alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Warga Banyak Gunakan Aplikasi Silakas

PELAIHARI – Sejak bulan Maret, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanah Laut telah memberikan pelayanan secara online melalui aplikasi Silakas dan Whatsapp untuk mempermudah pelayanan selama masa pandemi Covid-19. Ternyata aplikasi ini sudah banyak digunakan warga.

Salah satu diantaranya adalah Sani, warga asal Kintap yang mengurus legalisir Kartu Keluarga untuk persyaratan administrasi pengambilan kredit perumahan. Sebelum datang ke Disdukcapil Sani mengaku sudah mendapatkan informasi melalui aplikasi Silakas dan Whatsapp.

“Kalau yang dilegalisir saya lihat di aplikasi Silakas tidak ada pelayanan untuk legalisir, terus saya tanya di Whatsappnya, tidak ada layanan untuk legalisir, saya tanya petugas, untuk legalisir langsung datang ke dukcapilnya, jadi saya ke sini hanya bawa yang aslinya,” ujarnya.

Kondisi tersebut selaras dengan penjelasan dari Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Norhayati, bahwa saat ini warga Tala sudah lebih banyak yang memanfaatkan pelayanan online Disdukcapil Tala. Terbukti dalam satu hari saja mampu menyelesaikan 200 dokumen. 

“Dibandingkan dengan sebelum pandemi sekarang sudah lebih banyak yang online, yang manual tinggal sedikit. Sekarang jam siang sudah sepi, kalau dulu siang tempat duduk full bahkan kurang,” ungkapnya.

Norhayati juga menjelaskan, bahwa saat ini Disdukcapil sudah bekerjasama dengan Kantor Pos, sehingga dokumen dapat diantar ke tempat pemohon.

“Saat ini kita sudah kerjasama dengan kantor pos. Di situ ada pilihan mau mengambil sendiri ke Disdukcapil, bisa mengambil di kecamatan sesuai domisili. Bisa diantar oleh kantor pos dengan biaya 10 ribu, artinya begitu mengantar langsung dibayar ke pos, bukan Disdukcapil,” pungkasnya. (ard/Diskominfo Tala/al/ram)

PELAIHARI – Sejak bulan Maret, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanah Laut telah memberikan pelayanan secara online melalui aplikasi Silakas dan Whatsapp untuk mempermudah pelayanan selama masa pandemi Covid-19. Ternyata aplikasi ini sudah banyak digunakan warga.

Salah satu diantaranya adalah Sani, warga asal Kintap yang mengurus legalisir Kartu Keluarga untuk persyaratan administrasi pengambilan kredit perumahan. Sebelum datang ke Disdukcapil Sani mengaku sudah mendapatkan informasi melalui aplikasi Silakas dan Whatsapp.

“Kalau yang dilegalisir saya lihat di aplikasi Silakas tidak ada pelayanan untuk legalisir, terus saya tanya di Whatsappnya, tidak ada layanan untuk legalisir, saya tanya petugas, untuk legalisir langsung datang ke dukcapilnya, jadi saya ke sini hanya bawa yang aslinya,” ujarnya.

Kondisi tersebut selaras dengan penjelasan dari Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Norhayati, bahwa saat ini warga Tala sudah lebih banyak yang memanfaatkan pelayanan online Disdukcapil Tala. Terbukti dalam satu hari saja mampu menyelesaikan 200 dokumen. 

“Dibandingkan dengan sebelum pandemi sekarang sudah lebih banyak yang online, yang manual tinggal sedikit. Sekarang jam siang sudah sepi, kalau dulu siang tempat duduk full bahkan kurang,” ungkapnya.

Norhayati juga menjelaskan, bahwa saat ini Disdukcapil sudah bekerjasama dengan Kantor Pos, sehingga dokumen dapat diantar ke tempat pemohon.

“Saat ini kita sudah kerjasama dengan kantor pos. Di situ ada pilihan mau mengambil sendiri ke Disdukcapil, bisa mengambil di kecamatan sesuai domisili. Bisa diantar oleh kantor pos dengan biaya 10 ribu, artinya begitu mengantar langsung dibayar ke pos, bukan Disdukcapil,” pungkasnya. (ard/Diskominfo Tala/al/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/