alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Gegerkan S Parman, Sebelumnya Yadi Memang Terlihat Kurang Sehat

BANJARMASIN – Masyarakat di Jalan S Parman gempar. Sesosok tubuh laki-laki terbujur kaku di kolong Jembatan Pangeran, kemarin (22/10) menjelang azan magrib.

Ternyata, jasad itu adalah Yadi, 35 tahun, penghuni kolong jembatan yang tercatat sebagai warga Antasan Kecil Barat.

Penemunya adalah Uwai, 55 tahun. Saat itu ia hendak mengantarkan makanan dan pakaian ganti untuk Yadi.

Sebenarnya, Uwai sempat ragu. Karena hari sudah gelap. Tapi dibantu Imansyah, keduanya berani memasuki kolong tersebut. Betapa kaget, karena Yadi sudah tak bernyawa.

“Kami sentuh, tak bergerak sama sekali. Mungkin baru beberapa jam meninggal dunia,” ujar Iman, 58 tahun. Kedua penemu tak melihat adanya bekas tanda kekerasan.

Yadi kerap terlihat mondar-mandir di Jalan S Parman. Dia hidup dari belas kasihan warga sekitar.

“Ibunya kabarnya masih tinggal di Handil Bakti (Kabupaten Barito Kuala). Dia sering keluyuran. Nongkrong di ritel. Tapi tak pernah mengganggu orang,” tambahnya.

Namun, Iman membenarkan, bahwa Yadi akhir-akhir ini terlihat tidak sehat. Nafsu makannya juga hilang.

Di dekat jasad, ada obat nyamuk menyala. Beserta beberapa barang miliknya. Jenazah kemudian dievakuasi oleh relawan emergency. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Masyarakat di Jalan S Parman gempar. Sesosok tubuh laki-laki terbujur kaku di kolong Jembatan Pangeran, kemarin (22/10) menjelang azan magrib.

Ternyata, jasad itu adalah Yadi, 35 tahun, penghuni kolong jembatan yang tercatat sebagai warga Antasan Kecil Barat.

Penemunya adalah Uwai, 55 tahun. Saat itu ia hendak mengantarkan makanan dan pakaian ganti untuk Yadi.

Sebenarnya, Uwai sempat ragu. Karena hari sudah gelap. Tapi dibantu Imansyah, keduanya berani memasuki kolong tersebut. Betapa kaget, karena Yadi sudah tak bernyawa.

“Kami sentuh, tak bergerak sama sekali. Mungkin baru beberapa jam meninggal dunia,” ujar Iman, 58 tahun. Kedua penemu tak melihat adanya bekas tanda kekerasan.

Yadi kerap terlihat mondar-mandir di Jalan S Parman. Dia hidup dari belas kasihan warga sekitar.

“Ibunya kabarnya masih tinggal di Handil Bakti (Kabupaten Barito Kuala). Dia sering keluyuran. Nongkrong di ritel. Tapi tak pernah mengganggu orang,” tambahnya.

Namun, Iman membenarkan, bahwa Yadi akhir-akhir ini terlihat tidak sehat. Nafsu makannya juga hilang.

Di dekat jasad, ada obat nyamuk menyala. Beserta beberapa barang miliknya. Jenazah kemudian dievakuasi oleh relawan emergency. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/