alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Dalam 2 Bulan, HSS alami Karhutla Seluas 26,1 Hektare

KANDANGAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tahun ini diklaim lebih sedikit, dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski lebih sedikit, siaga darurat Karhutla tahun 2020 di Kabupaten HSS tetap dilakukan sampai 30 November mendatang, walaupun saat ini dari perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Kalsel sudah memasuki musim penghujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Kesatuan Bangsa dan Politik (PB Kesbangpol) Kabupaten HSS, Roni Rusnadi menyebut dari data pihaknya. Karhutla tahun ini intensitasnya tidak semasif tahun sebelumnya. Bahkan diklaim terjadi penurunan yang signifikan.

“Alhamdulillah Karhutla tahun ini turun dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, Selasa (20/10) kemarin saat dikonfirmasi.

Badan PB Kesbangpol Kabupaten HSS merinci dari bulan Agustus sampai September tadi total ada 120 titik api, sedangkan tahun sebelumnya ada sekitar 671 titik api.

“Dari titik api tahun ini lahan yang terbakar dari bulan Agustus dan September ada seluas 26,1 hektare. Sementara tahun 2019 lahan yang terbakar seluas 235 hektare,” sebut mantan Kasatpol PP HSS ini.

Tahun ini Karhutla di Kabupaten HSS terdapat di delapan Kecamatan yaitu di Kecamatan Daha Utara, Daha Utara, Daha Barat, Padang Batung, Angkinang, Loksado, Sungai Raya dan Kalumpang.

Roni menyakini penurunan Karhutla di Kabupaten HSS tahun ini dipengaruhi beberapa faktor. Mulai dari faktor cuaca atau musim. Dimana tahun ini statusnya musim kemarau basah.

Kemudian, adanya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 Pasal 78 tentang kehutanan jika melakukan Karhutla sengaja atau tidak merupakan tindakan melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana penjara atau denda miliaran rupiah. Sampai kesiapan tim atau relawan, serta sosialisasi dan penyuluhan Karhutla kepada warga.

“Adanya peraturan ini membuat orang berpikir seribu kali melakukan pembakaran lahan,” tuturnya.

Selain faktor alam dan peraturan, penanganan Karhutla di Kabupaten HSS tahun ini lebih terkoordinasi. Semua pihak saling bahu membahu menangani Karhutla.

“Penanganan Karhutla juga terbantu heli water bombing dari pihak Provinsi. Ada sekitar 15 kali ikut memadamkan Karhutla di Kabupaten HSS,” pungkasnya. (shn/yn/bin/ema)

KANDANGAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tahun ini diklaim lebih sedikit, dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski lebih sedikit, siaga darurat Karhutla tahun 2020 di Kabupaten HSS tetap dilakukan sampai 30 November mendatang, walaupun saat ini dari perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Kalsel sudah memasuki musim penghujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Kesatuan Bangsa dan Politik (PB Kesbangpol) Kabupaten HSS, Roni Rusnadi menyebut dari data pihaknya. Karhutla tahun ini intensitasnya tidak semasif tahun sebelumnya. Bahkan diklaim terjadi penurunan yang signifikan.

“Alhamdulillah Karhutla tahun ini turun dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, Selasa (20/10) kemarin saat dikonfirmasi.

Badan PB Kesbangpol Kabupaten HSS merinci dari bulan Agustus sampai September tadi total ada 120 titik api, sedangkan tahun sebelumnya ada sekitar 671 titik api.

“Dari titik api tahun ini lahan yang terbakar dari bulan Agustus dan September ada seluas 26,1 hektare. Sementara tahun 2019 lahan yang terbakar seluas 235 hektare,” sebut mantan Kasatpol PP HSS ini.

Tahun ini Karhutla di Kabupaten HSS terdapat di delapan Kecamatan yaitu di Kecamatan Daha Utara, Daha Utara, Daha Barat, Padang Batung, Angkinang, Loksado, Sungai Raya dan Kalumpang.

Roni menyakini penurunan Karhutla di Kabupaten HSS tahun ini dipengaruhi beberapa faktor. Mulai dari faktor cuaca atau musim. Dimana tahun ini statusnya musim kemarau basah.

Kemudian, adanya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 Pasal 78 tentang kehutanan jika melakukan Karhutla sengaja atau tidak merupakan tindakan melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana penjara atau denda miliaran rupiah. Sampai kesiapan tim atau relawan, serta sosialisasi dan penyuluhan Karhutla kepada warga.

“Adanya peraturan ini membuat orang berpikir seribu kali melakukan pembakaran lahan,” tuturnya.

Selain faktor alam dan peraturan, penanganan Karhutla di Kabupaten HSS tahun ini lebih terkoordinasi. Semua pihak saling bahu membahu menangani Karhutla.

“Penanganan Karhutla juga terbantu heli water bombing dari pihak Provinsi. Ada sekitar 15 kali ikut memadamkan Karhutla di Kabupaten HSS,” pungkasnya. (shn/yn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/