alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Boleh Berhadir tapi Jangan Berkampanye, Bawaslu: Jangan Tunggangi Maulid..!

MARTAPURA – Bawaslu Banjar meminta semua calon dan tim pemenangan atau relawan tidak menunggangi kegiatan keagamaan menjadi kampanye terselubung. Imbauan itu dikeluarkan karena saat ini sudah masuk bulan maulid. Biasanya, warga Kabupaten Banjar selalu memeriahkan kegiatan bulan lahir Nabi Muhammad Saw.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Bawaslu Banjar Fajeri Tamjidillah dalam jumpa pers bersama komisioner lainnya, Riski Wijaya Kusuma, Muhammad Syahrial Fitri, dan Hairul Falah, Jumat (16/10) siang.

Bawaslu mewanti-wanti semua paslon yang berlaga, baik calon bupati-wakil bupati atau calon gubernur-wakil gubernur, tidak memasuki kegiatan keagamaan menjadi ranah politik praktis. Semua boleh berhadir, namun tidak menyampaikan visi dan misi di kegiatan maulid. Apalagi membawa atribut kampanye di sekitar lokasi acara.

“Kami juga mengingatkan paslon merapikan APK yang masih melanggar estetika dan keindahan. Atau beberapa komplain masyarakat seperti APK yang ditancap di pohon, tempat ibadah, atau fasilitas yang dilarang,” ujar Fajeri Tamjidillah.

Sedangkan Komisioner Bawaslu Banjar Divisi Pengawasan dan Humas Hairul Falah mengatakan, rata-rata semua paslon, tim, dan relawan pernah ditegur oleh pengawas tingkat kecamatan. Baik lisan maupun tertulis. Kebanyakan melanggar protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan mengenakan masker.

Hairul Falah berharap, semua paslon tidak memanfaatkan momen maulid. Tetap menghargai kegiatan keagamaan privat warga tersebut. Dirinya tidak bisa menegur bila masyarakat menggelar acara maulid dan dihadiri calon tertentu. Namun, tetap mengedepankan protokol kesehatan serta tidak dijadikan ajang kampanye.

“Waktu kampanye tersisa 51 hari lagi. Larangan rapat umum membuat paslon sibuk menghadiri pertemuan terbatas dan dialog. Kami mencatat 105 pertemuan terbatas dan 86 dialog bersama masyarakat. Jumlah pertemuan tidak kami batasi, hanya jumlah peserta,” pungkasnya. (mam/ema)

MARTAPURA – Bawaslu Banjar meminta semua calon dan tim pemenangan atau relawan tidak menunggangi kegiatan keagamaan menjadi kampanye terselubung. Imbauan itu dikeluarkan karena saat ini sudah masuk bulan maulid. Biasanya, warga Kabupaten Banjar selalu memeriahkan kegiatan bulan lahir Nabi Muhammad Saw.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Bawaslu Banjar Fajeri Tamjidillah dalam jumpa pers bersama komisioner lainnya, Riski Wijaya Kusuma, Muhammad Syahrial Fitri, dan Hairul Falah, Jumat (16/10) siang.

Bawaslu mewanti-wanti semua paslon yang berlaga, baik calon bupati-wakil bupati atau calon gubernur-wakil gubernur, tidak memasuki kegiatan keagamaan menjadi ranah politik praktis. Semua boleh berhadir, namun tidak menyampaikan visi dan misi di kegiatan maulid. Apalagi membawa atribut kampanye di sekitar lokasi acara.

“Kami juga mengingatkan paslon merapikan APK yang masih melanggar estetika dan keindahan. Atau beberapa komplain masyarakat seperti APK yang ditancap di pohon, tempat ibadah, atau fasilitas yang dilarang,” ujar Fajeri Tamjidillah.

Sedangkan Komisioner Bawaslu Banjar Divisi Pengawasan dan Humas Hairul Falah mengatakan, rata-rata semua paslon, tim, dan relawan pernah ditegur oleh pengawas tingkat kecamatan. Baik lisan maupun tertulis. Kebanyakan melanggar protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan mengenakan masker.

Hairul Falah berharap, semua paslon tidak memanfaatkan momen maulid. Tetap menghargai kegiatan keagamaan privat warga tersebut. Dirinya tidak bisa menegur bila masyarakat menggelar acara maulid dan dihadiri calon tertentu. Namun, tetap mengedepankan protokol kesehatan serta tidak dijadikan ajang kampanye.

“Waktu kampanye tersisa 51 hari lagi. Larangan rapat umum membuat paslon sibuk menghadiri pertemuan terbatas dan dialog. Kami mencatat 105 pertemuan terbatas dan 86 dialog bersama masyarakat. Jumlah pertemuan tidak kami batasi, hanya jumlah peserta,” pungkasnya. (mam/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/