alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Disambar Petir, Pohon Jokowi Mati

BANJARBARU – Pohon langka berjenis Mersawa yang ditanam Presiden RI Joko Widodo kondisinya kini sangat memprihatinkan.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, (14/10), pohon berusia sekitar 20 tahun tersebut terlihat mengering. Ranting-rantingnya tidak lagi ditumbuhi dedaunan. Pemandangan itu sangat kontras dengan pepohonan di sekelilingnya yang terlihat tumbuh subur dan hijau.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) UPTD BPTH pada Dinas Kehutanan Kalsel, Agung Hananto mengatakan, Pohon Jokowi mengering dikarenakan sudah mati setelah tersambar petir pada awal Agustus 2020 tadi. “Akibat kena petir ya mati Mas,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, padahal sebelum tersambar petir pohon Mersawa terlihat tumbuh subur dan hijau. “Karena mati, nanti akan dilakukan pergantian dengan jenis yang sama,” ungkapnya.

Pergantian pohon sendiri kata Agung, menunggu curah hujan sudah tinggi. Supaya nantinya tanaman bisa tumbuh subur. “Karena kalau di musim hujan, cuaca tidak terlalu panas,” sebutnya.

Sebelumnya, Pohon Jokowi juga sempat meranggas: beberapa pekan usai ditanam. Hal itu ditandai dengan daunnya yang mengering dan berguguran. Selain itu, rantingnya juga tampak kering dan tidak lagi ditumbuhi dedaunan segar.

Ketika itu, Peneliti Litbang Kementerian LHK Banjarbaru, Rusmana mengatakan mengeringnya pohon hal yang biasa terjadi ketika baru dipindahkan. “Apalagi pohon yang dipindahkan relatif besar. Jadi perlu waktu untuk beradaptasi,” ujarnya.

Menurutnya tindakan pemeliharaan harus terus dilakukan untuk kelangsungan hidup pohon. Dengan cara rutin menyiramnya setiap pagi dan sore. “Pohon juga disemprot pupuk daun yang mengandung ZPT (Zat Pengatur Tumbuh), untuk perangsang tunas dan akar,” ujarnya.

Penyemprotan pupuk dimaksud Rusmana, dilakukan pada batang dan daun, cabang serta ranting pohon. “Dilakukan sekali tiap pekan, pada sore hari setelah jam 4 sore, atau pagi hari sebelum jam 9 pagi,” jelasnya.

Pohon ini ditanam Presiden Jokowi di Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kalsel Februari lalu. Pohon Jokowi diharapkan bisa terus berkembang menjadi kebanggaan warga banua. Memiliki ukuran paling besar dibandingkan ratusan tanaman lain yang juga ditanam di lokasi itu, pohon khas Kalsel tersebut dicanangkan menjadi simbol Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Pohon langka berjenis Mersawa yang ditanam Presiden RI Joko Widodo kondisinya kini sangat memprihatinkan.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, (14/10), pohon berusia sekitar 20 tahun tersebut terlihat mengering. Ranting-rantingnya tidak lagi ditumbuhi dedaunan. Pemandangan itu sangat kontras dengan pepohonan di sekelilingnya yang terlihat tumbuh subur dan hijau.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) UPTD BPTH pada Dinas Kehutanan Kalsel, Agung Hananto mengatakan, Pohon Jokowi mengering dikarenakan sudah mati setelah tersambar petir pada awal Agustus 2020 tadi. “Akibat kena petir ya mati Mas,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, padahal sebelum tersambar petir pohon Mersawa terlihat tumbuh subur dan hijau. “Karena mati, nanti akan dilakukan pergantian dengan jenis yang sama,” ungkapnya.

Pergantian pohon sendiri kata Agung, menunggu curah hujan sudah tinggi. Supaya nantinya tanaman bisa tumbuh subur. “Karena kalau di musim hujan, cuaca tidak terlalu panas,” sebutnya.

Sebelumnya, Pohon Jokowi juga sempat meranggas: beberapa pekan usai ditanam. Hal itu ditandai dengan daunnya yang mengering dan berguguran. Selain itu, rantingnya juga tampak kering dan tidak lagi ditumbuhi dedaunan segar.

Ketika itu, Peneliti Litbang Kementerian LHK Banjarbaru, Rusmana mengatakan mengeringnya pohon hal yang biasa terjadi ketika baru dipindahkan. “Apalagi pohon yang dipindahkan relatif besar. Jadi perlu waktu untuk beradaptasi,” ujarnya.

Menurutnya tindakan pemeliharaan harus terus dilakukan untuk kelangsungan hidup pohon. Dengan cara rutin menyiramnya setiap pagi dan sore. “Pohon juga disemprot pupuk daun yang mengandung ZPT (Zat Pengatur Tumbuh), untuk perangsang tunas dan akar,” ujarnya.

Penyemprotan pupuk dimaksud Rusmana, dilakukan pada batang dan daun, cabang serta ranting pohon. “Dilakukan sekali tiap pekan, pada sore hari setelah jam 4 sore, atau pagi hari sebelum jam 9 pagi,” jelasnya.

Pohon ini ditanam Presiden Jokowi di Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kalsel Februari lalu. Pohon Jokowi diharapkan bisa terus berkembang menjadi kebanggaan warga banua. Memiliki ukuran paling besar dibandingkan ratusan tanaman lain yang juga ditanam di lokasi itu, pohon khas Kalsel tersebut dicanangkan menjadi simbol Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/