alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Mahasiswa Demo akan Dilacak

BANJARMASIN – Angka kasus Covid-19 di Kalsel diklaim terus mengalami penurunan. Capaian ini sesuai prediksi Gugus Tugas Covid-19 Kalsel sebelumnya, yakni kasus turun pada bulan Oktober seiring masifnya penanganan sebelumnya. 

Meski demikian, Gugus Tugas Covid-19 Kalsel mewanti-wanti agar warga tak terlena. Pasalnya, sedikit saja menghiraukan protokol kesehatan, angka kasus bisa melonjak. “Harus tetap disiplin, gelombang penularan selanjutnya bisa saja terjadi,” sebut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Muslim.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu juga menyebut, saat ini belum bisa disebut gelombang pertama penularan Covid-19 di Kalsel tuntas. Pasalnya, meski trennya menurun, namun kasus aktif masih cukup tinggi. “Ini masih gelombang pertama, hanya kasusnya saja sudah mulai mengalami penurunan yang signifikan,” sebutnya.

Penurunan kasus di Kalsel saat ini tambahnya, dampak dari masifnya upaya promotif dan preventif yang gencar dilakukan sebelumnya. Pelaksanaan giat operasi protokol kesehatan yang gencar dilakukan oleh aparat gabungan sebut Muslim, adalah faktor utama menurunnya kasus corona di Kalsel.

Muslim mengakui, saat ini kesadaran masyarakat untuk memakai masker sudah sangat disiplin. Akan tetapi, untuk protokol kesehatan lain, seperti kerumunan sebutnya masih terjadi. Terlebih, even Pilkada yang saat ini tengah berlangsung. “Kekhawatiran kami penularan akan kembali tinggi akan terjadi saat tak diterapkannya protokol kesehatan secara ketat saat tahapan Pilkada,” imbuhnya.

Sementara itu, pihaknya belum menerima hasil kajian dari pakar gugus tugas prediksi gelombang kedua penularan kasus Covid-19 di Kalsel. “Kami masih menunggu laporannya. Memang ada kajian analisa gelombang penularan kembali,” terang Muslim.

Belum diberikannya hasil kajian dan analisa gelombang penularan lanjutan kasus Covid-19 di Kalsel dibenarkan oleh salah satu pakar Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Anshar. Menurutnya, draf tengah disiapkan pihaknya. “Cuma ada beberapa pekerjaan yang deadlinenya cepat, sehingga menghambat penyelesaian drafnya,” terangnya kemarin.

Gugus Tugas Covid-19 Kalsel juga akan melakukan tracking kepada mahasiswa yang melakukan aksi demo beberapa waktu lalu di DPRD Kalsel. Pasalnya, jumlah massa yang kala itu mencapai ribuan sangat berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

Kerumunan massa kala itu tak bisa diindahkan, protokol kesehatan pun tak bisa lagi diterapkan. “Gugus Tugas Covid-19 Kalsel sudah rapat soal ini. Akan ada tracking yang harus dilakukan demi mencegah penularan,” beber juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Muslim. (mof/ema)

BANJARMASIN – Angka kasus Covid-19 di Kalsel diklaim terus mengalami penurunan. Capaian ini sesuai prediksi Gugus Tugas Covid-19 Kalsel sebelumnya, yakni kasus turun pada bulan Oktober seiring masifnya penanganan sebelumnya. 

Meski demikian, Gugus Tugas Covid-19 Kalsel mewanti-wanti agar warga tak terlena. Pasalnya, sedikit saja menghiraukan protokol kesehatan, angka kasus bisa melonjak. “Harus tetap disiplin, gelombang penularan selanjutnya bisa saja terjadi,” sebut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Muslim.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu juga menyebut, saat ini belum bisa disebut gelombang pertama penularan Covid-19 di Kalsel tuntas. Pasalnya, meski trennya menurun, namun kasus aktif masih cukup tinggi. “Ini masih gelombang pertama, hanya kasusnya saja sudah mulai mengalami penurunan yang signifikan,” sebutnya.

Penurunan kasus di Kalsel saat ini tambahnya, dampak dari masifnya upaya promotif dan preventif yang gencar dilakukan sebelumnya. Pelaksanaan giat operasi protokol kesehatan yang gencar dilakukan oleh aparat gabungan sebut Muslim, adalah faktor utama menurunnya kasus corona di Kalsel.

Muslim mengakui, saat ini kesadaran masyarakat untuk memakai masker sudah sangat disiplin. Akan tetapi, untuk protokol kesehatan lain, seperti kerumunan sebutnya masih terjadi. Terlebih, even Pilkada yang saat ini tengah berlangsung. “Kekhawatiran kami penularan akan kembali tinggi akan terjadi saat tak diterapkannya protokol kesehatan secara ketat saat tahapan Pilkada,” imbuhnya.

Sementara itu, pihaknya belum menerima hasil kajian dari pakar gugus tugas prediksi gelombang kedua penularan kasus Covid-19 di Kalsel. “Kami masih menunggu laporannya. Memang ada kajian analisa gelombang penularan kembali,” terang Muslim.

Belum diberikannya hasil kajian dan analisa gelombang penularan lanjutan kasus Covid-19 di Kalsel dibenarkan oleh salah satu pakar Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Anshar. Menurutnya, draf tengah disiapkan pihaknya. “Cuma ada beberapa pekerjaan yang deadlinenya cepat, sehingga menghambat penyelesaian drafnya,” terangnya kemarin.

Gugus Tugas Covid-19 Kalsel juga akan melakukan tracking kepada mahasiswa yang melakukan aksi demo beberapa waktu lalu di DPRD Kalsel. Pasalnya, jumlah massa yang kala itu mencapai ribuan sangat berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

Kerumunan massa kala itu tak bisa diindahkan, protokol kesehatan pun tak bisa lagi diterapkan. “Gugus Tugas Covid-19 Kalsel sudah rapat soal ini. Akan ada tracking yang harus dilakukan demi mencegah penularan,” beber juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, Muslim. (mof/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/