alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Tanggapi Hasil Survei, Paslon Banjarbaru Berbeda Sikap

BANJARBARU – Hasil survei Charta Politika Indonesia terhadap Pilkada Banjarbaru 2020 ditanggapi beragam oleh pasangan calon yang berlaga di pentas politik tahun ini. Aditya Mufti Arifin – Wartono secara terbuka mempertanyakan hasil survei itu. Iskandar-Iwansyah menyikapinya dengan santai. Sedangkan Haji Martinus-Jaya mengaku bersyukur.

Dari hasil survei tanggal 8-13 Oktober itu, disebutkan elektabilitas paslon Haji Martinus-Jaya mengungguli dua paslon lain, Iskandar-Iwansyah dan Aditya-Wartono. Peneliti Charta Politika Nachrudin mengklaim hasil survei menggunakan metode ilmiah dalam pengumpulan data dan sebagai gambaran terkait dinamika politik di kota ini.

Jika mengacu pada hasil survei yang dirilis, elektabilitas Haji Martinus-Jaya (HMJ) meraih 42,3 persen, Iskandar-Iwansyah 15,2 persen, selisih sedikit dengan Aditya-Wartono yang mendapat 15,0 persen.

Bagaimana respons para paslon terkait hasil survei itu? Aditya angkat bicara. Ia menyerahkan penilaian kepada warga Banjarbaru. Tetapi, juga mempertanyakan apa yang telah dirilis lembaga survei tersebut.

Sepengetahuan Aditya, Charta Politika sebelumnya juga pernah melakukan survei, beberapa bulan lalu. Tetapi, hasilnya yang dirilis sekarang jauh berbeda. “Silakan pertanyakan ke Charta Politika, karena survei sebelumnya berbeda. Jadi, masyarakat bisa merasakan keadaan situasi politik di Banjarbaru,” jawab tandem Wartono ini.

Aditya mencontohkan hasil survei Charta Politika periode Maret 2020 lalu. Ketika ia masih berpasangan dengan Iwansyah. Sedangkan Darmawan Jaya berpasangan dengan mendiang Nadjmi Adhani. Saat itu hasil elektabilitas tokoh, antara ia dengan Nadjmi tidak terpaut jauh. Bahkan, dibanding dengan Darmawan Jaya, poinnya lebih tinggi.

“Pada intinya kita tetap akan semangat bekerja, meski hasil survei begitu. Jadi, mungkin Charta Politika bisa membaca hasil survei yang dilakukan mereka sendiri, beberapa bulan lalu,” tegasnya.

Aditya juga berjanji akan merilis hasil survei yang dinilainya kredibel. “Tunggu saja,” pungkasnya.

Tanggapan santai muncul dari pasangan Iskandar-Iwansyah. Melalui ketua tim pemenangan, Soegeng Soesanto, hasil survei dari versi Charta Politika tersebut sudah mereka ketahui. Menurutnya, hasil survei itu sudah cukup bagus.

Pandangan itu, lantaran paslon mereka baru deklarasi menjelang tahap pendaftaran. Sedangkankan pasangan lain sudah begitu lama melakukan sosialisasi. “Kalau kita komparasi waktu sosialisasi, justru ini bagus untuk langkah awal kami. Dalam waktu singkat meraih poin seperti dirilis Charta Politika. Ini menjadi penyemangat seluruh tim untuk terus memaksimalkan ikhtiar,” ucapnya.

Sebab itu, ia optimistis bisa mengejar ketertinggalan dan akan mengungguli paslon lain sampai menjelang hari H nanti. “Insya Allah kami bisa unggul,” tandasnya.

Sementara pasangan HMJ melalui Darmawan Jaya, mengaku bersyukur atas angka tersebut. Namun ia memastikan ini tak membuat mereka terbuai dalam menghadapi pilkada. “Kita bersyukur atas hasil survei yang menggambarkan apresiasi dan simpati dari masyarakat kepada pasangan HMJ. Ini menambah semangat kita,” ucapnya, kemarin.

Bagi Jaya, pihaknya tak pernah mematok target dari survei yang dikakukan. Ia percaya bahwa hasil survei yang dilakukan tidak subjektif dan menggunakan metode ilmiah. “Sebelum hasil survei keluar, kita tidak memperkirakan atau menarget di posisi mana. Namun memang kita merasa optimistis mendapatkan dukungan besar masyarakat,” tegasnya. (rvn/ema)

BANJARBARU – Hasil survei Charta Politika Indonesia terhadap Pilkada Banjarbaru 2020 ditanggapi beragam oleh pasangan calon yang berlaga di pentas politik tahun ini. Aditya Mufti Arifin – Wartono secara terbuka mempertanyakan hasil survei itu. Iskandar-Iwansyah menyikapinya dengan santai. Sedangkan Haji Martinus-Jaya mengaku bersyukur.

Dari hasil survei tanggal 8-13 Oktober itu, disebutkan elektabilitas paslon Haji Martinus-Jaya mengungguli dua paslon lain, Iskandar-Iwansyah dan Aditya-Wartono. Peneliti Charta Politika Nachrudin mengklaim hasil survei menggunakan metode ilmiah dalam pengumpulan data dan sebagai gambaran terkait dinamika politik di kota ini.

Jika mengacu pada hasil survei yang dirilis, elektabilitas Haji Martinus-Jaya (HMJ) meraih 42,3 persen, Iskandar-Iwansyah 15,2 persen, selisih sedikit dengan Aditya-Wartono yang mendapat 15,0 persen.

Bagaimana respons para paslon terkait hasil survei itu? Aditya angkat bicara. Ia menyerahkan penilaian kepada warga Banjarbaru. Tetapi, juga mempertanyakan apa yang telah dirilis lembaga survei tersebut.

Sepengetahuan Aditya, Charta Politika sebelumnya juga pernah melakukan survei, beberapa bulan lalu. Tetapi, hasilnya yang dirilis sekarang jauh berbeda. “Silakan pertanyakan ke Charta Politika, karena survei sebelumnya berbeda. Jadi, masyarakat bisa merasakan keadaan situasi politik di Banjarbaru,” jawab tandem Wartono ini.

Aditya mencontohkan hasil survei Charta Politika periode Maret 2020 lalu. Ketika ia masih berpasangan dengan Iwansyah. Sedangkan Darmawan Jaya berpasangan dengan mendiang Nadjmi Adhani. Saat itu hasil elektabilitas tokoh, antara ia dengan Nadjmi tidak terpaut jauh. Bahkan, dibanding dengan Darmawan Jaya, poinnya lebih tinggi.

“Pada intinya kita tetap akan semangat bekerja, meski hasil survei begitu. Jadi, mungkin Charta Politika bisa membaca hasil survei yang dilakukan mereka sendiri, beberapa bulan lalu,” tegasnya.

Aditya juga berjanji akan merilis hasil survei yang dinilainya kredibel. “Tunggu saja,” pungkasnya.

Tanggapan santai muncul dari pasangan Iskandar-Iwansyah. Melalui ketua tim pemenangan, Soegeng Soesanto, hasil survei dari versi Charta Politika tersebut sudah mereka ketahui. Menurutnya, hasil survei itu sudah cukup bagus.

Pandangan itu, lantaran paslon mereka baru deklarasi menjelang tahap pendaftaran. Sedangkankan pasangan lain sudah begitu lama melakukan sosialisasi. “Kalau kita komparasi waktu sosialisasi, justru ini bagus untuk langkah awal kami. Dalam waktu singkat meraih poin seperti dirilis Charta Politika. Ini menjadi penyemangat seluruh tim untuk terus memaksimalkan ikhtiar,” ucapnya.

Sebab itu, ia optimistis bisa mengejar ketertinggalan dan akan mengungguli paslon lain sampai menjelang hari H nanti. “Insya Allah kami bisa unggul,” tandasnya.

Sementara pasangan HMJ melalui Darmawan Jaya, mengaku bersyukur atas angka tersebut. Namun ia memastikan ini tak membuat mereka terbuai dalam menghadapi pilkada. “Kita bersyukur atas hasil survei yang menggambarkan apresiasi dan simpati dari masyarakat kepada pasangan HMJ. Ini menambah semangat kita,” ucapnya, kemarin.

Bagi Jaya, pihaknya tak pernah mematok target dari survei yang dikakukan. Ia percaya bahwa hasil survei yang dilakukan tidak subjektif dan menggunakan metode ilmiah. “Sebelum hasil survei keluar, kita tidak memperkirakan atau menarget di posisi mana. Namun memang kita merasa optimistis mendapatkan dukungan besar masyarakat,” tegasnya. (rvn/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/