alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Memelihara Eksistensi Budaya Adat Dayak

BATULICIN – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber daya Manusia Tanah Bumbu Anwar Salujang menghadiri Pesta Adat Budaya Dayak di Gunung Sawaan Desa Gunung Besar Kecamatan Simpang Empat, Kamis (15/10).  Acara pesta budaya adat tersebut diikuti seluruh warga Dayak se-Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Dalam sambutannya, Ketua FIDN Tanah Bumbu Mentikai mengucapkan terima kasih atas kehadiran Staf Ahli Bupati. Mentikai menjelaskan, kegiatan pesta budaya adat yang dilaksanakan tetap memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan.

Selain itu Mentikai berharap kegiatan pesta budaya adat ini tetap terus dilaksanakan, sehingga dapat melestarikan adat budaya yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.

Sementara itu Ketua Damang Tanah Bumbu, Abdul Karim mengajak seluruh warga Dayak untuk turut serta menyukseskan Pilkada dengan tidak melakukan golput dan mempersilahkan memilih sesuai dengan pilihan masing-masing.

Ketua Damang juga meminta kepada pemerintah daerah agar membuatkan Perda terkait lembaga adat agar memiliki payung hukum, baik itu lembaga adat yang ada di tingkat desa hingga kabupaten.

Bupati Tanbu H Sudian Noor dalam sambutannya yang disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Anwar Salujang mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyambut gembira dengan dilaksanakannya Pesta Budaya Adat Dayak itu.

“Karena disamping menjadi ruang dan sarana untuk mengenalkan kekayaan Budaya Adat Dayak, juga menjadi gerakan untuk memelihara eksistensi Budaya Adat Dayak, yang memang semestinya kita pelihara. Sebab Budaya Adat Dayak tidak hanya kaya dengan jenis dan bentuknya, tetapi memiliki kebermaknaan dari berbagai sisi kehidupan manusia,” jelasnya.

Oleh karena itu lanjutnya, sebagai warisan leluhur seni budaya daerah yang sarat akan kearifan lokal, Budaya Adat Dayak hendaknya tidak saja dapat dijaga dan lestarikan, akan tetapi harus mampu terus berkembang agar dapat lebih dikenal dan diketahui oleh masyarakat luas.

“Sehingga mampu menjadi ikon seni budaya di daerah ini, dan menjadi bagian dari upaya peningkatan bidang kepariwisataan dan perekonomian di Bumi Bersujud,” tutupnya. (kry/ram/ema)

BATULICIN – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber daya Manusia Tanah Bumbu Anwar Salujang menghadiri Pesta Adat Budaya Dayak di Gunung Sawaan Desa Gunung Besar Kecamatan Simpang Empat, Kamis (15/10).  Acara pesta budaya adat tersebut diikuti seluruh warga Dayak se-Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Dalam sambutannya, Ketua FIDN Tanah Bumbu Mentikai mengucapkan terima kasih atas kehadiran Staf Ahli Bupati. Mentikai menjelaskan, kegiatan pesta budaya adat yang dilaksanakan tetap memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan.

Selain itu Mentikai berharap kegiatan pesta budaya adat ini tetap terus dilaksanakan, sehingga dapat melestarikan adat budaya yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.

Sementara itu Ketua Damang Tanah Bumbu, Abdul Karim mengajak seluruh warga Dayak untuk turut serta menyukseskan Pilkada dengan tidak melakukan golput dan mempersilahkan memilih sesuai dengan pilihan masing-masing.

Ketua Damang juga meminta kepada pemerintah daerah agar membuatkan Perda terkait lembaga adat agar memiliki payung hukum, baik itu lembaga adat yang ada di tingkat desa hingga kabupaten.

Bupati Tanbu H Sudian Noor dalam sambutannya yang disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Anwar Salujang mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyambut gembira dengan dilaksanakannya Pesta Budaya Adat Dayak itu.

“Karena disamping menjadi ruang dan sarana untuk mengenalkan kekayaan Budaya Adat Dayak, juga menjadi gerakan untuk memelihara eksistensi Budaya Adat Dayak, yang memang semestinya kita pelihara. Sebab Budaya Adat Dayak tidak hanya kaya dengan jenis dan bentuknya, tetapi memiliki kebermaknaan dari berbagai sisi kehidupan manusia,” jelasnya.

Oleh karena itu lanjutnya, sebagai warisan leluhur seni budaya daerah yang sarat akan kearifan lokal, Budaya Adat Dayak hendaknya tidak saja dapat dijaga dan lestarikan, akan tetapi harus mampu terus berkembang agar dapat lebih dikenal dan diketahui oleh masyarakat luas.

“Sehingga mampu menjadi ikon seni budaya di daerah ini, dan menjadi bagian dari upaya peningkatan bidang kepariwisataan dan perekonomian di Bumi Bersujud,” tutupnya. (kry/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/