alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

GONDOK BANGET..!! Hadir di Tengah-Tengah Demo, Anggota DPR RI ini Dicueki

ANGGOTA DPR RI Dapil Kalsel, Rifqinizamy Karsayuda ternyata hadir di tengah massa pengunjuk rasa (15/10.

Politikus PDI Perjuangan itu ingin menyampaikan sesuatu. Tapi ia dicueki mahasiswa. Pengunjuk rasa tak memberikannya kesempatan untuk berbicara. Barang semenit pun.

“Aksi hari ini sebenarnya tertuju kepada kami, anggota DPR. Tapi, setelah saya menunggu lebih dari 45 menit, massa tak mengizinkan saya untuk bicara,” sesalnya.

Rifqi menekankan, kedatangannya sebagai bukti itikad baik. Dia ingin masyarakat Banua melihat, DPR terbuka untuk berdialog.

“Ini masa reses dan saya sudah di sini. Siap berdiskusi untuk menyampaikan apa itu Undang-Undang Cipta kerja. Kenapa ini harus kami sahkan,” jelasnya.

Dia berharap, warga dan mahasiswa mau berdiskusi terkait pasal-pasal yang kerap disoroti buruh. “Mari dikaji secara intelek lewat dialog yang baik,” tambahnya.

Sebagai legislator, ia juga mengaku siap memperjuangkan revisi UU ini. Sekalipun sudah diparipurnakan dan disahkan.

“Sekarang sudah ada di presiden. Setelah itu, berbagai macam revisi bisa dilakukan. Merevisi UU itu bukan perkara haram. Sesuatu yang memungkinkan sekali,” tegasnya.

Masalahnya, aliansi mahasiswa telah menyatakan mosi tidak percaya kepada DPRD Kalsel dan DPR RI. Mereka tak ingin berdiskusi, mereka ingin melihat tuntutannya dipenuhi.

“Bahkan, ketika Ketua DPRD Kalsel ke Istana Negara untuk menemui presiden, tak juga dipenuhi. Tak ada bukti perdebatan pula dengan pusat bahwa mereka turut menolak Omnibus Law,” kata Koordinator Wilayah BEM Kalsel, Ahdiat Zairullah. (war/fud/ema)

ANGGOTA DPR RI Dapil Kalsel, Rifqinizamy Karsayuda ternyata hadir di tengah massa pengunjuk rasa (15/10.

Politikus PDI Perjuangan itu ingin menyampaikan sesuatu. Tapi ia dicueki mahasiswa. Pengunjuk rasa tak memberikannya kesempatan untuk berbicara. Barang semenit pun.

“Aksi hari ini sebenarnya tertuju kepada kami, anggota DPR. Tapi, setelah saya menunggu lebih dari 45 menit, massa tak mengizinkan saya untuk bicara,” sesalnya.

Rifqi menekankan, kedatangannya sebagai bukti itikad baik. Dia ingin masyarakat Banua melihat, DPR terbuka untuk berdialog.

“Ini masa reses dan saya sudah di sini. Siap berdiskusi untuk menyampaikan apa itu Undang-Undang Cipta kerja. Kenapa ini harus kami sahkan,” jelasnya.

Dia berharap, warga dan mahasiswa mau berdiskusi terkait pasal-pasal yang kerap disoroti buruh. “Mari dikaji secara intelek lewat dialog yang baik,” tambahnya.

Sebagai legislator, ia juga mengaku siap memperjuangkan revisi UU ini. Sekalipun sudah diparipurnakan dan disahkan.

“Sekarang sudah ada di presiden. Setelah itu, berbagai macam revisi bisa dilakukan. Merevisi UU itu bukan perkara haram. Sesuatu yang memungkinkan sekali,” tegasnya.

Masalahnya, aliansi mahasiswa telah menyatakan mosi tidak percaya kepada DPRD Kalsel dan DPR RI. Mereka tak ingin berdiskusi, mereka ingin melihat tuntutannya dipenuhi.

“Bahkan, ketika Ketua DPRD Kalsel ke Istana Negara untuk menemui presiden, tak juga dipenuhi. Tak ada bukti perdebatan pula dengan pusat bahwa mereka turut menolak Omnibus Law,” kata Koordinator Wilayah BEM Kalsel, Ahdiat Zairullah. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/