang. Semoga arwah beliau di terima sisi Allah SWT,” tulis Direktur Teknik Peseban, Tommy Pranata.

Kepada Radar Banjarmasin, Bambang menceritakan keinginannya yang masih belum sempat diwujudkan kepada sang bunda. “Seharusnya jika tidak dalam situasi pandemi Covid-19, saya bersama keluarga dan ibu akan berangkat haji tahun ini. Niat hati menghajikan beliau. Namun Allah SWT berkehendak lain. Insya Allah tetap dicatat sebagai amaliah haji beliau,” ungkapnya.

Bambang juga mengatakan bahwa kondisi sang ibu sudah mulai memburuk dalam beberapa hari terakhir. “Sejak tanggal 5 Oktober atau dua minggu lebih, beliau tidak napsu makan,” jelasnya.

Dengan kondisi ibunya yang mulai lemah, Bambang mengurungkan niatnya saat seluruh manajer dan pelatih Liga Internal Peseban menjalani laga persahabatan di Lapangan Green Yakin, Rabu (21/10) malam lalu.(bir/gr/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/