alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Tak Perlu Gelisah, MFC Lebih Pikirkan Lawan Uji Coba

SIDOARJO – Tim-tim Liga 1 maupun Liga 2 gelisah menunggu kepastian lanjutan kompetisi. Martapura FC justru memilih fokus pada persiapan tim saja.

Pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae tidak mau terlalu ikut campur soal keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). “Kami manut saja apapun keputusan dari PSSI dan PT Liga, baik itu kompetisi digelar November 2020 atau ditunda,” kata legenda Barito Putera ini dengan nada santai.

Menurut Frans, tim Macan Gaib tidak akan ikut terlalu dalam memberikan komentar soal ditunda atau tidaknya kompetisi Liga 2 2020. “Kalau liga dilanjutkan, syukur. Kalau tidak, kami pun tidak masalah,” tambah pelatih berusia 56 tahun kelahiran Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara itu.

Terpenting tim tetap fokus persiapan saja. Saat Liga 2 benar-benar digelar, Laskar Sultan Adam sudah sangat siap.

Tidak hanya latihan di Sidoarjo Jawa Timur saja. Frans mengatur laga uji coba dengan klub-klub Liga 1. “Kalau saya lebih baik berpikir siapa lawan uji coba selanjutnya saja, daripada (memikirkan, Red) soal kepastian kompetisi. Menang kalah dari tim Liga 1 itu biasa. Yang penting pemain bisa mendapat pengalaman,” tegasnya.

Frans menambahkan hendaknya PSSI dan PT LIB melihat bagaimana tim-tim yang uji coba. Mereka sangat sukses menggelar laga dengan aturan ketat protokol kesehatan. “Contoh laga-laga uji coba jika akan menggelar kompetisi,” pesannya.(bir/gr/dye/ema)

SIDOARJO – Tim-tim Liga 1 maupun Liga 2 gelisah menunggu kepastian lanjutan kompetisi. Martapura FC justru memilih fokus pada persiapan tim saja.

Pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae tidak mau terlalu ikut campur soal keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). “Kami manut saja apapun keputusan dari PSSI dan PT Liga, baik itu kompetisi digelar November 2020 atau ditunda,” kata legenda Barito Putera ini dengan nada santai.

Menurut Frans, tim Macan Gaib tidak akan ikut terlalu dalam memberikan komentar soal ditunda atau tidaknya kompetisi Liga 2 2020. “Kalau liga dilanjutkan, syukur. Kalau tidak, kami pun tidak masalah,” tambah pelatih berusia 56 tahun kelahiran Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara itu.

Terpenting tim tetap fokus persiapan saja. Saat Liga 2 benar-benar digelar, Laskar Sultan Adam sudah sangat siap.

Tidak hanya latihan di Sidoarjo Jawa Timur saja. Frans mengatur laga uji coba dengan klub-klub Liga 1. “Kalau saya lebih baik berpikir siapa lawan uji coba selanjutnya saja, daripada (memikirkan, Red) soal kepastian kompetisi. Menang kalah dari tim Liga 1 itu biasa. Yang penting pemain bisa mendapat pengalaman,” tegasnya.

Frans menambahkan hendaknya PSSI dan PT LIB melihat bagaimana tim-tim yang uji coba. Mereka sangat sukses menggelar laga dengan aturan ketat protokol kesehatan. “Contoh laga-laga uji coba jika akan menggelar kompetisi,” pesannya.(bir/gr/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/