alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Pemprov Minta Rusun untuk Pegawai

BANJARBARU – Pemprov Kalsel ternyata juga berkeinginan memiliki rusun untuk pegawainya. Menyusul ditetapkannya Kalsel sebagai lokasi percontohan pembangunan rumah susun (rusun) ASN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan, ke depan keinginan memiliki rusun akan mereka usulkan ke Kementerian PUPR. “Mudah-mudahan kita bisa mengusulkan ke kementerian, sehingga bisa dibangunkan rusun untuk ASN Pemprov,” katanya.

Pegawai Pemprov Kalsel sendiri dinilai memerlukan rusun di Banjarbaru, karena ada banyak yang bertempat tinggal di luar Banjarbaru. Seperti di Banjarmasin dan lainnya. Sehingga pemerintah harus menyediakan bus untuk mengantar dan menjemput mereka.

Terkait lokasi rusun, Roy menyebut, lahan sebenarnya sudah tersedia di area Perkantoran Provinsi Kalsel di Banjarbaru. “Kita juga sudah mempersiapkan studi kelayakan dan desain. Jadi, nanti tinggal kita usulkan ke Kementerian PUPR,” sebutnya.

Dia berharap, sinergitas pembangunan infrastruktur antara Pemprov Kalsel dan Kementerian PUPR terus terjalin dengan baik. Dengan begitu, usulan pembangunan rusun bisa diterima. “Mengenai hibah lahan untuk perkantoran terpadu Kementerian PUPR, kami juga akan mempelajari ketersedian lahannya,” kata Roy.

Sebelumnya, setelah meninjau sejumlah proyek di Banua pada hari sebelumnya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI John Wenpi Wetipo, Kamis (22/10) menghadiri groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan rumah susun (rusun) ASN Kementerian PUPR di Jalan Unlam III, Sungai Besar, Banjarbaru.

Didampingi Anggota DPR RI Rifqinizamy Karsayudha dan Pj Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, kedatangan Wamen PUPR disambut Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalimantan II, Nursal dan Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Bidang Perumahan Kalimantan Selatan, Rezky Indrakusuma beserta jajarannya.

Usai pelaksanaan groundbreaking, Wamen PUPR John Wenpi Wetipo menyampaikan bahwa pembangunan rusun untuk ASN Kementerian PUPR yang bertugas di Kalsel merupakan pilot project atau percontohan di Indonesia.

“Pembangunan rusun ini adalah model atau pilot project nasional bagi perumahan ASN Kementerian PUPR di berbagai daerah lain se-Indonesia,” katanya.

Dia bersyukur Kementerian PUPR masih bisa aktif melaksanakan aktivitas pembangunan di berbagai daerah, walaupun di tengah pandemi Covid-19. “Terima kasih kepada para Kepala Balai Regional Kalimantan II atas berbagai pembangunan oleh Kementerian PUPR yang dilaksanakan di sini,” ujarnya.

Lanjutnya, setelah pembangunan rusun Kementerian PUPR juga berencana membangun perkantoran terpadu di Banjarbaru. “Sehingga nanti kantor-kantor balai yang ada di Banjarmasin akan pindah semua ke Banjarabaru,” beber Wempi.

Di sisi lain, Kepala Balai Pelaksana Penyedia perumahan Kalimantan II Nursal menyampaikan, pembangunan rusun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ASN di lingkup Kementerian PUPR yang bertugas di Kalsel. Agar mendapatkan tempat tinggal yang layak.

“Kriteria layak adalah ketersediaan air bersih, sanitasi yang baik, kebutuhan luas bangunan standar dan kualitas struktur bangunan yang memenuhi standar kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, Erpika Ansela Surira selaku Kepala SNVT (Satuan Non Vertikal Tertentu) Penyediaan Perumahan Provinsi Kalsel menuturkan, pemilihan letak rumah susun di Kota Banjarbaru sesuai dengan kebutuhan ASN ke depannya. “Banjarbaru merupakan pusat pemerintahan provinsi Kalsel dan calon ibukota baru, selain itu ketersediaan lahan yang luas juga menjadi pertimbangan,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen Rusun ASN PUPR, Rezky Indrakusuma mengatakan, kontrak kerja pembangunan rusun dengan pihak ketiga sudah dilaksanakan sejak 5 Oktober 2020 tadi dengan nilai Rp64,9 miliar.

“Pelaksana pekerjaan adalah PR Citra Prasasti Konsorindo KSO PT Cipta Vera Mandiri, sementara konsultan PT Virama Karya (Persero) Cabang Kalimantan,” paparnya.

Proyek sendiri dikerjakan dengan sistem multiyears, mulai 2020 hingga 2021 mendatang. Bangunan rusun terdiri dari 8 lantai, dengan 92 unit ruangan bertipe 45. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Pemprov Kalsel ternyata juga berkeinginan memiliki rusun untuk pegawainya. Menyusul ditetapkannya Kalsel sebagai lokasi percontohan pembangunan rumah susun (rusun) ASN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan, ke depan keinginan memiliki rusun akan mereka usulkan ke Kementerian PUPR. “Mudah-mudahan kita bisa mengusulkan ke kementerian, sehingga bisa dibangunkan rusun untuk ASN Pemprov,” katanya.

Pegawai Pemprov Kalsel sendiri dinilai memerlukan rusun di Banjarbaru, karena ada banyak yang bertempat tinggal di luar Banjarbaru. Seperti di Banjarmasin dan lainnya. Sehingga pemerintah harus menyediakan bus untuk mengantar dan menjemput mereka.

Terkait lokasi rusun, Roy menyebut, lahan sebenarnya sudah tersedia di area Perkantoran Provinsi Kalsel di Banjarbaru. “Kita juga sudah mempersiapkan studi kelayakan dan desain. Jadi, nanti tinggal kita usulkan ke Kementerian PUPR,” sebutnya.

Dia berharap, sinergitas pembangunan infrastruktur antara Pemprov Kalsel dan Kementerian PUPR terus terjalin dengan baik. Dengan begitu, usulan pembangunan rusun bisa diterima. “Mengenai hibah lahan untuk perkantoran terpadu Kementerian PUPR, kami juga akan mempelajari ketersedian lahannya,” kata Roy.

Sebelumnya, setelah meninjau sejumlah proyek di Banua pada hari sebelumnya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI John Wenpi Wetipo, Kamis (22/10) menghadiri groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan rumah susun (rusun) ASN Kementerian PUPR di Jalan Unlam III, Sungai Besar, Banjarbaru.

Didampingi Anggota DPR RI Rifqinizamy Karsayudha dan Pj Sekda Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, kedatangan Wamen PUPR disambut Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalimantan II, Nursal dan Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Bidang Perumahan Kalimantan Selatan, Rezky Indrakusuma beserta jajarannya.

Usai pelaksanaan groundbreaking, Wamen PUPR John Wenpi Wetipo menyampaikan bahwa pembangunan rusun untuk ASN Kementerian PUPR yang bertugas di Kalsel merupakan pilot project atau percontohan di Indonesia.

“Pembangunan rusun ini adalah model atau pilot project nasional bagi perumahan ASN Kementerian PUPR di berbagai daerah lain se-Indonesia,” katanya.

Dia bersyukur Kementerian PUPR masih bisa aktif melaksanakan aktivitas pembangunan di berbagai daerah, walaupun di tengah pandemi Covid-19. “Terima kasih kepada para Kepala Balai Regional Kalimantan II atas berbagai pembangunan oleh Kementerian PUPR yang dilaksanakan di sini,” ujarnya.

Lanjutnya, setelah pembangunan rusun Kementerian PUPR juga berencana membangun perkantoran terpadu di Banjarbaru. “Sehingga nanti kantor-kantor balai yang ada di Banjarmasin akan pindah semua ke Banjarabaru,” beber Wempi.

Di sisi lain, Kepala Balai Pelaksana Penyedia perumahan Kalimantan II Nursal menyampaikan, pembangunan rusun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ASN di lingkup Kementerian PUPR yang bertugas di Kalsel. Agar mendapatkan tempat tinggal yang layak.

“Kriteria layak adalah ketersediaan air bersih, sanitasi yang baik, kebutuhan luas bangunan standar dan kualitas struktur bangunan yang memenuhi standar kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, Erpika Ansela Surira selaku Kepala SNVT (Satuan Non Vertikal Tertentu) Penyediaan Perumahan Provinsi Kalsel menuturkan, pemilihan letak rumah susun di Kota Banjarbaru sesuai dengan kebutuhan ASN ke depannya. “Banjarbaru merupakan pusat pemerintahan provinsi Kalsel dan calon ibukota baru, selain itu ketersediaan lahan yang luas juga menjadi pertimbangan,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen Rusun ASN PUPR, Rezky Indrakusuma mengatakan, kontrak kerja pembangunan rusun dengan pihak ketiga sudah dilaksanakan sejak 5 Oktober 2020 tadi dengan nilai Rp64,9 miliar.

“Pelaksana pekerjaan adalah PR Citra Prasasti Konsorindo KSO PT Cipta Vera Mandiri, sementara konsultan PT Virama Karya (Persero) Cabang Kalimantan,” paparnya.

Proyek sendiri dikerjakan dengan sistem multiyears, mulai 2020 hingga 2021 mendatang. Bangunan rusun terdiri dari 8 lantai, dengan 92 unit ruangan bertipe 45. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/