alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

TOK..! DPT Pilkada Banjarbaru 167.672, Suara Terbesar di Landasan Ulin

BANJARBARU – Setelah berproses beberapa tahapan. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Banjarbaru untuk Pilkada 2020 telah diplenokan oleh KPU Banjarbaru.

Dari hasil pleno terbuka KPU Banjarbaru. Total DPT untuk Pilkada Kota Banjarbaru tanggal 9 Desember nanti berjumlah 167.672 pemilih. Rapat pleno sendiri turut dihadiri oleh Bawaslu Kota Banjarbaru, Tim Pemenangan masing-masing Pasangan Calon (paslon), PPK se-Kota Banjarbaru, serta unsur terkait lainnya.

“Melalui rapat pleno terbuka ini, maka jumlah DPT di Banjarbaru pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur Kalsel, serta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, kita tetapkan sebanyak 167.672 pemilih,” tegas Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat.

Jika diurai, maka jumlah pemilih dalam DPT tersebut terbagi atas dua berdasarkan jenis kelamin. Adapun, untuk DPT laki-laki berjumlah 81.931, sedangkan untuk pemilih perempuan berjumlah 85.741 pemilih perempuan. Angka ini tersebar di 5 kecamatan yang ada di Kota Banjarbaru.

Mengacu pada pembagian domisili atau wilayah, maka DPT terbanyak berada di wilayah Kecamatan Landasan Ulin dengan total 48.043 pemilih. Lalu, disusul oleh Kecamatan Banjarbaru Utara dengan 35.511 pemilih dan

Kecamatan Banjarbaru Selatan dengan jumlah pemilih sebanyak 31.534 Pemilih. “Untuk dua kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Liang Anggang ada sebanyak 27.214 pemilih dan Kecamatan Cempaka sebagai wilayah dengan jumlah pemilih paling sedikit yaitu 25.370 pemilih,” sambung Hegar.

Kemudian, apabila dikomparasikan dengan jumlah DPT pada Pemilu 2019 lalu. Maka jumlah DPT Pilkada 2020 untuk Banjarbaru mengalami lonjakan. Lonjakannya pun cukup signifikan, yakni berjumlah 11.235 pemilih.

“Untuk jumlah DPT pada Pemilu 2019 lalu berjumlah 156.347 pemilih. DPT sekarang mengalami kenaikan mencapai 11.235 pemilih,” jawab Hegar.

Lantas apa yang memengaruhi lonjakan ini? Dijelaskannya ada beberapa instrumen faktor kenaikan. Yang mana, tambahan pemilih ini sebut Hegar adalah pemilih yang pada Pemilu 2019 lalu tidak masuk dalam DPT.

“Warga yang memilih saat Pemilu 2019 hanya dengan KTP waktu di TPS namun tidak masuk DPT inilah yang membuat jumlah DPT sekarang ada kenaikan. Lalu juga ada tambahan dari pemilih pemula,” jelasnya.

Pemilih pemula beber Hegar ada dua kategori. Yang pertama adalah pemilih yang di Pilkada 2020 ini sudah memasuki usia 17 tahun dan memenuhi syarat. Sedangkan yang satunya katanya warga yang sudah beralih statusnya.

“Warga yang beralih status ini contohnya seperti purnawirawan TNI dan Polri. Karena tahun lalu masih berstatus TNI dan Polri maka tidak masuk DPT, sekarang selepas beralih status maka masuk DPT tambahan,” lanjutnya.

Selain itu, warga yang pindah domisili ke Banjarbaru sebut Hegar juga akan dimasukkan DPT tambahan. Contohnya warga yang Pemilu 2019 berdomisili di Banjarmasin dan mencoblos di daerahnya lalu tahun 2020 pindah ke Banjarbaru.

“Yang terpenting pemilih jenis ini sudah memiliki KTP domisili Banjarbaru atau minimal sudah merekam di Disdukcapil dan ada suket (Surat Keterangan),” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Setelah berproses beberapa tahapan. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Banjarbaru untuk Pilkada 2020 telah diplenokan oleh KPU Banjarbaru.

Dari hasil pleno terbuka KPU Banjarbaru. Total DPT untuk Pilkada Kota Banjarbaru tanggal 9 Desember nanti berjumlah 167.672 pemilih. Rapat pleno sendiri turut dihadiri oleh Bawaslu Kota Banjarbaru, Tim Pemenangan masing-masing Pasangan Calon (paslon), PPK se-Kota Banjarbaru, serta unsur terkait lainnya.

“Melalui rapat pleno terbuka ini, maka jumlah DPT di Banjarbaru pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur Kalsel, serta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, kita tetapkan sebanyak 167.672 pemilih,” tegas Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat.

Jika diurai, maka jumlah pemilih dalam DPT tersebut terbagi atas dua berdasarkan jenis kelamin. Adapun, untuk DPT laki-laki berjumlah 81.931, sedangkan untuk pemilih perempuan berjumlah 85.741 pemilih perempuan. Angka ini tersebar di 5 kecamatan yang ada di Kota Banjarbaru.

Mengacu pada pembagian domisili atau wilayah, maka DPT terbanyak berada di wilayah Kecamatan Landasan Ulin dengan total 48.043 pemilih. Lalu, disusul oleh Kecamatan Banjarbaru Utara dengan 35.511 pemilih dan

Kecamatan Banjarbaru Selatan dengan jumlah pemilih sebanyak 31.534 Pemilih. “Untuk dua kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Liang Anggang ada sebanyak 27.214 pemilih dan Kecamatan Cempaka sebagai wilayah dengan jumlah pemilih paling sedikit yaitu 25.370 pemilih,” sambung Hegar.

Kemudian, apabila dikomparasikan dengan jumlah DPT pada Pemilu 2019 lalu. Maka jumlah DPT Pilkada 2020 untuk Banjarbaru mengalami lonjakan. Lonjakannya pun cukup signifikan, yakni berjumlah 11.235 pemilih.

“Untuk jumlah DPT pada Pemilu 2019 lalu berjumlah 156.347 pemilih. DPT sekarang mengalami kenaikan mencapai 11.235 pemilih,” jawab Hegar.

Lantas apa yang memengaruhi lonjakan ini? Dijelaskannya ada beberapa instrumen faktor kenaikan. Yang mana, tambahan pemilih ini sebut Hegar adalah pemilih yang pada Pemilu 2019 lalu tidak masuk dalam DPT.

“Warga yang memilih saat Pemilu 2019 hanya dengan KTP waktu di TPS namun tidak masuk DPT inilah yang membuat jumlah DPT sekarang ada kenaikan. Lalu juga ada tambahan dari pemilih pemula,” jelasnya.

Pemilih pemula beber Hegar ada dua kategori. Yang pertama adalah pemilih yang di Pilkada 2020 ini sudah memasuki usia 17 tahun dan memenuhi syarat. Sedangkan yang satunya katanya warga yang sudah beralih statusnya.

“Warga yang beralih status ini contohnya seperti purnawirawan TNI dan Polri. Karena tahun lalu masih berstatus TNI dan Polri maka tidak masuk DPT, sekarang selepas beralih status maka masuk DPT tambahan,” lanjutnya.

Selain itu, warga yang pindah domisili ke Banjarbaru sebut Hegar juga akan dimasukkan DPT tambahan. Contohnya warga yang Pemilu 2019 berdomisili di Banjarmasin dan mencoblos di daerahnya lalu tahun 2020 pindah ke Banjarbaru.

“Yang terpenting pemilih jenis ini sudah memiliki KTP domisili Banjarbaru atau minimal sudah merekam di Disdukcapil dan ada suket (Surat Keterangan),” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/