alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

UMKM Banjarbaru Merasa Sangat Diperhatikan

BANJARBARU – Kepeduian Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap sektor UMKM patut diacungi jempol. Di era kepemimpinan Nadjmi-Jaya, kurang lebih lima tahun terakhir ini, sektor UMKM masih bisa bertahan. Kendati diterpa Covid-19.

Hal ini Karena respon cepat kepala daerah yang mampu mendongkrak kembali lesunya sektor UMKM ini. Sebut saja seperti pemberdayaan UMKM dalam penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, faceshield dan lainnya.

Seperti diungkapkan Ketua Kelompok Pengrajin Purun Al Firdaus Siti Mariyana, selama alm Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru, UMKM di Banjarbaru semakin berkembang.

“UMKM sangat diperhatikan. Bantuan-bantuan disalurkan. Apalagi di saat Covid-19, UMKM dilibatkan dalam produksi masker sehingga sangat membantu UMKM untuk terus bertahan,” ujar Acil Siti (sapaan akrabnya, red).

Sektor UMKM juga didukung dengan hadirnya kampung-kampung tematik baru di Kota Idaman. Serta hadirnya sejumlah ikon baru yang menarik wisatawan ke Banjarbaru. Seperti diungkapkan Pemilik Kedai Mama 4D Eka Ermita, sektor wisata sangat mempengaruhi kesejahteraan UMKM.

“Selama 5 tahun memimpin, pak Nadjmi-Jaya, sangat intens memperhatikan keberadaan para pelaku UMKM. Kampung-kampung tematik seperti Purun, Pelangi, Sayur, Pejabat, Sultan dan lainnya bisa menarik wisatawan. Sehingga UMKM pun bisa terus tumbuh,” ujarnya.

Selama delapan tahun Eka menggeluti UMKM, di era Nadjmi-Jaya pertumbuhan pelaku UMKM sangat signifikan. Seperti yang ia rasakan, Kedai Mama4D tahun 2018 lalu sudah mendapatkan Sertifikat Halal dari BPOM dan PIRT (surat ijin usaha) dari Dinas Kesehatan.

“Semua gratis tidak bayar sepeserpun. Kita juga sering mendapatkan pelatihan di Dinas Koperasi atau pelatihan di Rumah Kreatif Banjarbaru (PLUT RKB). Biasanya pak Rizla (Koordinator PLUT) yang aktif juga menginfokan ke kami,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Pengrajin Sasirangan Bordir Hj Imay, Nisa NDF. Selama kepemimpinan Nadjmi-Jaya, UMKM di Banjarbaru tertama di Cempaka lebih maju dan berkembang. Pelaku UMKM ungkap putri Hj Imay itu, selalu diajak mengikuti pameran, baik di dalam maupun kota.

“Beliau juga selalu mengarahkan para tamu dari dalam kota maupun luar kota untuk berkunjung ke beberapa tempat UKM Banjarbaru. Beliau juga sering mengenalkan produk Banjarbaru, contohnya sasirangan border,” ucapnya.

Berkat usaha Nadjmi-Jaya, sasirangan bordir di Cempaka semakin eksis dan maju pesat. Tahun 2019 lalu, sebelum Covid, pesanan sasirangan bordir atau tanpa bordir sampai kewalahan. Bahkan Sandiaga Uno dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pernah berkunjung ke tempatnya. “Menurut ulun sidin berdua (Nadjmi-Jaya) liwar berjasanya gasan bebuhan UMKM,” pungkasnya.

Terpisah, Owner Abba Cokelat Bobby sangat mengapresiasi kinerja Nadjmi-Jaya selama memimpin Kota Banjarbaru lima tahun terakhir. Sebagai UKM yang membuat produk oleh-oleh yang berciri khas daerah, ia mengaku sering mengalami kesulitan untuk memperkenalkan produk ke dunia perhotelan.

Hampir semua sample produk yang dikirimkan, biasanya hanya terhenti di security, atau resepsionis, atau paling jauh sampai manager purchasing. Mereka biasanya beralasan belum ada respon dari pemilik hotel atau kantor pusat.

“Alhamdulillah, di awal-awal kepemimpinannya, pak Wali dan wawali membuat terobosan dengan menyelenggarakan pertemuan silaturahmi yang diantaranya mempertemukan UKM Banjarbaru dengan para pemilik hotel. Disanalah kesempatan kami berinteraksi langsung. Alhamdulillah produk-produk kami sangat dihargai sehingga terjalin kerjasama pemasaran sampai sekarang ini,” ujarnya.

 

Iklim Usaha Kondusif, UMKM Akui Nyaman Berusaha di Banjarbaru

SEMENTARA ITU – Iklim dunia usaha di Banjarbaru dirasakan sangat kondusif. Banyak bermunculan UMKM di Kota Idaman dengan ide-ide yang segar. Hal ini diungkapkan langsung Owner Anakkayu Irfani Adi Siswanto.

Mnenurutnya, iklim dunia usaha di era kepemimpin Nadjmi Jaya terutama sektor UMKM sangat kondusif. Selama lima tahun terakhir ini, masa muncul dan lahirnya banyak UMKM di Banjarbaru.

“Saya merasakan banyak temen-temen di bisnis UMKM baik food dan fashion. Banyak sekali muncul UMKM dengan ide-ide segar. Termasuk Anakkayu 3 tahun ini, sudah memiliki pelanggan yang tetap,” ujarnya. 

Menurutnya, pelaku UMKM di Kota Idaman sangat dimudahkan dalam berusaha. Baik perizinan maupun fasilitasi wadah atau komunitas. Sehingga pelaku UMKM saling menjaga, memberi masukan dan menasehati dengan produk yang dilahirkan.

“Dukungan banyak sekali. Kami dibuatkan event pameran, bazar, pertemuan UMKM. Salah satunya tahun 2019 kemarin, kami anakkayu diusulkan pak Wakil, melalui Disdag Banjarbaru untuk ikut Inacraft yang menjadi wadah kesenian dan kerajinan Indonesia,” ujarnya.

Dari ajang nasional bergengsi tesebut, Anakkayu go nasional dan internasional. Karena tak hanya warga Indonesia yang berkunjung namun juga mancanegara. Anakkayu juga pernah mendapatkan kehormatan mengikuti Indonesia Festival di Seoul.

“Kami sangat respect dengan pak Wali dan pak Wakil. Sangat berterimakasih sekali. Banyak sekali dukungan, bahkan kami yang hampir lupa. Beliau-beliau sering diskusi di workshop kami,” ujarnya.
Irfann berharap, semangat kepala daerah terhadap UMKM di Kota Banjarbaru terus ditingkatkan. Tidak kendor dan tidak berkurang kecintaan Walikota maupun Wakil Walikota Banjarbaru terutama yang terpilih nantinya untuk memimpin Banjarbaru ke depan.

“Harapan kami tidak berkurang, justru semakin dekat sama kita para UMKM. Agar tujuan bersama memajukan Banjarbaru ini tercapai. Semoga tidak kendor, dan semakin bersahabat dengan kita,” ujarnya. (adv/mat/ema)

BANJARBARU – Kepeduian Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap sektor UMKM patut diacungi jempol. Di era kepemimpinan Nadjmi-Jaya, kurang lebih lima tahun terakhir ini, sektor UMKM masih bisa bertahan. Kendati diterpa Covid-19.

Hal ini Karena respon cepat kepala daerah yang mampu mendongkrak kembali lesunya sektor UMKM ini. Sebut saja seperti pemberdayaan UMKM dalam penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, faceshield dan lainnya.

Seperti diungkapkan Ketua Kelompok Pengrajin Purun Al Firdaus Siti Mariyana, selama alm Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru, UMKM di Banjarbaru semakin berkembang.

“UMKM sangat diperhatikan. Bantuan-bantuan disalurkan. Apalagi di saat Covid-19, UMKM dilibatkan dalam produksi masker sehingga sangat membantu UMKM untuk terus bertahan,” ujar Acil Siti (sapaan akrabnya, red).

Sektor UMKM juga didukung dengan hadirnya kampung-kampung tematik baru di Kota Idaman. Serta hadirnya sejumlah ikon baru yang menarik wisatawan ke Banjarbaru. Seperti diungkapkan Pemilik Kedai Mama 4D Eka Ermita, sektor wisata sangat mempengaruhi kesejahteraan UMKM.

“Selama 5 tahun memimpin, pak Nadjmi-Jaya, sangat intens memperhatikan keberadaan para pelaku UMKM. Kampung-kampung tematik seperti Purun, Pelangi, Sayur, Pejabat, Sultan dan lainnya bisa menarik wisatawan. Sehingga UMKM pun bisa terus tumbuh,” ujarnya.

Selama delapan tahun Eka menggeluti UMKM, di era Nadjmi-Jaya pertumbuhan pelaku UMKM sangat signifikan. Seperti yang ia rasakan, Kedai Mama4D tahun 2018 lalu sudah mendapatkan Sertifikat Halal dari BPOM dan PIRT (surat ijin usaha) dari Dinas Kesehatan.

“Semua gratis tidak bayar sepeserpun. Kita juga sering mendapatkan pelatihan di Dinas Koperasi atau pelatihan di Rumah Kreatif Banjarbaru (PLUT RKB). Biasanya pak Rizla (Koordinator PLUT) yang aktif juga menginfokan ke kami,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Pengrajin Sasirangan Bordir Hj Imay, Nisa NDF. Selama kepemimpinan Nadjmi-Jaya, UMKM di Banjarbaru tertama di Cempaka lebih maju dan berkembang. Pelaku UMKM ungkap putri Hj Imay itu, selalu diajak mengikuti pameran, baik di dalam maupun kota.

“Beliau juga selalu mengarahkan para tamu dari dalam kota maupun luar kota untuk berkunjung ke beberapa tempat UKM Banjarbaru. Beliau juga sering mengenalkan produk Banjarbaru, contohnya sasirangan border,” ucapnya.

Berkat usaha Nadjmi-Jaya, sasirangan bordir di Cempaka semakin eksis dan maju pesat. Tahun 2019 lalu, sebelum Covid, pesanan sasirangan bordir atau tanpa bordir sampai kewalahan. Bahkan Sandiaga Uno dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pernah berkunjung ke tempatnya. “Menurut ulun sidin berdua (Nadjmi-Jaya) liwar berjasanya gasan bebuhan UMKM,” pungkasnya.

Terpisah, Owner Abba Cokelat Bobby sangat mengapresiasi kinerja Nadjmi-Jaya selama memimpin Kota Banjarbaru lima tahun terakhir. Sebagai UKM yang membuat produk oleh-oleh yang berciri khas daerah, ia mengaku sering mengalami kesulitan untuk memperkenalkan produk ke dunia perhotelan.

Hampir semua sample produk yang dikirimkan, biasanya hanya terhenti di security, atau resepsionis, atau paling jauh sampai manager purchasing. Mereka biasanya beralasan belum ada respon dari pemilik hotel atau kantor pusat.

“Alhamdulillah, di awal-awal kepemimpinannya, pak Wali dan wawali membuat terobosan dengan menyelenggarakan pertemuan silaturahmi yang diantaranya mempertemukan UKM Banjarbaru dengan para pemilik hotel. Disanalah kesempatan kami berinteraksi langsung. Alhamdulillah produk-produk kami sangat dihargai sehingga terjalin kerjasama pemasaran sampai sekarang ini,” ujarnya.

 

Iklim Usaha Kondusif, UMKM Akui Nyaman Berusaha di Banjarbaru

SEMENTARA ITU – Iklim dunia usaha di Banjarbaru dirasakan sangat kondusif. Banyak bermunculan UMKM di Kota Idaman dengan ide-ide yang segar. Hal ini diungkapkan langsung Owner Anakkayu Irfani Adi Siswanto.

Mnenurutnya, iklim dunia usaha di era kepemimpin Nadjmi Jaya terutama sektor UMKM sangat kondusif. Selama lima tahun terakhir ini, masa muncul dan lahirnya banyak UMKM di Banjarbaru.

“Saya merasakan banyak temen-temen di bisnis UMKM baik food dan fashion. Banyak sekali muncul UMKM dengan ide-ide segar. Termasuk Anakkayu 3 tahun ini, sudah memiliki pelanggan yang tetap,” ujarnya. 

Menurutnya, pelaku UMKM di Kota Idaman sangat dimudahkan dalam berusaha. Baik perizinan maupun fasilitasi wadah atau komunitas. Sehingga pelaku UMKM saling menjaga, memberi masukan dan menasehati dengan produk yang dilahirkan.

“Dukungan banyak sekali. Kami dibuatkan event pameran, bazar, pertemuan UMKM. Salah satunya tahun 2019 kemarin, kami anakkayu diusulkan pak Wakil, melalui Disdag Banjarbaru untuk ikut Inacraft yang menjadi wadah kesenian dan kerajinan Indonesia,” ujarnya.

Dari ajang nasional bergengsi tesebut, Anakkayu go nasional dan internasional. Karena tak hanya warga Indonesia yang berkunjung namun juga mancanegara. Anakkayu juga pernah mendapatkan kehormatan mengikuti Indonesia Festival di Seoul.

“Kami sangat respect dengan pak Wali dan pak Wakil. Sangat berterimakasih sekali. Banyak sekali dukungan, bahkan kami yang hampir lupa. Beliau-beliau sering diskusi di workshop kami,” ujarnya.
Irfann berharap, semangat kepala daerah terhadap UMKM di Kota Banjarbaru terus ditingkatkan. Tidak kendor dan tidak berkurang kecintaan Walikota maupun Wakil Walikota Banjarbaru terutama yang terpilih nantinya untuk memimpin Banjarbaru ke depan.

“Harapan kami tidak berkurang, justru semakin dekat sama kita para UMKM. Agar tujuan bersama memajukan Banjarbaru ini tercapai. Semoga tidak kendor, dan semakin bersahabat dengan kita,” ujarnya. (adv/mat/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/