alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Haji Denny: Hentikan Hoax Cagub Bayangan!

MARTAPURA – Riuh sesak pengunjung Pasar Cahaya Bumi Selamat (Pasar Permata) dan Pasar Batuah di Martapura berlangsung hingga menjelang azan Zuhur, Selasa (13/10). Prof Dr H Denny Indrayana berkesempatan mengunjungi dan menyapa para pedagang dan pengunjung pasar. Di antara banyaknya pertanyaan, ada satu hal sama yang dilontarkan oleh beberapa pihak yang menarik perhatian pria ini, yaitu tentang “calon gubernur bayangan”.

Selepas melaksanakan salat berjamaah di Masjid Agung Al-Karomah, Haji Denny–sapaan akrabnya– menyempatkan membuat sebuah video di pelataran masjid untuk menegaskan kembali komitmennya maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada 2020. Dia juga menjawab wacana “Cagub bayangan”tersebut.

“Sebagaimana kita tahu, Martapura di Kabupaten Banjar adalah Serambi Mekkah. Itu sebabnya sangat tepat untuk sama-sama kita jaga, sama-sama kita pertahankan nilai-nilai keislaman dan religiusitas yang sudah diwariskan banyak leluhur kita. Termasuk yang telah diajarkan guru-guru, khususnya Abah Guru Sekumpul. Serta dengan semangat, keagamaan dan keislaman itulah ulun tetap berprinsip kada handak bededuitan. Kada handak money politic, kada ada serangan fajar dalam pemilihan gubernur tahun 2020 ini,” ungkap mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM tersebut.

Keinginan Haji Denny untuk maju sebagai calon gubernur didasari rasa gelisah melihat pembangunan di Banua yang terkesan tidak merata. Potensi sumber daya spiritual (spiritual resources) yang mengakar kuat di Banua, sayangnya tidak bernasib sama pada pemanfaatan sumber daya alam (natural resources) yang melimpah ruah.

Banyak masyarakat belum merasakan nikmat dari kekayaan alam Banua. Disparitas kesejahteraan nyata terlihat. Hal ini diperparah dengan kualitas pembangunan sumber daya manusia (human resources) di Banua yang kurang diperhatikan. Seperti upah guru honorer yang tak kunjung dinaikkan.
Ketiga sumber daya tersebut yang menjadi pilar utama pembangunan dalam visi-misi yang dicanangkan Haji Denny dan Haji Difri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

Terkait adanya wacana sebagai “calon gubernur bayangan”, Haji Denny menyatakan dirinya bersungguh-sungguh ingin mewakafkan diri untuk pembangunan dan kesejahteraan Banua.

“Kepada yang menghembuskan isu-isu bahwa ulun cagub bayangan, jangan bermain politik dengan wacana-wacana merusak semacam itu. Mari bersaing secara sehat dan adil tanpa kecurangan. Hentikan menyebarkan berita bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ulun serius dengan hati penuh kada menyerah. Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing untuk Hijrah Gasan Banua. Untuk kita sabarataan memperbaiki kondisi Kalimantan Selatan,” tegas Haji Denny. (*/tri/ema)

MARTAPURA – Riuh sesak pengunjung Pasar Cahaya Bumi Selamat (Pasar Permata) dan Pasar Batuah di Martapura berlangsung hingga menjelang azan Zuhur, Selasa (13/10). Prof Dr H Denny Indrayana berkesempatan mengunjungi dan menyapa para pedagang dan pengunjung pasar. Di antara banyaknya pertanyaan, ada satu hal sama yang dilontarkan oleh beberapa pihak yang menarik perhatian pria ini, yaitu tentang “calon gubernur bayangan”.

Selepas melaksanakan salat berjamaah di Masjid Agung Al-Karomah, Haji Denny–sapaan akrabnya– menyempatkan membuat sebuah video di pelataran masjid untuk menegaskan kembali komitmennya maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada 2020. Dia juga menjawab wacana “Cagub bayangan”tersebut.

“Sebagaimana kita tahu, Martapura di Kabupaten Banjar adalah Serambi Mekkah. Itu sebabnya sangat tepat untuk sama-sama kita jaga, sama-sama kita pertahankan nilai-nilai keislaman dan religiusitas yang sudah diwariskan banyak leluhur kita. Termasuk yang telah diajarkan guru-guru, khususnya Abah Guru Sekumpul. Serta dengan semangat, keagamaan dan keislaman itulah ulun tetap berprinsip kada handak bededuitan. Kada handak money politic, kada ada serangan fajar dalam pemilihan gubernur tahun 2020 ini,” ungkap mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM tersebut.

Keinginan Haji Denny untuk maju sebagai calon gubernur didasari rasa gelisah melihat pembangunan di Banua yang terkesan tidak merata. Potensi sumber daya spiritual (spiritual resources) yang mengakar kuat di Banua, sayangnya tidak bernasib sama pada pemanfaatan sumber daya alam (natural resources) yang melimpah ruah.

Banyak masyarakat belum merasakan nikmat dari kekayaan alam Banua. Disparitas kesejahteraan nyata terlihat. Hal ini diperparah dengan kualitas pembangunan sumber daya manusia (human resources) di Banua yang kurang diperhatikan. Seperti upah guru honorer yang tak kunjung dinaikkan.
Ketiga sumber daya tersebut yang menjadi pilar utama pembangunan dalam visi-misi yang dicanangkan Haji Denny dan Haji Difri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

Terkait adanya wacana sebagai “calon gubernur bayangan”, Haji Denny menyatakan dirinya bersungguh-sungguh ingin mewakafkan diri untuk pembangunan dan kesejahteraan Banua.

“Kepada yang menghembuskan isu-isu bahwa ulun cagub bayangan, jangan bermain politik dengan wacana-wacana merusak semacam itu. Mari bersaing secara sehat dan adil tanpa kecurangan. Hentikan menyebarkan berita bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ulun serius dengan hati penuh kada menyerah. Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing untuk Hijrah Gasan Banua. Untuk kita sabarataan memperbaiki kondisi Kalimantan Selatan,” tegas Haji Denny. (*/tri/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/