alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Sosialisasikan Pengendalian Perubahan Iklim

BATULICIN – Pemkab Tanbu melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rahmat Prapto Udoyo melalui Sekretaris DLH Halidie, menghadiri Festival Iklim 2020 yang diselenggarakan oleh Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara virtual. Pembukaan Festival Iklim 2020 disiarkan secara langsung dari channel YouTube Ditjen PPI KLHK. Tema Festival Iklim 2020 yakni “Penguatan Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Di masa Pemulihan Pandemi Covid-19”. Jajaran DLH Tanbu ikut serta menghadiri pembukaan festival tersebut secara virtual dari Kantor DLH Tanbu Jalan Dharma Praja Gunung Tinggi, Batulicin. Di Kalsel, hanya ada 4 Kabupaten yang diundang menghadiri Festival Iklim 2020 yakni Tanbu, Tala, HSS dan Barito Kuala.

Menteri LHK, Siti Nurbaya melalui Wamen LHK Aloe Dohong, mengatakan Festival Iklim dilaksanakan dalam rangka menyosialisasikan berbagai kebijakan tentang pengendalian perubahan iklim di Indonesia, baik dari aspek mitigasi maupun adaptasi, termasuk hal-hal yang sudah di implementasikan dalam rangka kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“Misalnya program Proklim di tingkat desa yang merupakan upaya kegiatan mitigasi dan adaptasi iklim ini dilakukan di tingkat desa,” katanya.

Tujuannya adalah bagaimana teknik-teknik atau cara-cara pengukuran gas rumah kaca, inventarisasi gas rumah kaca, pelaporan inventarisasi gas rumah kaca yang disosialisasikan dengan teknologi yang sifatnya digital base.

“Melalui kegiatan festival ini juga akan disampaikan kegiatan pengendalian perubahan iklim di Indonesia ini baik yang dari sisi aspek adaptasi maupun mitigasi,” jelasnya.

Acara Festival Iklim 2020 diisi pula dengan peluncuran tujuh produk inovasi kebijakan perubahan iklim tahun 2020 yaitu 1, Indonesia Climate Innovation In Action (IC Ican), 2, Program Peningkatan Kapasitas Negosiator Perubahan Iklim, 3, Roadmap Nationally Determined Contribution (NDC) Adaptasi Perubahan Iklim, 4, Telaah Literatur Dampak Perubahan Iklim di Indonesia, 5, Pemutakhiran Data Kerentanan Nasional, 6, MontiRAC Application, dan 7, Tool Sign Smart.

Sekretaris DLH Tanbu Halidie, mengatakan Festival Iklim merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh KLHK RI. Pada tahun ini, sebut Halidie, jajaran DLH Tanbu menghadiri pembukaan Festival Iklim secara virtual mengingat adanya pandemi Covid-19.

Halidie menambahkan, terkait program iklim ini, sebutnya, Pemkab Tanbu pada tahun 2019 lalu menerima penghargaan Apresiasi Pembinaan Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pemberian apresiasi oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, kepada pemerintah daerah melalui Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor yang telah menetapkan kebijakan/peraturan serta melaksanakan pembinaan dan pendampingan untuk mendukung pelaksanaan proklim di wilayah setempat yang menjadi kontribusi nyata dalam upaya pengendalian perubahan iklim. (kry/ij/ram)

BATULICIN – Pemkab Tanbu melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rahmat Prapto Udoyo melalui Sekretaris DLH Halidie, menghadiri Festival Iklim 2020 yang diselenggarakan oleh Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara virtual. Pembukaan Festival Iklim 2020 disiarkan secara langsung dari channel YouTube Ditjen PPI KLHK. Tema Festival Iklim 2020 yakni “Penguatan Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Di masa Pemulihan Pandemi Covid-19”. Jajaran DLH Tanbu ikut serta menghadiri pembukaan festival tersebut secara virtual dari Kantor DLH Tanbu Jalan Dharma Praja Gunung Tinggi, Batulicin. Di Kalsel, hanya ada 4 Kabupaten yang diundang menghadiri Festival Iklim 2020 yakni Tanbu, Tala, HSS dan Barito Kuala.

Menteri LHK, Siti Nurbaya melalui Wamen LHK Aloe Dohong, mengatakan Festival Iklim dilaksanakan dalam rangka menyosialisasikan berbagai kebijakan tentang pengendalian perubahan iklim di Indonesia, baik dari aspek mitigasi maupun adaptasi, termasuk hal-hal yang sudah di implementasikan dalam rangka kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“Misalnya program Proklim di tingkat desa yang merupakan upaya kegiatan mitigasi dan adaptasi iklim ini dilakukan di tingkat desa,” katanya.

Tujuannya adalah bagaimana teknik-teknik atau cara-cara pengukuran gas rumah kaca, inventarisasi gas rumah kaca, pelaporan inventarisasi gas rumah kaca yang disosialisasikan dengan teknologi yang sifatnya digital base.

“Melalui kegiatan festival ini juga akan disampaikan kegiatan pengendalian perubahan iklim di Indonesia ini baik yang dari sisi aspek adaptasi maupun mitigasi,” jelasnya.

Acara Festival Iklim 2020 diisi pula dengan peluncuran tujuh produk inovasi kebijakan perubahan iklim tahun 2020 yaitu 1, Indonesia Climate Innovation In Action (IC Ican), 2, Program Peningkatan Kapasitas Negosiator Perubahan Iklim, 3, Roadmap Nationally Determined Contribution (NDC) Adaptasi Perubahan Iklim, 4, Telaah Literatur Dampak Perubahan Iklim di Indonesia, 5, Pemutakhiran Data Kerentanan Nasional, 6, MontiRAC Application, dan 7, Tool Sign Smart.

Sekretaris DLH Tanbu Halidie, mengatakan Festival Iklim merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh KLHK RI. Pada tahun ini, sebut Halidie, jajaran DLH Tanbu menghadiri pembukaan Festival Iklim secara virtual mengingat adanya pandemi Covid-19.

Halidie menambahkan, terkait program iklim ini, sebutnya, Pemkab Tanbu pada tahun 2019 lalu menerima penghargaan Apresiasi Pembinaan Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pemberian apresiasi oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, kepada pemerintah daerah melalui Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor yang telah menetapkan kebijakan/peraturan serta melaksanakan pembinaan dan pendampingan untuk mendukung pelaksanaan proklim di wilayah setempat yang menjadi kontribusi nyata dalam upaya pengendalian perubahan iklim. (kry/ij/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/