alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Atap Terpasang, PUPR Banjarbaru Garap Lagi Proyek Lanskap

BANJARBARU Progres pembangunan Pasar Bauntung baru di Jalan RO Ulin Banjarbaru terus maju. Meski kerap didera cuaca hujan, proyek pengerjaan pasar tradisional modern ini rupanya tak terpengaruh.

Ditilik dari laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru. Persentase progres pembangunan sudah mencapai 90 persen.

“Target kita hanya 79 persen jika melihat target awal, sekarang sudah di angka sampai 90 persen. Ini untuk persentase pekan ke 44, jadi ada melebihi target 10 persen,” jelas Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Banjarbaru, Abdussamad.

Perkembangan yang signifikan ini kata Samad sangat terbantu dengan rampungnya bagian atap beberapa waktu lalu. Sehingga kini pihaknya fokus pada pengerjaan bagian tengah pasar.

“Sekarang ini terkonsentrasi pada pengerjaan los pedagang zona kering, lantai bangunan, dan finishing lainnya. Adapun, yang baru-baru ini yang sudah rampung pada los pedagang zona basah,” jabarnya.

Melihat progres ini, pihaknya optimistis target pengerjaan bisa tepat waktu. Bahkan ia berkeyakinan bisa sebeluk target yang ditentukan. “Karena tidak terpengaruh cuaca hujan, sebab atap sudah terpasang seluruhnya. Kita optimis bangunan utama sudah selesai pada akhir November nanti.”

Adapun, berbarengan dengan memasukinya masa rampung pembangunan Pasar Bauntung. Teranyar, Dinas PUPR juga telah meneken kontrak baru untuk memulai pengerjaan lanskap di bagian luar bangunan pasar.

Lanskap ini urai Samad terdiri dari taman, lampu atau PJU, halaman parkir, genset serta pengerjaan rumah potong untuk pedagang ternak. Anggaran lanskap ini sendiri katanya bersumber dari APBD. Berbeda dengan proyek bangunan pasar senilai Rp86 Miliar yang menggunakan utang dari PT Sarana Multidana Infrastruktur, BUMN di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia (RI).

Ini memang dibedakan dengan proyek bangunan pasar. Khusus untuk pengerjaan landscape ini menggunakan alokasi dana dari APBD Perubahan senilai Rp 7,79 miliar. Pengerjaannya baru mau di mulai Oktober ini dan ditargetkan rampung Desember nanti,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU Progres pembangunan Pasar Bauntung baru di Jalan RO Ulin Banjarbaru terus maju. Meski kerap didera cuaca hujan, proyek pengerjaan pasar tradisional modern ini rupanya tak terpengaruh.

Ditilik dari laporan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru. Persentase progres pembangunan sudah mencapai 90 persen.

“Target kita hanya 79 persen jika melihat target awal, sekarang sudah di angka sampai 90 persen. Ini untuk persentase pekan ke 44, jadi ada melebihi target 10 persen,” jelas Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Banjarbaru, Abdussamad.

Perkembangan yang signifikan ini kata Samad sangat terbantu dengan rampungnya bagian atap beberapa waktu lalu. Sehingga kini pihaknya fokus pada pengerjaan bagian tengah pasar.

“Sekarang ini terkonsentrasi pada pengerjaan los pedagang zona kering, lantai bangunan, dan finishing lainnya. Adapun, yang baru-baru ini yang sudah rampung pada los pedagang zona basah,” jabarnya.

Melihat progres ini, pihaknya optimistis target pengerjaan bisa tepat waktu. Bahkan ia berkeyakinan bisa sebeluk target yang ditentukan. “Karena tidak terpengaruh cuaca hujan, sebab atap sudah terpasang seluruhnya. Kita optimis bangunan utama sudah selesai pada akhir November nanti.”

Adapun, berbarengan dengan memasukinya masa rampung pembangunan Pasar Bauntung. Teranyar, Dinas PUPR juga telah meneken kontrak baru untuk memulai pengerjaan lanskap di bagian luar bangunan pasar.

Lanskap ini urai Samad terdiri dari taman, lampu atau PJU, halaman parkir, genset serta pengerjaan rumah potong untuk pedagang ternak. Anggaran lanskap ini sendiri katanya bersumber dari APBD. Berbeda dengan proyek bangunan pasar senilai Rp86 Miliar yang menggunakan utang dari PT Sarana Multidana Infrastruktur, BUMN di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia (RI).

Ini memang dibedakan dengan proyek bangunan pasar. Khusus untuk pengerjaan landscape ini menggunakan alokasi dana dari APBD Perubahan senilai Rp 7,79 miliar. Pengerjaannya baru mau di mulai Oktober ini dan ditargetkan rampung Desember nanti,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/